KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
WAHYU PERTAMA DAN PENGANGKATAN KEROSULAN
1. Ketika usia Muhammad mendekati 40 tahun, Beliau mulai suka menyendiri dan menghindar dari hingar bingar kehidupan kaumnya yang penuh kesyirikan dan perbuatan nista. Berbekal sekantong makanan dan air secukupnya, Beliau sering pergi menuju gua Hiro yang berjarak sekitar dua mil dari kota Mekkah.
2. Setelah sekian lama Beliau melakukan kholwah (menyendiri), membersihkan jiwanya dengan memperhatikan besarnya kekuasaan di balik kebesaran alam ini, maka Alloh berikan Beliau petunjuk dan kemuliaan dengan mengangkatnya sebagai seorang Nabi dan Rosul sekaligus penutup dari para Nabi dan Rosul.
3. Peristiwa ini terjadi pada hari Senin, tanggal 21 Romadhon, tepat saat Beliau berusia 40 tahun dalam hitungan Hijriyah. Kejadiannya ditandai dengan hadirnya Jibril yang datang kepadanya dan memeluknya sebanyak tiga kali. Setiap kali memeluknya dia berkata “Bacalah”, setiap kali itu pula Muhammad menjawab: “Saya tidak dapat membaca.” Beliau sangat keletihan. Takut dan panik menghantui dirinya. Setelah itu Jibril membacakan: “Bacalah dengan menyebut nama Robmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Robbmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Alaq: 1-5). Kemudian Jibril pergi meninggalkannya.
4. Muhammad kembali ke rumahnya dengan badan gemetar, Beliau khawatir bahwa apa yang baru saja dialami akan mencelakakannya. Kemudian Beliau masuk menemui Khodijah, seraya berkata: “Selimuti aku…..selimuti aku”. Khodijah pun segera menyelimutinya sehingga hilanglah ketakutan dari diri Muhammad , kemudian Beliau menceritakan kepada isterinya apa yang terjadi di gua Hiro. “Saya khawatir akan terjadi sesuatu pada diri saya”, ujar Muhammad . Khodijah segera menenangkan dan menghibur suaminya seraya berujar: “Tidak sama sekali, Alloh tidak akan menghinamu selamanya, engkau adalah orang yang suka menyambung silaturohim, suka membantu yang lemah, menghormati tamu dan suka menolong dalam kebaikan.”
5. Kemudian Khodijah bersama Beliau pergi ke rumah pamannya, Waroqoh bin Naufal. Setelah Beliau menceritakan apa yang terjadi, Waroqoh pun tampak gembira dan ia mengatakan, “Itu adalah Malaikat Jibril yang Alloh utus kepada Nabi Musa , engkaulah nabi umat ini. Ah, sayang sekali, seandainya aku masih hidup, saat engkau nanti diusir oleh kaummu sendiri”. “Apakah mereka akan mengusir aku?”. “Ya, karena tidak ada seorang pun yang membawa seperti apa yang kamu bawa kecuali dia akan dimusuhi. Seandainya aku mengalami saat hal itu terjadi, aku akan membelamu sungguh-sungguh,” kata Waroqoh.
6. Suatu hari, ketika Muhammad sedang berjalan, tiba-tiba terdengar suara dari langit. Ketika Beliau mencari sumber suara tersebut, Beliau menyaksikan malaikat yang mendatanginya di gua Hiro sedang duduk di kursi antara langit dan bumi. Beliau kembali merasakan ketakutan yang luar biasa hingga terjatuh di tanah. Kemudian Beliau segera pulang menemui istrinya; Khodijah, seraya berucap: “Selimuti aku, selimuti aku”. Kemudian Khodijah menyelimutinya. Pada saat itulah wahyu kedua Alloh turunkan, yaitu: “Hai orang yang berselimut, Bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Robbmu, agungkanlah, Dan pakaianmu, bersihkanlah, dan perbuatan dosa menyembah berhala jauhilah, Dan janganlah kamu memberi dengan maksud memperoleh balasan yang lebih banyak. Dan untuk memenuhi perintah Robbmu bersabarlah.” (QS. Al-Muddatsir: 1-7)
7. Dengan diturunkannya ayat ini, maka tugas Nabi semakin jelas, yaitu untuk menyeru umatnya agar mengagungkan Alloh dengan beribadah serta tunduk pada segala perintah dan ajaran-Nya.
www.inilahfikih.com