KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
PERISTIWA-PERISTIWA DI MASA PERTUMBUHAN NABI MUHAMMAD
1. Pada usia 15 tahun, Muhammad ikut serta dalam perang Fijar yang terjadi antar suku Quroisy yang bersekutu dengan bani Kinanah melawan suku Qais Ailan. Pada peperangan tersebut Beliau membantu pamannya menyiapkan anak panah. Setelah usai perang Fijar, diadakanlah perdamaian yang dikenal dengan Hilful Fudhul. Semua kabilah dari suku Quroisy pada saat itu ikut dalam perjanjian tersebut.
2. Masa muda Beliau dilalui dengan kehidupan yang berat. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Beliau menggembalakan kambing penduduk Mekkah demi mendapatkan upah. Pada usia 25 tahun, Beliau mulai usaha dagang dengan modal dari Khodijah –wanita pengusaha kaya raya dan terpandang di kota Mekkah– dengan sistem bagi hasil. Mendengar kejujuran Muhammad , Khodijah menawarkan kepada Beliau untuk membawa barang dagangannya dan menjualnya ke negeri Syam dan Beliau pun menerima tawaran tersebut.
3. Setelah sekian lama berdagang di negeri Syam, Muhammad kembali ke Mekkah dengan membawa keuntungan yang berlimpah. Melihat hal itu semakin kagumlah Khodijah dengan kepribadian Muhammad , apalagi setelah Maisaroh (seorang laki-laki yang menjadi teman dagang Beliau) menceritakan tentang keluhuran budi, kejujuran dan kecerdasannya. Khodijah seperti mendapatkan sesuatu yang selama ini ia cari. Karena sebagai wanita kaya raya dan terhormat, tentunya sudah banyak tokoh-tokoh dan pemimpin-pemimpin suku yang berusaha melamarnya, namun belum ada yang dia terima. Akhirnya masalah ini diceritakan kepada sahabatnya, Nafisah binti Maniah. Tanpa menunggu lama, Nafisah segera menemui Muhammad dan memohon agar Beliau bersedia menikahi Khodijah. Muhammad setuju dan akhirnya Beliau pun melamarnya. Saat itu Muhammad berusia 25 tahun dan Khodijah berusia 40 tahun.
4. Pada saat Muhammad berusia 35 tahun, Ka’bah terkena banjir besar dan temboknya retak. Karena itu penduduk Mekkah merenovasi bangunan Ka’bah dengan bergotong-royong. Ketika sampai pada tahap pembenahan tempat Hajar Aswad, mereka bersitegang tentang siapa yang layak meletakkan Hajar Aswad ke tempatnya semula. Mereka bermusyawarah dan bersepakat bahwa orang yang pertama kali masuk ke pintu bani Syaibah yang akan memutuskan masalah itu. Ternyata orang itu adalah Muhammad .Mereka pun mengatakan, “Laki-laki ini adalah orang yang dapat dipercaya, kami ridho dengan keputusannya.” Akhirnya Muhammad memberi solusi yang dapat diterima oleh semua pihak yang berselisih, yaitu Beliau membentangkan sorban, kemudian Hajar Aswad diletakkan di atasnya. Kemudian Beliau meminta setiap pemimpin kabilah memegang ujung sorban. Setelah itu mereka mengangkat Hajar Aswad dan membawanya sampai di tempat semula. Muhammad mengangkat Hajar Aswad tersebut dan meletakan di tempatnya, dan akhirnya mereka semua puas dengan keputusan Muhammad . Dengan kesempurnaan akal dan kebijaksanaanya, Alloh melindungi bangsa Arab dari pertumpahan darah.
5. Sejak awal, Alloh telah mempersiapkan kehidupan Muhammad agar dapat menanggung misi besar yang akan dihadapinya di kehidupan manusia. Karena itu di tengah kerusakan masyarakatnya, Muhammad tidak ikut-ikutan larut di dalamnya, akan tetapi Beliau menampilkan kepribadian yang sangat menarik hingga diakui semua kalangan masyarakat. Beliau tidak pernah menyembah berhala, tidak juga ikut upacara-upacaranya, bahkan Beliau tidak bersedia memakan daging dari hewan yang disembelih atas nama berhala. Pernah suatu ketika Beliau mendengar nyanyian dalam sebuah pesta pernikahan sehingga Beliau ingin menyaksikannya namun Alloh melindunginya dengan membuatnya tertidur.
www.inilahfikih.com