KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
KELAHIRAN DAN MASA PERTUMBUHAN NABI MUHAMMAD
1. Nabi Muhammad dilahirkan pada hari Senin pagi, 9 Robi’ul Awwal Tahun Gajah. Bertepatan tanggal 20 atau 22 April 571 M. Nabi Muhammad lahir di rumah bangsa Arab yang paling mulia. Beliau adalah salah seorang keturunan terhormat Quroisy, yaitu bani Hasyim. Quroisy adalah kabilah yang paling disegani di Arab dan diakui kesucian nasab serta keluhuran derajatnya.
2. Nabi dilahirkan dari suku Quroisy, yaitu suku yang paling terhormat dan terpandang di tengah masyarakat Arab pada waktu itu. Dari suku Quroisy tersebut, beliau dari bani Hasyim, anak suku yang paling terhormat di tengah suku Quroisy.
3. Nabi besar dalam keadaan yatim karena ayah beliau meninggal dunia yang bertepatan ketika ibunya hamil dua bulan saat mengandung beliau. Adapun ibunda beliau meninggal dunia ketika beliau memasuki umur enam tahun.
4. Setelah melahirkannya, sang Ibu membawanya kepada kakeknya, Abdul Muttholib. Kemudian diberi nama Muhammad, nama yang belum dikenal di masyarakat Arab pada saat itu. Kemudian sebagaimana adat masyarakat perkotaan pada saat itu, sang Ibu pun mencari wanita pedesaan untuk menyusui putranya dan akhirnya Halimah as-Sa’diyah menerima dan siap untuk menyusuinya.
5. Ternyata dia tidak salah pilih, karena anak yang disusuinya telah Alloh per-siapkan menjadi manusia paling agung di muka bumi ini yang akan membawa jalan terang bagi umatnya yang beriman. Maka wajar, setelah itu kehidupan Halimah as-Sa’diyah penuh dengan keberkahan.
6. Pada saat Muhammad berusia 5 tahun dan masih dalam perawatan Halimah as-Sa’diyah, terjadilah peristiwa besar yang menunjukkan akan tanda kenabiannya. Peristiwa tersebut dikenal dengan istilah pembelahan dada. Suatu hari, ketika Beliau sedang bermain dengan temannya, tiba-tiba Malaikat Jibril menghampirinya dan menyergapnya. Lalu Beliau dibaringkan dan dibelah dadanya (syaqqus shodr). Hatinya diambil dan dikeluarkan segumpal darah darinya, seraya berkata, “Inilah bagian setan yang ada padamu.” Kemudian hati tersebut dicuci di bejana emas dan menggunakan air zamzam, setelah itu dikembalikan ke tempat semula.
7. Melihat kejadian yang dianggap mengerikan ini, saat itu teman sebaya Nabi melaporkan kepada Halimah seraya berkata, “Muhammad dibunuh… Muhammad dibunuh..” Halimah pun bergegas mendatangi tempat di mana Muhammad berada. Halimah merasa khawatir sehingga memulangkan Muhammad kepada Ibunya di Mekkah dengan berat hati.
8. Pada usia 6 tahun, Ibu Nabi Muhammad meninggal dunia. Sehingga Beliau mulai diasuh oleh sang kakek, Abdul Muttholib. Keistimewaan Nabi telah diketahui sejak kecil. Tanda-tanda kecerdasan memancar dari wajah Beliau sehingga menarik rasa cinta setiap orang yang melihatnya. Jika Beliau datang, Beliau langsung duduk di tempat duduk kakeknya. Ketika para pamannya berusaha memindahkan Beliau dari tempat itu, sang kakek pun melarangnya dan berkata, “Biarkan cucuku ini, demi Alloh ia memiliki kedudukan istimewa.” Sang kakek meninggal dunia pada saat Muhammad berusia 8 tahun.
9. Setelah itu, Muhammad diasuh oleh pamannya; Abu Tholib. Beliau sangat disayang oleh pamannya tersebut, bahkan pamannya selalu berada di sisi Muhammad , merawatnya, melindunginya dan membelanya. Bahkan hingga Beliau telah diangkat menjadi Rosul utusan Alloh.
www.inilahfikih.com