KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
PEMBOIKOTAN KAUM MUSLIMIN
1. Setelah berbagai upaya mencegah dakwah Rosululloh menemui kegagalan, kaum kafir Quroisy menempuh jalan lain, yaitu pemboikotan. Mereka bersepakat memboikot Bani Hasyim dan Bani Muttolib dengan melarang mengadakan pernikahan, berjual beli, bergaul, berkunjung dan berbicara kepada mereka. Kesepakatan tersebut mereka tulis dan digantung di Ka’bah. Akibat pemboikotan tersebut Bani Hasyim dan Bani Muttolib menjadi terisolir, baik yang beriman maupun yang kafir, kecuali Abu Lahab.
2. Pemboikotan ini berlangsung selama tiga tahun lamanya. Semakin lama pemboikotan semakin keras hingga mereka mengalami kelaparan luar biasa bahkan mereka hanya makan dedaunan dan kulit binatang. Setelah tiga tahun, pemboikotan pun dibatalkan, hal tersebut dikarenakan adanya pertentangan di dalam kalangan Quroisy sendiri, karena pemboikotan tersebut membuat sanak saudara mereka sendiri menderita. Bahkan yang menentang pemboikotan tersebut adalah suara terbanyak.
3. Abu Tholib diberitahu oleh Rosululloh bahwa Alloh telah mengutus rayap-rayap untuk memakan lembaran-lembaran tulisan maklumat pemboikotan, hingga tersisa hanya kalimat yang terdapat lafaz Alloh. Maka Abu Tholib pun menyampaikan perihal ini kepada kaum Quroisy dan mengatakan, “Jika ia berdusta akan kami biarkan kalian berbuat suka hati kalian kepadanya. Namun jika ia benar, hendaklah kalian menghentikan boikot dan kezoliman kalian kepada kami.”
4. Kemudian Muth’im bermaksud merobek lembaran perjanjian pemboikotan tersebut, namun didapati bahwa rayap telah memakan lembaran-lembaran tersebut kecuali tulisan,
بسمك اللهم
“Dengan nama-Mu ya Alloh”
dan kalimat yang terdapat lafaz Alloh di dalamnya.
5. Dengan demikian berakhirlah pemboikotan, Rosululloh pun keluar dari perkampungan. Sementara orang-orang musyrik telah melihat bukti kenabian Beliau yang sangat jelas, namun tetap saja mereka berpaling dan menuduh bahwa itu semua adalah sihir belaka. Sebagaimana yang Alloh firmankan,
وَإِنْ يَرَوْا آيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِر
“Jika mereka orang-orang musyrikin melihat suatu mukjizat, mereka pun ber-paling dan berkata: “Ini adalah sihir yang terus menerus.” (QS. Al-Qomar: 2)
6. Setelah itu Rosululloh dan kaum muslimin kembali kepada kehidupan yang semula. Namun meskipun orang-orang kafir sudah tidak lagi memboikot, namun mereka tetap berupaya menghalangi dakwah Rosululloh.
www.inilahfikih.com