KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
MEMBANGUN MASYARAKAT BARU DI MADINAH
1. Langkah pertama yang dilakukan Rosululloh saat tiba di Madinah adalah membangun masjid Nabawi. Lokasinya diambil di tempat berdekamnya unta Rosululloh . Lokasi tanah tersebut dibeli dari dua orang anak yatim.
2. Pembangunan masjid pun dimulai dan Rosululloh terlibat langsung di dalamnya, Beliau mengangkat batu seraya melantunkan bait sya’ir sehingga menambah semangat para sahabat untuk bekerja. Kiblat masjid menghadap ke Baitul Maqdis (sebelum kiblatnya dirubah ke Masjidil Harom). Selesai mem-bangun masjid, Rosululloh membangun perumahan untuk istri-istrinya, yang terbuat dari tanah liat dengan atap pelepah kurma. Masjid Nabawi pada saat itu, selain sebagai tempat sholat, juga merupakan tempat berkumpul kaum muslimin untuk membicarakan berbagai hal penting dan menyelesaikan ber-bagai perkara di antara mereka. Selain itu, berfungsi juga sebagai tempat tinggal bagi kalangan Muhajirin yang tidak mendapatkan tempat tinggal atau sanak saudara di Madinah.
3. Langkah Rosululloh berikutnya adalah mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshor. Hal tersebut terjadi di rumah Anas bin Malik. Saat itu berkumpul sembilan puluh orang, sebagian dari kalangan Anshor, dan sebagian lagi dari kalangan Muhajirin. Lalu Rosululloh mempersaudarakan mereka satu per-satu, untuk saling tolong-menolong.
4. Persaudaraan tersebut benar-benar diwujudkan oleh kaum muslimin dengan kesungguhan. Orang-orang Anshor sangat besar perhatiannya terhadap saudara-saudaranya dari kalangan Muhajirin. Mereka sangat mengasihi saudaranya, mengorbankan hartanya, bahkan lebih mementingkan saudaranya (itsar) walaupun mereka sendiri dalam kondisi membutuhkan. Sementara kaum Muhajirin menerimanya dengan sewajarnya, tidak menjadikannya sebagai kesempatan yang berlebih-lebihan.
5. Rosululloh mempersaudarakan antara Abdurrohman bin Auf dan Sa’ad bin Robi. Sa’ad berkata: “Saya orang Anshor yang kaya, saya akan bagi dua harta saya, dan saya memiliki dua istri, yang mana yang kamu suka, sebutkan saja, saya akan menceraikannya dan jika telah selesai iddahnya nikahilah.” Namun dengan santun Abdurrohman bin Auf menjawab: “Semoga Alloh memberkahi-mu, keluargamu dan hartamu, mohon tunjukkan saja kepada saya di mana pasar Madinah?”.
6. Lalu Sa’ad menunjukkan kepadanya pasar Bani Qoinuqo untuk melakukan kegiatan perdagangan di sana, dan tidak beberapa lama dia sudah dapat menghasilkan keuntungan yang besar. Tindakan mempersaudarakan ini sangat efektif dalam mengatasi problem kesenjangan sosial antara kaum Muhajirin dan Anshor.
7. Kemudian, Rosululloh mengadakan perjanjian antar sesama muslim. Ada 16 butir isi perjanjian, yang secara umum berisi tentang perintah untuk bersatu dan saling tolong menolong, larangan menzolimi, menjaga kehormatan jiwa dan menjadikan Alloh dan Rosul-Nya sebagai rujukan dari semua perselisihan di antara mereka. Dengan adanya perjanjian tersebut, kekuatan sendi-sendi masyarakat semakin kokoh. Bahkan Rosululloh juga mendidik para sahabat agar menjadi pribadi-pribadi mukmin sejati, berakhlak mulia, dan taat beribadah kepada Alloh .
8. Keberadaan kaum Yahudi sebagai bagian masyarakat Madinah tidak dapat dipungkiri. Walaupun mereka membenci Islam dalam dirinya, tapi sampai saat itu, mereka tidak menampakkan permusuhan. Karena itu, Rosululloh merasa perlu mengadakan perjanjian dengan mereka untuk semakin menguatkan sendi-sendi masyarakat Madinah. Inti dari perjanjian tersebut adalah, saling menjaga keamanan bersama, saling menasihati, saling membantu, saling membela dari serangan musuh dan menghormati kepercayaannya masing-masing.
www.inilahfikih.com