HIJRAH KE MADINAH

HIJRAH KE MADINAH

1. Ketika kaum musyrik Quraisy mengetahui keislaman sekelompok penduduk Madinah, mereka pun meningkatkan penindasannya kepada kaum mukminin di Mekkah. Karena itu Nabi memerintahkan kaum muslimin Mekkah untuk hijrah ke Madinah. Mereka semua berhijrah secara sembunyi-sembunyi, kecuali Umar , ia mengumumkan hijrahannya pada kaum musyrikin Quroisy.
2. Ketika kaum Quroisy mengetahui dengan pasti bahwa orang-orang Islam di Madinah memperoleh kemuliaan dan kekuatan, mereka mengadakan pertemuan besar di Darun Nadwah untuk membicarakan putusan yang akan ditujukan kepada Muhammad . Akhirnya mereka sepakat memilih di setiap kabilah mereka satu orang pemuda terkuat yang akan ditugaskan untuk membunuh Rosululloh . Tak lama kemudian, tepat pada malam menjelang Rosululloh hijrah, para utusan kaum Quroisy yang bertugas membunuh Rosululloh berdiri di depan pintu rumah Beliau, menunggu Nabi keluar.
3. Pada malam itu Rosululloh tidak tidur di tempatnya dan digantikan oleh Ali bin Abi Tholib . Dengan kuasa Alloh, Rosululloh meninggalkan rumahnya tanpa disadari oleh para petugas yang ingin membunuh tersebut. Beliau pergi ke rumah Abu Bakar. Sebelumnya, Abu Bakar telah menyiapkan kendaraan untuk hijrah bersama Rosululloh , kemudian mereka bergegas pergi dengan menyewa jasa Abdulloh bin Ariqath Ad-Daili untuk menunjukkan jalan ke Madinah. Rosululloh dan sahabatnya Abu Bakar berangkat ke Madinah pada hari Kamis, hari pertama di bulan Robiul Awal tahun ke-53 dari kelahiran Beliau. Tidak ada yang mengetahui hijrah Rosululloh selain Ali dan keluarga Abu Bakar. Rosululloh dan Abu Bakar bersama si penunjuk jalan melewati jalur Yaman hingga sampai di Gua Tsur. Mereka berdiam diri di dalamnya selama 3 malam.
4. Di tempat lain, kegoncangan besar menimpa kaum Quroisy begitu mengetahui Rosululloh selamat dari maut. Lantas mereka keluar mencari Rosululloh di sepanjang jalur kota Mekkah, tetapi tidak menemukannya. Mereka memutar haluan ke jalur menuju Yaman dan berhenti tepat di mulut gua Tsur. Namun mereka tidak melihat ke dalam gua.
5. Ketika Abu Bakar melihat kaki-kaki orang musyrik sedang berdiri di pintu gua, ia gemetar karena khawatir akan keselamatan Nabi . Namun Nabi menenangkannya dengan berkata, “Wahai Abu Bakar, apa engkau menganggap bahwa kita hanya berdua saja? Tenang, ada Alloh yang ketiga.
6. Setelah usaha pencariannya tidak membuahkan hasil, kaum kafir Quroisy mengumumkan pada beberapa kabilah yang tamak, bahwa bagi setiap orang yang mengetahui keberadaan Muhammad dan sahabatnya, lalu membunuh atau menawannya hidup-hidup, akan diberi imbalan yang menggiurkan. Mendengar pengumuman itu, Suraqoh bin Ja’syam bergegas untuk menangkap keduanya agar mendapatkan imbalan tersebut. Suraqoh bin Ja’syam pun berhasil menemukan dan mengikuti jejak Nabi . Ketika dia mendekat, tiba-tiba kaki kudanya terperosok ke dalam pasir hingga tidak mampu berjalan, ia pun berusaha mendorong kudanya agar berjalan ke arah Nabi , tapi kuda itu menolak. Saat itu, dia yakin bahwa yang berada di depannya adalah manusia yang agung, Rosul yang mulia. Suraqoh lalu meminta Nabi menjanjikan sesuatu jika dia menolongnya, Beliau pun berjanji akan memberikan dua gelang tangan yang dikenakan Raja Kisro. Lantas Suraqoh kembali ke Mekkah dan berpura-pura seakan dia tidak menemukan seorang pun.
7. Selama perjalanan menuju Madinah, Rosululloh singgah ke Quba, kota di sebelah selatan Madinah. Di sana Beliau mendirikan masjid yang pertama kali dibangun dalam sejarah Islam. Rosululloh dan Abu bakar sampai ke Madinah pada hari Senin tanggal 10 Robiul Awal. Setelah para sahabat menanti lama, dimana mereka setiap hari naik dataran tinggi Madinah. Ketika para sahabat melihat Rosululloh tiba, mereka sangat bahagia dan serentak mendendangkan syair diiringi rebana.

www.inilahfikih com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *