KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
PERANG UHUD
1. Disebut perang Uhud karena terjadi di dekat bukit Uhud yang terletak sekitar 5,5 KM dari Madinah. Perang Uhud terjadi pada bulan Syawal tahun 3 Hijriyah.
2. Setelah orang-orang kafir mengalami kekalahan di perang Badar. Kaum kafir Quroisy berambisi untuk mengembalikan martabat mereka di antara semua kabilah Arab dan berupaya membuka kembali jalur perdagangan menuju negeri Syam yang berhasil ditutup oleh umat Islam. Atas latarbelakang inilah kaum kafir Quroisy berkeinginan untuk membalas dendam atas kekalahan besar yang dialaminya pada perang Badar.
3. Kaum kafir Quroisy menyiapkan pasukan yang berjumlah besar dan bekal yang sangat banyak, meminta bantuan kabilah-kabilah yang bisa mereka gerakkan untuk ikut berperang, juga para pengikut mereka yang terdiri dari budak-budak Habsyi. Mereka juga mengumpulkan pemuda-pemuda yang gagah berani sebagai persiapan untuk melakukan penyerangan besar.
4. Seluruh kaum Quroisy keluar bersama para wanita mereka menuju Madinah di bawah tiga panji. Panji yang terbesar dipimpin oleh Tholhah bin Abu Tholhah dengan jumlah pasukan sebanyak 3000 orang. Mereka membawa perlengkapan perang dan senjata yang sangat banyak dengan membawa 200 ekor kuda dan 3000 ekor keledai. Di antara mereka terdapat 700 orang pasukan yang memakai baju perang. Panglima pasukan perang dipegang oleh Abu Sufyan.
5. Kabar berita akan adanya penyerangan orang-orang kafir Quroisy ke Madinah pun terdengar oleh Rosululloh . Beliau mengajak kaum muslimin untuk siap-siap melawan kafir Quroisy. Bersama 1000 pasukan Rosululloh berangkat menuju Uhud. Namun, di tengah perjalanan 300 orang prajurit keluar dari barisan di bawah pimpinan orang munafik tulen yaitu Abdulloh bin Ubay bin Salul. Sehingga yang tersisa tinggal 700 prajurit.
6. Sesampainya Rosululloh di Uhud, beliau mengatur strategi perang, dan menempatkan pasukan 50 pemanah ulung di salah satu bukit untuk menghadang pasukan musuh yang akan menyerang kaum muslimin. Pasukan pemanah ini dilarang meninggalkan bukit tersebut dalam kondisi apapun tanpa izin dari Rosululloh .
7. Pada awalnya kemenangan didapatkan oleh kaum muslimin, dan kafir Quroisy pun lari kocar-kacir. Melihat kekalahan kafir Quroisy, sebagian pemanah yang berada di atas bukit turun untuk mengambil harta rampasan perang. Mereka telah menyelisihi perintah Rosululloh .
8. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Kholid bin Walid yang ketika itu masih kafir dan menjadi panglima berkuda kafir Quroisy untuk mengambil alih bukit yang sebelumnya ditempati oleh pemanah kaum Muslimin. Sehingga pasukan kaum muslimin pun lari tak tentu arah karena serangan mendadak yang dilakukan pasukan berkuda Kholid bin Walid. Karena sebab inilah kaum Muslimin mendapatkan kekalahan, yang sebelumnya hampir menang.
www.inilahfikih.com