KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
LUPA MEMBACA SURAT SETELAH AL-FATIHAH
Dari Yuli, Assalamualaikum pak ustadz, aku ingin tanya mengenai shalat, kalau setelah fatihah pada rakaat ke 2 lupa baca surat, boleh gak kita baca dirakaat ke -3? makasih
Jawaban: Bacaan al-Quran yang statusnya rukun dalam shalat hanyalah al-Fatihah, menurut pendapat mayoritas ulama. Inilah pendapat yang lebih kuat, berdasarkan hadis dari Ubadah bin Shomit bahwa Nabi bersabda:
لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الكِتَابِ
“Tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca Al Fatihah.” (HR. Bukhari)
Sementara bacaan surat setelah al-Fatihah, hukumnya anjuran dan tidak wajib.
Terdapat riwayat yang menunjukkan bahwa bacaan surat selain al-Fatihah hukumnya tidak wajib. Hadis ini bercerita tentang kasus antara sahabat Muadz dengan seorang pemuda yang menjadi makmumnya. Diantara kebiasaan Muadz, beliau shalat isya bersama Nabi masjid nabawi, kemudian Muadz pulang dan mengimami shalat di masjid kampungnya. Suatu malam, seusai jamaah isya bersama Nabi , Muadz pulang ke kampungnya dan mengimami shalat isya.
Kemudian Muadz membaca surat al-Baqarah. Salah satu diantara makmum Muadz adalah seorang pemuda dari Bani Salamah, yang bernama Salim. Ketika merasa shalatnya Muadz kepanjangan, dia langsung membatalkan diri dan shalat sendiri di sudut masjid, lalu pulang membawa ontanya. Seusai shalat, jamaah lainnya melaporkan kepada Muadz. Beliaupun berjanji akan melaporkannya kepada Rasulullah . Ketika dipertemukan, pemuda ini melaporkan,
يَا رَسُولَ اللَّهِ، يُطِيلُ الْمُكْثَ عِنْدَكَ، ثُمَّ يَرْجِعُ فَيُطَوِّلُ عَلَيْنَا
Wahai Rasulullah, beliau shalat bersama anda di masjid nabawi hingga larut, kemudian beliau pulang dan mengimami kami dengan shalat yang sangat panjang. Komentar Nabi kepada Muadz,
أَفَتَّانٌ أَنْتَ يَا مُعَاذُ؟
“Apakah kamu ingin membuat fitnah, wahai Muadz?”
Lalu Nabi tanya, apa yang dibaca orang ini dalam shalatnya.
كَيْفَ تَصْنَعُ يَا ابْنَ أَخِي إِذَا صَلَّيْتَ؟
“Wahai keponakanku, apa yang kamu lakukan ketika shalat?”. Pemuda ini menjawab:
أَقْرَأُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ، وَأَسْأَلُ اللَّهُ الْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِهِ مِنَ النَّارِ، وَإِنِّي لَا أَدْرِي، مَا دَنْدَنَتُكَ وَدَنْدَنَةُ مُعَاذٍ
Aku membaca al-Fatihah, aku memohon surga dan berlindung dari neraka. Dan aku tidak tahu apa yang anda baca ketika shalat maupun yang dibaca Muadz. Nabi membenarkan apa yang dibaca pemuda ini,
إِنِّي وَمُعَاذٌ حَوْلَ هَاتَيْنِ أَوْ نَحْوَ ذِي
“Saya dan Muadz kurang lebih sama dengan bacaan ini.” (Cerita lengkap ini ada dalam riwayat Ibn Khuzaimahno. 1643, sementara perkataan sang pemuda, juga disebutkan dalam riwayat Abu Daud no. 793)
Kebiasaan shalat pemuda ini, dibenarkan oleh Nabi . Menunjukkan bahwa semata membaca al-Fatihah hukumnya boleh. Jadi, apabila anda lupa membaca surat setelah al-Fatehah pada rakaat ke-2, tidak perlu membacanya pada rakaat ke-3. Wallahu a`lam