Yang Menyebabkan Banyak Wanita Masuk Neraka

Yang Menyebabkan Banyak Wanita Masuk Neraka

Ada yang pernah menyampaikan kepada saya “pak ustadz istri saya sering keluar rumah malam hari, kumpul dengan kawan-kawannya, dan kembali larut malam bahkan pernah saya tegur justru ia marah- marah dan membawa pisau mengancam saya”

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan suami ini.

Entah kedurhakaan level berapa yang istri lalukan pada sang suami ini. Rasulullah bersabda;

إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ أَنْ تَجِيْءَ لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ

“Jika seorang suami mengajak istrinya ke atas ranjangnya, tetapi ia tidak mematuhinya, maka para Malaikat akan melaknatnya sampai pagi.” (HR. Muslim)

Perhatikan hadits ini, jika istri menolak hubungan badan saja mendapatkan laknat lalu bagaimana dengan istri yang mengancam suaminya?

Sungguh benar apa yang disabdakan Rasulullah bahwa wanita adalah yang paling banyak masuk neraka.

Setidaknya ada 2 hal yang membuat banyak wanita masuk ke neraka. Apa itu?

Cukup jawabannya bisa disimak dalam hadits berikut.

Seselesainya dari shalat Kusuf (shalat Gerhana), Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda menceritakan surga dan neraka yang diperlihatkan kepada beliau ketika shalat,

وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907).

Mengkufuri suami dan mengkufuri pemberian suami inilah sebab pertama yang menjadikan wanita paling banyak masuk neraka. Sampai-sampai Nabi mendetailkan dengan contoh, dimana jika seorang suami memberi sesuatu pada istri lalu pada suatu kesempatan sang suami melakukan sesuatu yang tidak berkenan di hati istri maka istri ini merasa suami tidak pernah memberi apapun pada dirinya.

Permisalan yang sering saya ceritakan di hadapan ibu-ibu saat memberikan ceramah yaitu seandainya istri meminta suami membelikan 10 barang tertentu misal tas, bakso, buah-buahan, kacamata, pulpen, bedak, piring, sandal, sepatu dan baju.

Kebetulan suami baru mampu membelikan 7 item dari 10 item tersebut, sehingga tersisa yang belum terbeli yaitu baju, bedak dan sandal maka sang istri pun marah, sehingga sang istripun merasa dirinya tidak diberi apapun oleh suami, padahal sudah 7 item yang diberikan suami padanya.

Seorang suami telah bersusah payah memberi nafkah lahir batin dan kebutuhan sang istri, namun dalam suatu kesempatan sang istri meminta diantar ke orang tua, atau kawan atau saudaranya namun suami belum mampu mengantarnya, maka sang istripun marah dan merasa suaminya belum berbuat apapun kepada istrinya.

Sebab kedua yang menyebabkan wanita banyak masuk neraka adalah banyak mengeluh.

لِأَنَّكُنَّ تُكْثِرْنَ الشَّكَاةَ، وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ

“Karena kalian banyak mengeluh dan kufur terhadap suami.” [HR. Muslim

Sifat mengeluh sepertinya ada pada semua wanita walaupun levelnya berbeda-beda. Apa yang dikeluhkan wanita? Tentu beragam bentuknya sesuai yang didapati pada perjalanan hidup istri bersama suaminya.

Gaji suami telat mengeluh, kontrakan sempit mengeluh, capek mengeluh, rumah bising mengeluh, suami sibuk dengan tugasnya mengeluh, ada masalah dengan ortunya mengeluh, ada masalah dengan tetangga dan temannya mengeluh, mengeluh tentang anak, mengeluh tentang ranjang dan beragam keluhan lainnya.

Sebagai suami tentu harus sadar bahwa dirinya punya tugas besar untuk meluruskannya, membimbingnya dan mengajaknya masuk surga in syaAllah.

Jika keshalehan yang hakiki terwujud dalam jati diri sang istri maka suami telah mendapatkan sebaik-baik perhiasan dunia.

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِهَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (Hadits riwayat Muslim dari Abdullah ibnu Umar)

Wallahu a’lam

@Abul Fata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *