“Tidak Semua Menyakiti Hati Orang Lain Itu Berdosa”

“Tidak Semua Menyakiti Hati Orang Lain Itu Berdosa”

Entah berapa orang yang sudah curhat dan konsul, curhatan istri atas perilaku suami maupun curhatan suami atas perilaku istri.

Kesimpulan dari semua itu adalah masing-masing diri harus berusaha kuat menjaga sikap, maksudnya setiap sikap ini sudah sesuai koridor syariat atau bukan. Karena banyak sekali yang membuat prahara rumah tangga adalah sikap yang tidak sesuai syariat.

Dan syariat itu tolok ukur utama. Karena sebagian orang bertolok ukur pada perasaan. Saya beri contoh saja, seorang istri seringkali mengucap “pak ustadz saya didzolimi suami”.

Ini kalimat yang paling banyak saya dengar. Karena sudah banyak kasus yang saya dapati sehingga saya pun tidak begitu cepat mengiyakan dan membenarkan ucapan si istri tersebut. Mengapa? Karena menyimpulkan masalah itu butuh uraian yang sangat detail dan juga harus dari dua arah. Terkadang kedzaliman yang istri maksud ternyata bukanlah kedzaliman dalam kacamata syariat namun dalam kacamata perasaan.

Harus diketahui bahwa tidak semua perbuatan yang membuat sakit hati orang itu berdosa.

Misal;

-Seorang ustadz datang ke pelaku riba, lalu dinasehati, ini seringkali membuat sakit hati bahkan marah pelakunya

-Suami mampu poligami lalu poligami, maka ini membuat sakit hati istri pertamanya

-Orang tua melarang anak wanitanya keluar di malam hari tanpa mahram dan tujuan yang jelas maka ini membuat sakit hati sang anak

-Atasan mendapati bawahannya melanggar lalu diingatkan, ini seringkali membuat sakit hati sang bawahan

-Seorang guru menegur muridnya yang merokok, ini akan membuat sakit hati sang siswa

Dan beragam lainnya.

Wallahu a’lam

@Abul Fata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *