FATWA ULAMA-ULAMA BESAR MUTAQODDIMIN (TERDAHULU) DAN KONTEMPORER TENTANG ANJURAN MEMBACA SURAT AL-KAHFI PADA HARI/MALAM JUM’AT

FATWA ULAMA-ULAMA BESAR MUTAQODDIMIN (TERDAHULU) DAN KONTEMPORER TENTANG ANJURAN MEMBACA SURAT AL-KAHFI PADA HARI/MALAM JUM’AT

1. Imam Asy-Syafii rahimahullah dalam kitabnya “AL-UM” pada bab:

مَا يُؤْمَرُ بِهِ فِي لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ وَيَوْمِهَا

disebutkan;

وَأُحِبُّ قِرَاءَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ، وَيَوْمَهَا لِمَا جَاءَ فِيهَا

“Dan aku senang (menganjurkan) membaca surat al-kahfi pada malam jum’at dan pada siang harinya, berdasarkan riwayat yang datang tentang ini”

2. Imam Asy-Syirazi Asy-Syafii dalam kitabnya “Al-Muhadzdzab” mengatakan;

ويستحب أن يقرأ يوم الجمعة سورة الكهف لما روي عن ابن عمر رضي الله عنه أنه قال: من قرأ سورة الكهف يوم الجمعة غفر له ما بين الجمعة الى الجمعة

“Dan dianjurkan membaca surat al-kahfi pada hari jum’at berdasarkan riwayat Ibnu Umar bahwa beliau berkata: “Barang siapa membaca surat al-kahfi pada hari jum’at, niscaya akan diampuni dosanya antara jum’at dengan jum’at berikutnya”.

3. Imam Abu Zakariya An- Nawawi rahimahullah dalam kitabnya “AL-ADZKAR” berkata;

ويقرأ سورة الكهف في يومها. قال الشافعي رحمه الله في كتاب الأم: وأستحب قراءتها أيضا في ليلة الجمعة

“Dan dianjurkan membaca surat al-kahfi pada hari jum’at. Imam Asy-Syafii rahimahullah berkata dalam kitab “AL-UM”, “Dan saya menganjurkan membacanya juga pada malam jum’at”.

4. Imam Ibnu Qudamah Al-Hambali dalam kitabnya “AL-MUGNI” berkata:

ويستحب قراءة الكهف يوم الجمعة

“dan dianjurkan membaca surat al-kahfi pada hari jum’at”. Di antara dalil yang dicantumkan, dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu. Beliau radhiyallahu ‘anhu berkata,

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ، أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ

“Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat, ia akan diterangi dengan cahaya di antara ia dengan Ka’bah.” (HR. Ad-Darimi dalam Sunan-nya no. 3450, disahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib no. 736.)

5. Syaikh Sholeh Al-Fauzan berkata: “Hadits-haditsnya ada kelemahan, akan tetapi sebagian ulama mengatakan haditsnya bisa naik ke derajat HASAN. Barang siapa mengamalkannya maka tidak mengapa, begitu juga barang siapa meninggalkannya juga tidak mengapa, permasalahan ini longgar. [https://youtu.be/DzEP2BDGdWg]

6. Syaikh Abdul ‘Adzim bin Badawi Al-Khalafi dalam kitabnya “AL-WAJIZ” pada bab “doa dan zikir yang dianjurkan dibaca pada hari jum’at:”membaa surat al-kahfi”

عن أبي سَعيدٍ الخُدريِّ عنِ النبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم أنَّه قال: مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

Dari Abi Said Al-Khudri radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau bersabda; “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (Shahih dalam kitab irwa’ul ghalil no 626 dan shahih jami’us shaghir no 6470 karya Syaikh Al-Albani, Kitab Mustadrak karya Imam Al-Hakim dan dalam kitab Imam Al- Baihaqi)

7. Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata;

فإذا قرأها، قرأ الكهف يوم الجمعة؛ فهذا فيه خير عظيم، وفضل كبير، ويرجى له في ذلك ما ورد في الأحاديث

“Apabila membacanya, membaca surat al-kahfi pada hari jum’at, ada kebaikan yang besar, keutamaan yang besar, dengan harapan sebagaimana tertera dalam hadis-hadis”

8. Dalam situs Islam [www.dorar.net] dibawah asuhan syaikh Alawi bin Abdil Qadir As-saqqof disebutkan;

استحَبَّ الجمهور: الحَنَفيَّة، والشافعيَّة، والحَنابِلَة، قراءةَ سورةِ الكهفِ يومَ الجُمُعة واختاره ابنُ الحاج من المالِكيَّة، وابنُ باز، وابنُ عثيمين
الدَّليلُ مِنَ السُّنَّة
عن أبي سَعيدٍ الخُدريِّ عنِ النبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم أنَّه قال: ((مَن قَرَأَ سورةَ الكَهفِ يومَ الجُمُعةِ أضاءَ له من النورِ ما بَينَ الجُمُعتينِ ))

Mayoritas ulama, Hanafiyah, Syafiiyah, Hanabilah, berpendapat bahwa membaca surat Al-Kahfi pada hari jum’at dianjurkan, dan pendapat ini dipilih oleh Ibnul Haj seorang ulama Malikiyah, Syaikh Ibnu Baz dan Syaikh Ibn Utsaimin. Dalilnya;

عن أبي سَعيدٍ الخُدريِّ عنِ النبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم أنَّه قال: مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

Dari Abi Said Al-Khudri radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau bersabda; “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470)

9. Dalam situs Islam ternama [islamweb.net] disebutkan pembahasan khusus dalam artikelnya berjudul, “derajat hadits tentang membaca surat al-kahfi pada hari jum’at”. Di sebutkan;

وعلى ذلك فإن الأحاديث الواردة في فضل قراءة سورة الكهف يوم الجمعة منها الصحيح ومنها غير ذلك

“atas dasar itu, hadits-hadits yang ada tentang keutamaan membaca surat al-kahfi pada hari jum’at, ada yang shahih dan ada yang tidak shahih”

Di antara yang shahih disebutkan;

وروى الحاكم في المستدرك مرفوعا إن من قرأ سورة الكهف يوم الجمعة أضاء له من النور ما بين الجمعتين. وصححه الألباني

Diriwayatkan Imam Al-Hakim dalam kitabnya Al-Mustadrak secara marfu’, “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” Dan dishahihkan oleh Al-Albani rahimahullah.

10. Imam Ibnu katsir rahimahullah dalam kitabnya tafsir Ibu Katsir dan Imam Asy-Asyaukani rahimahullah dalam kitab tafsirnya Fathul Qadir, saat membahas surat al-Kahfi menampilkan hadits-hadits keutamaan surat Al-Kahfi, di sana disebutkan hadits yang dishahihkan oleh Imam Al-Hakim tentang keutamaan membaca surat al-kahfi pada hari jum’at.

عن أبي سَعيدٍ الخُدريِّ عنِ النبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم أنَّه قال: مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

Dari Abi Said Al-Khudri radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau bersabda; “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi dan dishahihkan)

11. Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Alu Bassam dalam kitabnya, Taisirul Allam Syarah Umdatul Ahkam berkata;

ولهذا اليوم خصائص من العبادات، وأعظمها هذه الصلاة التي هي آكد الفروض وهكذا استحباب قراءة سورتي السجدة والإنسان في صلاة فجرها، وسورة الكهف في يومها

“Dan hari ini ada ibadah-ibadah khusus, dan yang paling agung adalah shalat jum’at yaitu merupakan kewajiban yang paling ditekankan, dianjurkan pula membaca dua surat yaitu surat as-sajdah dan al-insan pada shalat subuhnya, dan surat al-kahfi di siang harinya”.

Dan masih banyak sekali fatwa dan kitab fikih yang menjelaskan anjuran membaca surat al-kahfi pada hari jumat, hadisnya shahih atau minimal adalah hasan. Kalaupun ada sejumlah ulama yang menganggap hadisnya tidak shahih itu sah-sah saja, karena memang menilai sebuah hadis itu shahih atau tidaknya adalah merupakan ijtihad dari para peneliti hadis, antara peneliti yang satu dengan yang lain kadang membuahkan hasil berbeda-beda. Dan saya katakan tadi, terlalu banyak kitab fikih yang menyebutkan qaul/fatwa ulama yang mensunnahkan membaca surat al-kahfi pada hari/malam jum’at, kalau kita tampilkan semua maka terlalu panjang kutipannya. Kesimpulannya, hampir seluruh ulama baik mutaqoddimin maupun kontemporer berpendapat, di antara amalan sunnah hari jum’at adalah membaca surat al-kahfi. Wallahu A’lam

@Abul Fata Miftah Murod, Lc; S. Ud

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *