22 KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN DAN PUASA

22 KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN DAN PUASA

Bulan ramadhan sangat istimewa bagi umat Islam, kerinduan yang amat berat bagi umat Islam untuk berjumpa kembali dengannya, karena disanalah ladang amal yang subur sebagai tempat bercocok tanam kebaikan dan amal saleh. Bagi jiwa yang sungguh-sungguh keimanannya sudah pasti ia bergembira dengan kabar akan datangnya bulan ramadhan, segala hal ia persiapkan untuk memaksimalkan dalam memanfaatkan setiap momentum yang ada didalamnya.

Di bulan ramadhan ada suatu ibadah yang sangat agung dan mulia yaitu puasa ramadhan, yang telah diwajibkan atas kaum muslimin dan muslimat di seluruh penjuru dunia ini.

Apa sebenarnya keutamaan dan keistimewaan dari bulan ramadhan dan puasa itu sendiri?, mari kita simak uraian dari keutamaan ramadhan dan pasa berikut ini:

A. KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN

1. Pada bulan ramadhan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam diutus dengan membawa risalah Islam bagi seluruh ummat manusia. (Lihat Sirah Ibnu Hisyam Bab Diutusnya Muhammad Sebagai Nabi dan Rasul Serta Turunnya Al-Quran Secara Bertahap-Tahap Mengiringi Peristiwa Kehidupannya Sebagai Utusan Allah)

2. Ramadhan merupakan bulan diturunkannya Al-Quran. Allah Ta’ala berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. Al-Baqarah:185)

3. Bulan ketika pahala amal kebaikan dilipatgandakan dan derajat orang-orang yang berpuasa ditinggikan

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: Barang siapa yang mendekatkan diri kepada Allah di dalamnya (bulan ramadhan) dengan satu sifat kebaikan, maka ia seperti mengerjakan kewajiban pada bulan lain, dan barang siapa yang mengerjakan kewajiban didalamnya ia seperti mengerjakan tujuh puluh kewajiban dibulan lain. (HR. Ibnu Khuzaimah)

4. Ramadhan menghapus dosa hingga ramadhan berikutnya

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: Shalat lima waktu, jumat hingga jumat berikutnya, dan ramadhan hingga ramadhan berikutnya, adalah sebagai penghapus dosa-dosa diantara semuanya, bila dosa besar ditinggalkan. (HR. Muslim)

5. Pada bulan ini setan dibelenggu, pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

إذا دخل رمضان فتحت أبواب الجنة وغلقت أبواب جهنم وسلسلت الشياطين. متفق عليه

Apabila masuk bulan ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu jahanam ditutup, dan setan dirantai. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

6. Merupakan bulan kesabaran

Perkara-perkara yang sebelumnya diperbolehkan, disaat puasa ramadhan dilarang melakukannya, maka seorang muslim harus bersabar dengan aturan ini, juga bersabar dari berbagai hal lainnya.

Allah Ta’ala berfirman:

إنما يوفى الصابرون أجرهم بغير حساب

Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas. (QS. Az-Zumar:10)

7. Pada setiap malam di bulan Ramadhan, Allah Ta’ala mempunyai hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: Allah Subhanahu Wata’ala mempunyai hamba-hamba yang dibebaskan (dari neraka) pada setiap kali waktu berbuka.” (HR. Ahmad)

8. Bulan Ramadhan menjadi momentum bagi kita semua untuk masuk ke dalam barisan orang-orang besar.

Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam seraya berkata, ”Wahai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bagaimana pendapatmu bila saya bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa engkau adalah utusan Allah, saya juga mendirikan shalat lima waktu, menunaikan zakat, berpuasa dan bangun malam di bulan Romadhan, termasuk golongan siapakah saya?”. Beliau bersabda, “Termasuk golongan orang-orang yang jujur (shiddiq) dan syahid. (HR. Ibnu Hibban)

9. Bulan Terkabulnya Doa

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah mempunyai hamba-hamba yang dibebaskan (dari neraka) setiap hari dan setiap malam, masing-masing hamba itu memiliki doa yang dikabulkan.” (HR. Ahmad)

10. Bulan ramadhan adalah bulan keberkahan

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda kepada para sahabatnya:

“Telah datang kepada kalian bulan Romadhon, bulan yang penuh berkah, Alloh mewajibkan puasa atas kalian di dalamnya. (HR. Ahmad)

11. Dibulan ramadhan ada malam kemuliaan yaitu lailatul qadr

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ . وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْر. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ ألف شهر. تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ. سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemulian. Dan tahukan kamu apakah malam kemuliaan itu. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS. Al-Qadr: 1-5)

B. KEUTAMAAN PUASA

1. Puasa ramadhan menghapus dosa-dosa yang telah lalu

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدّم من ذنبه

Barangsiapa berpuasa karena iman dan mengharap pahala disisi Allah, niscaya diampunilah baginya dosa-dosa yang telah lalu. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2. Pintu surga Ar-Rayyan bagi yang berpuasa

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ .رواه  البخاري ومسلم

“Sesungguhnya di surga ada pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa di hari kiamat masuk dari pintu itu. Tidak dibolehkan seorang pun memasukinya selain meraka. Lalu dikatakan, ‘Dimana orang-orang yang berpuasa?’ Mereka pun bangkit, tidak ada seorang pun yang masuk kecuali dari mereka. Ketika mereka telah masuk, (pintunya) ditutup dan tidak seorang pun masuk lagi.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

3. Pahala puasa dilipatgandakan tanpa batas karena hanya Allah yang akan membalasnya

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, Allah berfirman:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ  فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ. رواه البخاري

“Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya dia untuk-Ku dan Aku  yang akan membalasnya. (HR. Al- Bukhari)

4. Puasa adalah tameng

Puasa adalah tameng dari segala keburukan, puasa adalah sarana pendidikan untuk menjadi pribadi yang mampu menahan hawa nafsu, amarah dan segala perbuatan dosa.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, Allah berfirman:

وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ. رواه البخاري

Puasa adalah tameng, kalau salah di antara kalian ada yang berpuasa, maka janganlah berkata jorok dan jangan berbicara keras. Kalau ada orang yang menghinanya atau hendak menyakitinya, maka katakanlah, ‘Sungguh aku sedang berpuasa.’ Demi jiwa Muhammad yang ada di tangan-Nya. (HR. Al-Bukhari)

5. Bau mulut orang berpuasa lebih wangi daripada minyak kasturi pada hari kiamat

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, Allah berfirman:

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْك. رواه البخاري

Bau mulut orang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dibandingkan bau minyak kasturi. (HR. Al-Bukhari)

6. Bagi orang berpuasa ada dua kegembiraan di dunia dan di akherat

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, Allah berfirman:

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ. رواه البخاري

Bagi orang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan; gembira ketika berbuka dan gembira dengan puasanya ketika bertemu dengan Tuhannya. (HR. Al-Bukhari)

7. Kedatangan bulan Ramadhan dan berpuasa di dalamnya adalah nikmat Allah Subhanahu Wata’ala yang agung bagi orang-orang yang dikehendaki-Nya.

Hal ini ditegaskan oleh sebuah hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu yang menuturkan, “Ada dua orang laki-laki dari negeri Qudha’ah yang masuk Islam di hadapan Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam. Laki-laki yang pertama gugur sebagai syahid dalam peperangan bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, sedang yang kedua wafat setahun sesudahnya. Thalhah bin ‘Ubaidillah radhiallahu ‘anhu (salah seorang sahabat yang utama) berkata, ‘Aku bermimpi melihat surga, lalu aku melihat orang yang mati syahid itu didahului oleh temannya ketika masuk surga, aku heran karenanya. Keesokan harinya aku sampaikan hal itu kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Beliau bersabda, ‘Apakah yang kalian herani dari mimpi tersebut? Bukankah ia sempat berpuasa Ramadhan setelah kematian temannya, ia pun telah sholat enam ribu rakaat atau sekian-sekian rakaat shalat sunnah?’. Para sahabat menjawab, ‘Ya, benar.’ Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya perbedaan tingkatan antara keduanya lebih jauh dari jarak antara langit dan bumi.’” (HR. Ahmad)

8. Puasa merupakan rukun keempat dari rukun-rukun Islam

عَنْ طَاوُسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَلَا تَغْزُو فَقَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الْإِسْلَامَ بُنِيَ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَحَجِّ الْبَيْتِ

Dari Thawus, bahwasanya seorang laki-laki berkata kepada Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma : “Tidakkah Anda berperang?”, maka dia berkata: “Sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya Islam dibangun di atas lima (pondasi): Syahadat Laa ilaaha illa Allah, menegakkan shalat, membayar zakat, puasa Ramadhan; dan haji. ” (HR Muslim)

9. Dalam ibadah puasa terhimpun 3 kesabaran

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Alu Bassam Rahimahullah berkata: Puasa termasuk ibadah yang paling utama, karena didalamnya terhimpun tiga macam kesabaran: 1. Kesabaran pada ketaatan kepada Allah, 2. Kesabaran dari kemaksiatan kepada Allah, 3. Kesabaran pada ketetapan Allah yang menyedihkan (Lihat Taisirul ‘Allam Bab Puasa)

10. Puasa memberi syafaat kepada pelakunya

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ قَالَ فَيُشَفَّعَانِ. رواه احمد

“Sesungguhnya puasa dan Al-Qur’an memberi syafa’at kepada pelakunya pada hari Kiamat. Puasa berkata, “Ya Tuhanku aku telah menahan hasrat makan dan syahwatnya, maka berilah aku izin untuk memberikan syafa’at kepadanya. Berkata pula al-Qur’an, ”Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya dari tidur untuk qiyamullail, maka berilah aku izin untuk memberikan syafa’at kepadanya. Nabi bersabda, “Maka keduanya diberikan izin untuk memberi syafaat.” (HR. Ahmad)

11. Dengan puasa bisa menjauhkan diri dari api neraka

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُوْمُ يَوْمًا فِي سَبِيْلِ اللَّهِ إِلاَّبَاعَدَ اللَّهُ بَذَلِكَ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِيْنَ خَرِيْفًا

“Tidaklah seorang hamba yang puasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Semoga Bermanfaat

Referensi:

1. Sahih Fikih Sunnah
2. Durusul ‘Am
3. Taisirul ‘Allam Fi Syarhi Bulughil Maram
4. Panduan Ramadhan Oleh Tim Ilmiyah MIM
5. Fikih Muyassar
6. Situs-Situs Islam

Oleh: Abul Fata Murod, S. Ud; Lc

Artikel:

alghurobasite.wordpress.com

Inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *