MANUSIA PENJUAL AGAMA

MANUSIA PENJUAL AGAMA

Hidayah memang mahal, perintah meminta hidayah minimal 17 kali perhari dishalat-shalat kita adalah bukti agungnya dan mahalnya hidayah. Itulah hidayah Islam, hidayah kebenaran, hidayah Al-Quran, hidayah yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabatnya Radhiyallahu Anhum Ajmain.

Walaupun hidayah itu mahal namun ada juga manusia-manusia pengikut hawa nafsu menjual hidayah yang mahal itu dengan secuil kelezatan dunia. Kebodohan dan hawa nafsu lah yang mendorong berbuat demikian, pemuja akal dan penikmat kelezatan dunia semata.

Nasehat nasehat yang luhur dianggap debu yang bertabur, nash-nash suci dianggap lonceng berbunyi , kabut-kabut fitnah yang gelap dan nyata dianggap biasa-biasa saja, telah mati hatinya. Berbicara manusia-manusia semacam ini teringat pesan mulia Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam:

ﺑَﺎﺩِﺭُﻭﺍ ﺑِﺎﻷَﻋْﻤَﺎﻝِ ﻓِﺘَﻨًﺎ ﻛَﻘِﻄَﻊِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﺍﻟْﻤُﻈْﻠِﻢِ ﻳُﺼْﺒِﺢُ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﻣُﺆْﻣِﻨًﺎ ﻭَﻳُﻤْﺴِﻰ ﻛَﺎﻓِﺮًﺍ ﺃَﻭْ ﻳُﻤْﺴِﻰ ﻣُﺆْﻣِﻨًﺎ ﻭَﻳُﺼْﺒِﺢُ ﻛَﺎﻓِﺮًﺍ ﻳَﺒِﻴﻊُ ﺩِﻳﻨَﻪُ ﺑِﻌَﺮَﺽٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ

“Bersegeralah melakukan amalan sholih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia” (HR. Muslim no. 118)

Semoga Alloh menjaga kita dari fitnah kekufuran dan fitnah dunia.Wallohu A’lam

Oleh: Abul Fata Miftah Murod, S. Ud; Lc

 

Artikel:

alghurobasite.wordpress.com

Inilahfikih.com

2 Replies to “MANUSIA PENJUAL AGAMA”

  1. Assalamualaikum. Perintah meminta hidayah itu seperti yg bagaimana, maaf saya masih sedikit memahaminya? apakah cukup dg ucapan seperti doa selesai shalat, atau apakah diaplikasikan dg perbuatan? Mohon petunjuk. Syukron.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *