Orang Yang Haid, Junub, Nifas dan Berhadats Diperbolehkan Berdzikir

Orang Yang Haid, Junub, Nifas dan Berhadats Diperbolehkan Berdzikir

Orang yang haid, nifas, junub dan berhadats diperbolehkan berdzikir.

Imam An-Nawawi Asy-Syafii rahimahullah berkata: “Para ulama sepakat tentang bolehnya berdzikir dengan hati dan lisan bagi orang yang berhadats, junub, haid dan nifas, seperti bertasbih, bertahlil, bertahmid, bertakbir dan bershalawat kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, berdoa dan lain sebagainya. Namun membaca Al-Quran diharamkan bagi orang yang junub, haid dan nifas, baik bacaan sedikit atau banyak bahkan sebagian ayat saja. Diperbolehkan membacanya dihati tanpa dilafadzkan, begitulah (diperbolehkan) melihat mushaf dan dibaca dengan hati (tidak disentuh dan dilafadzkan). Diperbolehkan bagi orang yang junub dan haid membaca surat Al-Baqarah ayat 156 disaat terjadi musibah, membaca surat Az-Zukhruf ayat 13 disaat menaiki kendaraan, membaca surat Al-Baqarah ayat 201 ketika berdoa akan tetapi semua itu tidak diniatkan membaca Al-Quran (akan tetapi hanya niat berdoa dan dzikir). ”

Semoga Bermanfaat. Wallahu A’lam

 

Referensi:

Kitab Al-Adzkar Al-Muntakhob Min Kalami Sayyidil Abror Karya Imam An-Nawawi Asy-Syafii Rahimahullah Dar- Attaqwa

 

Akhukum Fillah:

Abul Fata Miftah Murod, Lc

 

Ciomas, 09 September 2017

Artikel:

www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *