Agar Tambah Rejeki dan Panjang Umur Perbanyaklah Silaturrahim

Agar Tambah Rejeki dan Panjang Umur Perbanyaklah Silaturrahim

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَنْ أََحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ عَلَيْهِ فِي رِزْقِهِ, وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ, فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ )  أَخْرَجَهُ اَلْبُخَارِيُّ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa ingin dilapangkan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia menghubungkan tali kekerabatan (silaturrahim).” [Hadits Riwayat Al-Bukhari]

Silaturrahim hakikatnya adalah menyambung kembali hubungan kekerabatan yang diikat dengan nasab (jalur keturunan) yang pernah putus. Adapun menyambung persaudaraan dengan orang yang bukan senasab disebut silatul ukhuwwah.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ وَلَكِنْ الْوَاصِلُ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

“Orang yang menyambung silaturahmi itu, bukanlah yang menyambung hubungan yang sudah terjalin, akan tetapi orang yang menyambung silaturahmi ialah orang yang menjalin kembali hubungan kekerabatan yang sudah terputus”. [Muttafaqun ‘alaihi].

Hadits Abu Hurairah diatas yang menerangkan keutamaan menyambung tali silaturrahmi yaitu memanjangkan umur seolah-olah bertentangan dengan ayat:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلا يَسْتَقْدِمُونَ

“Tiap-tiap umat itu mempunyai waktu yang ditetapkan. Maka apabila telah datang waktunya, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya. ” (QS. Al-Araf: 34)

Sehingga para ulama membahas panjang lebar masalah ini.

Ada sebagian ulama mencoba menggabungkan antara ayat dan hadits tersebut sehingga memunculkan dua kesimpulan:

1. Bertambahnya umur dalam hadits tersebut hanya sebagai kinayah (analogi) keberkahan umur lantaran ia mendapatkan taufiq dari Allah dan berbuat taat

2. Bertambah umur dalam hadits tersebut memang betul-betul menunjukkan hakikatnya. Akan tetapi informasi bertambah dan berkurangnya umur tersebut yang berada di pencatatan malaikat bukan yang berada di sisi Allah.

Inilah ulasan singkat tentang masalah ini, jika kita bahas secara detail dengan banyak sudut pandang ulama maka akan menghasilkan banyak kesimpulan. Mari tingkatkan silaturrahim agar mendapatkan keutamaan sebagaimana dalam hadits.

Wallahu a’lam. Semoga bermanfaat

@Abul Fata Miftah Murod, Lc; S. Ud

Artikel:

www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *