KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
Tidak Usah Ragu Untuk Saling Berbagi Angpao Dan THR
Tidak bisa dipungkiri bahwa lebaran adalah momentum yang paling tepat untuk berkumpul dan saling berbagi hadiah dengan sanak famili. Bukan hendak mengkhususkan, akan tetapi momentum itulah yang paling tepat dan memungkinkan karena sebelumnya jarang bertemu juga kesibukan masing-masing ditambah dengan jarak yang jauh, dan banyak faktor lain tentunya.
Setidaknya ada dua alasan mengapa lebaran adalah momentum yang tepat dan memungkinkan untuk berkumpul dan saling berbagi. Pertama, disaat lebaranlah perusahaan atau lembaga memberi libur yang cukup panjang. Kedua, saat lebaranlah perusahaan atau lembaga memberikan gaji dua kali lipat.
Sehingga saat lebaranlah disitu ada waktu lebih dan uang lebih. Maka kita gunakan momentum emas ini untuk saling mengunjungi sanak famili, saling berbagi hadiah dan jika ada salah kita bermaaf-maafan yang biasanya kita hanya bisa meminta maaf lewat hp dan medsos, alangkah baik dan afdholnya di momentum ini kita saling menyapa, bertatap muka, minta maaf jika ada salah dan saling menebar senyum sesama kita.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
“Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya) kamu bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum.” [HR. Muslim]
“Hai orang-orang mukmin, Sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. At-taghabun:14)
Disamping itu jika kita ada uang lebih, maka kita saling memberi hadiah, saling berbagi THR atau angpao. Jika kita diberi hadiah oleh saudara, kita pun diperbolehkan membalas dengan memberi hadiah kepadanya.
وَعَنْ عَائِشَةَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا- قَالَتْ : كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقْبَلُ اَلْهَدِيَّةَ , وَيُثِيبُ عَلَيْهَا
‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah menerima hadiah dan membalasnya. [Hadits Riwayat Al- Bukhari]
Saling memberi hadiah adalah sarana terbaik untuk menanamkan rasa cinta diantara sesama kerabat.
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : ( تَهَادُوْا تَحَابُّوا ) رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ فِي اَلْأَدَبِ اَلْمُفْرَدِ وَأَبُو يَعْلَى بِإِسْنَادٍ حَسَن
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Saling memberi hadiahlah kamu sekalian, agar kalian saling mencintai.” [Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam kitab al-Adab al-Mufrad dan Abu Ya’la dengan sanad hasan]
Semoga kita termasuk hamba-Nya yang gemar silaturrahim dan memberi hadiah.
Semoga Bermanfaat
@Abul Fata Miftah Murod, Lc; S. Ud
Artikel:
www.inilahfikih.com