ABU HUROIROH  MENANGKAP JIN

ABU HUROIROH  MENANGKAP JIN

Oleh: Ganjar Wijaya

Dikesempatan kali ini kita ingin berkisah berkaitan dengan Abu Huroiroh … Kalian pasti tahu dong siapa Abu Huroiroh ini…? Ya, beliau adalah salah seorang sahabat dekat Rosululloh  . Saking dekatnya, kemanapun Rosululloh  pergi, maka Abu Huroiroh  senantiasa mengikuti Rosululloh . Hihi… Kenapa yah Abu Huroiroh selalu ingin berada di dekat Rosululloh  …? Jawabannya adalah, Abu Huroiroh  tidak pernah ingin kehilangan ilmu yang disampaikan oleh Rosululloh . Karena itulah Abu Huroiroh  terkenal sebagai orang yang paling banyak meriwayatkan hadits.

Subhanalloh…, hebat yah sahabat Rosululloh  yang satu ini. Beliau sangat giat menuntut ilmu, sampai-sampai, saat ini pun kita masih bisa menikmati ilmu-ilmu Islam, salah satunya karena peran Abu Huroiroh  ini.

Nah, bercerita tentang Abu Huroiroh  ini… Ada satu kisah yang cukup unik untuk kita simak dan dapat kita ambil pelajaran darinya, yaitu kisah Abu Huroiroh  menangkap jin.

“Apa, Abu Huroiroh  menangkap jin? Kok bisa? Jin kan tidak kelihatan ?”

Betul itu… Jin adalah makhluk ghoib yang tidak terlihat oleh mata kita, tetapi, dalam kondisi-kondisi tertentu, dengan izin Alloh , jin juga bisa menampakkan diri di hadapan manusia dengan bentuk rupa yang berbeda dengan aslinya, seperti yang dalam kisah Abu Huroiroh  ini.

Nah, jadi…, pada suatu hari, Abu Huroiroh  mendapatkan tugas dari Rosululloh  untuk menjaga zakat Romadhon berupa makanan. Kemudian, ketika malam hari tiba, ada seorang laki-laki yang tiba-tiba datang dan menguntil makanan makanan tersebut… Abu Huroiroh  kaget, dengan cepat ia menangkap orang tersebut. Abu Huroiroh  mengancam orang tersebut.

“Hei apa yang kamu lakukan… Sungguh aku akan membawamu ke hadapan Rosululloh  …”

Orang itu pun menjawab dengan penuh kesedihan, “Aduuuuuh… Tolong tuan jangan bawa aku… “Aku butuh makanan, sementara aku memiliki banyak tanggungan keluarga. Aku ditimpa kebutuhan yang banyak.”

Karena merasa kasihan, Abu Huroiroh  pun melepaskannya. Ketika pagi hari tiba, Rosululloh  menanyakan perihal orang yang ditangkap oleh Abu Huroiroh , “Wahai Abu Huroiroh… Apa yang diperbuat tawananmu semalam”

Abu Huroiroh  pun menjawab, “Wahai Rosululloh, ia mengeluh punya kebutuhan yang sangat dan punya tanggungan keluarga. Aku pun menaruh iba kepadanya hingga aku melepaskannya,”

Rosululloh  bersabda: “Sungguh dia telah berdusta kepadamu dan dia akan kembali lagi.”

Di malam berikutnya Abu Huroiroh  mengintai pencuri tersebut karena yakin pasti kembali sebagaimana yang dikatakan oleh Rosululloh , dan…, ternyata benar, ia datang lagi dan mulai menciduk makanan zakat. Maka kembali pula menangkapnya seraya mengancam: “Sungguh aku akan membawamu ke hadapan Rosululloh  untuk aku adukan perbuatanmu ini kepada beliau.”

Namun…, lagi-lagi si pencuri tersebut memelas dengan tatapan yang lebih menyedihkan lagi, “Biarkan aku karena aku sangat butuh makanan sementara aku memiliki tanggungan keluarga. Aku tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi.”

Mendengar alasan pencuri tersebut dan janji yang diucapkannya untuk tidak kembali lagi…, hati Abu Huroiroh  pun terenyuh kepadanya hingga melepaskannya. Di pagi harinya, Rosululloh  bertanya seperti di hari sebelumnya tentang pencuri tersebut, dan dijawab oleh Abu Huroiroh seperti hari sebelumnya juga, hingga Rosululloh  pun kembali mengatakan bahwa pencuri itu telah berdusta dan akan kembali.

Waaah, subhanalloh yah…, kok bisa sampai pencuri itu akan kembali… nekat sekali yah adik-adik tercinta si pencuri itu…? Memangnya siapa sih dia…

Nah, karena itu…, di malam yang ketiga, Abu Huroiroh  pun kembali mengintai orang itu yang memang ternyata datang lagi. Mulailah ia menciduk makanan. Segera Abu Huroiroh  menangkapnya dengan mengancam: “Sungguh aku akan membawamu ke hadapan Rosululloh   untuk aku adukan perbuatanmu ini kepada beliau. Ini untuk ketiga kalinya engkau mencuri, sebelumnya engkau berjanji tidak akan mengulangi perbuatanmu tetapi ternyata engkau mengulangi kembali.”

Sudah tidak lagi dapat mengelak dan yakin dirinya akan dibawa ke hadapan Rosululloh , maka si pencuri itu menawarkan sesuatu yang sangat Abu Huroiroh  cintai, yaitu sebuah ilmu.

“Lepaskan aku, sebagai imbalannya aku akan mengajarimu beberapa kalimat yang Alloh akan memberikan manfaat kepadamu dengan kalimat-kalimat tersebut,” janji orang tersebut.

Abu Huroiroh  menjawab: “Kalimat apa itu?”

Orang itu mengajarkan: “Apabila engkau berbaring di tempat tidurmu, bacalah ayat Kursi: (QS. Al-Baqoroh [2]: 255) hingga engkau baca sampai akhir ayat. Bila engkau membacanya maka terus menerus engkau mendapatkan penjagaan dari Alloh dan setan sekali-kali tidak akan mendekatimu sampai pagi hari.”

Merasa yakin bahwa apa yang diucapkan pencuri itu adalah benar, maka Abu Huroiroh  pun melepaskan pencuri itu, hingga di pagi hari Rosululloh  kembali bertanya kepada Abu Huroiroh  perihal pencuri itu. Abu Huroiroh  pun menjawab: “Wahai Rosululloh, ia berjanji akan mengajariku beberapa kalimat yang Alloh  akan memberikan manfaat kepadaku dengan kalimat-kalimat tersebut, akhirnya aku membiarkannya pergi.”

“Kalimat apa itu?”, tanya Rosululloh . Abu Huroiroh  menjawab seperti yang diutarakan pencuri tersebut.

Nabi  pun berkata: “Sungguh kali ini ia jujur kepadamu padahal ia banyak berdusta. Engkau tahu siapa orang yang engkau ajak bicara sejak tiga malam yang lalu, ya Abu Huroiroh?.”

“Tidak,” jawab Abu Huroiroh .

“Dia adalah setan (dari kalangan jin),” kata Rosululloh .

Nah, begitulah kisah yang dialami sahabat Abu Huroiroh  yang berulang kali menangkap seorang pencuri, yang ternyata…, tiada lain dia adalah setan dari kalangan jin. Banyak pelajaran yang dapat kita petik dari sini. Apa sajakah itu…??

Pertama, dari sini kita tahu, bahwa setan itu tidak hanya senang, tetapi sangat pandai berdusta, sampai-sampai…, ia berhasil membebaskan diri dari Abu Huroiroh  dengan berbagai tipuan dan janji yang sangat meyakinkan.

Kedua, dari kisah ini kita juga tahu, bahwa ternyata jin dapat dilihat oleh manusia, akan tetapi, sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama, bahwa tidak semua orang dapat melihatnya, hanya orang-orang yang dikehendaki oleh Alloh  saja, baik secara langsung, atau sang jin tersebut yang berkehendak untuk menampakkan dirinya, dan…, itu pun bukan dalam bentuk aslinya…, alias dia sudah berubah wujud.

Ketiga, Jin memakan makanan manusia, dan mereka bisa mengambil makanan yang tidak disebutkan nama Alloh  pada makanan tersebut. Makanya, jangan lupa baca bismillah yah.. sebelum makan.

Keempat, Terkadang setan mengetahui perkara yang bermanfaat bagi seorang mukmin.

Kelima, Setan senantiasa mengganggu kita. Oleh karena itu hendaknya kita senantiasa berdoa. Salah satunya dengan membaca ayat kursi… Sudah hafal kan ayatnya…? Alhamdulillah…, kalau begitu, yuk kita baca ayat kursi tersebut. Yuuuuuk…., Wallohu a’lam…

Artikel:

www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *