BERLINDUNG, DENGAN NAMA ALLOH YANG AGUNG

 BERLINDUNG, DENGAN NAMA ALLOH YANG AGUNG

Oleh: Solahudin, M.A

Rosululloh  bersabda:

مَنْ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلاَءٍ حَتَّى يُصْبِحَ وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُصْبِحُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلاَءٍ حَتَّى يُمْسِىَ

“Siapa yang berkata: “Dengan nama Alloh yang dengan nama-Nya tidak akan ada makhluk yang membahayakan di langit dan di bumi dan Dia Maha Mendengar dan Mengetahui” sebanyak tiga kali, maka dia tidak akan tertimpa keburukan mendadak sampai waktu subuh, dan siapa yang berkata itu ketika subuh tiga kali, maka dia juga tidak akan terkena keburukan mendadak sampai waktu sore”.

(HR Abu Daud dan disohihkan al-Albani)

Hadits ini diriwayatkan dari Aban putra Utsman bin Affan . Ketika meriwayatan hadits ini ternyata Aban tertimpa kelumpuhan, kemudian seorang lelaki yang mendengar hadits tersebut memandangi Aban, kemudian Aban berkata, “Mengapa engkau memandang saya seperti ini?” Demi Alloh  aku tidak berdusta atas nama ‘Ustman, dan ‘Utsman  pun tidak berdusta atas nama Rosululloh , adapun yang menimpaku hari ini, karena tadi aku marah sehingga lupa membaca dzikir ini.

Alloh  adalah pemilik segala yang di langit dan di bumi, secara kauniyah semua makhluk tunduk kepada-Nya. Sehingga ketika seorang hamba berlindung dengan nama-Nya maka dia akan dilindungi dan semua makhluk yang biasanya membahayakan menjadi tidak berdaya karena perlindungan Alloh  atas hamba tersebut.

Alloh  memiliki nama al–Maani’ (Yang Mencegah). Ad-Dhooru an-Naafi’ (Yang Membahayakan dan Memberikan Manfaat). Imam al-Munawi  berkata: ketika Alloh memiliki nama al-Maani’, itu berarti Alloh-lah yang mempu mencegah kebinasaan dan mencegah sesuatu yang dibenci, dan Alloh  akan mencegah hal ini dari siapa saja yang Dia kehendaki. Dan nama Alloh ad-Dhooru an-Naafi’ bermakna bahwa semua manfaat dan semua kecelakaan itu pada hakekatnya datang dari Alloh  atas kehendak-Nya, baik secara langsung atau tidak.

Hanya atas kehendak Alloh  api yang biasanya panas dan membakar menjadi dingin dan menyelamatkan Nabi Ibrohim  ketika dibakar oleh kaumnya yang kafir. Hanya atas kehendak Alloh  air yang biasanya menenggelamkan dan menghanyutkan menjadi menyingkir dan memberi jalan pada Nabi Musa  dan pengikutnya ketika dikejar oleh Fir’aun. Atas izin Alloh  semua penyakit Nabi Ayyub  sembuh total dari sekujur tubuhnya, dan atas seizin Alloh  pula Nabi Isa  bisa menyembuhkan beragam penyakit berbahaya di saat semua pikiran dokter lemah di hadapannya.

Ketika banjir bandang pertama terjadi di zaman Nabi Nuh , semua orang kafir mati dan tidak ada yang selamat kecuali mereka yang ikut serta dalam bahtera Nabi Nuh . Mereka terselamatkan atas pertolongan Alloh . Air yang begitu deras dan menggulung bumi sama sekali tidak membahayakan orang-orang yang Alloh  kehendaki keselamatannya.

Kita pun teringat kisah perang ahzab ketika 4000 tentara kafir Quraisy dan sekutunya dari Ghatafan dan penduduk Najd yang berjumlah 6000 orang mengepung kota Madinah untuk menghabiskan dan mengalahkan kaum muslimin. Setelah mereka mengepung Madinah beberapa hari lamanya, lantas Alloh  mengirimkan pasukan berupa angin taufan kepada mereka sehingga kemah-kemah mereka porak poranda. Tidak ada sesuatu apapun yang berdiri kecuali ambruk, dan tidak ada sesuatu pun yang tegak kecuali tercabut. Alloh  pun mengirimkan malaikat yang membuat hati orang-orang kafir menjadi gentar dan kacau. Lantas pada malam hari itu juga mereka meningalkan Madinah dan kembali ke Makkah. Di sini, Alloh  kembali membuktikan bahwa tidak ada yang bisa membahayakan seorang hamba kecuali atas kehendak Alloh .

Dari beberapa sejarah ini, bisa diambil kesimpulan dan menjadi keyakinan bahwa sebuas apapun dan sekuat apapun satu makhluk pada hakekatnya tidak bisa mencelakakan makhluk lainnya. Kelicikan dan kekuatan setan yang diaplikasikan melalui sihir dan lainnya akan sangat lemah sekali di hadapan Alloh . Sehingga dalam meminta perlindungan kita harus kembali pada Alloh .

Sehingga dzikir di atas harus senantiasa dijadikan dzikir rutinitas seorang muslim setiap pagi dan petang, karena kita semua sangat butuh pertolongan Alloh . dan ini merupakan bentuk tawakal pada Alloh  dengan sebenar-benarnya tawakal yaitu meyakini bahwa Alloh -lah penentu segalanya. Dia yang akan mendatangkan manfaat berdasarkan rahmat-Nya dan Dia juga yang menguji manusia dengan mudhorot berdasarkan kebijaksanaan-Nya. Wallohu a’lam…

Artikel:

www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *