KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
DAKWAH, 1 dari 4 KUNCI KEBAHAGIAAN
Oleh: Fitri Priyanto, Lc
Setiap manusia tentu mendambakan kebahagiaan dan keberuntungan. Untuk menggapainya ada cara-cara yang harus ditempuh. Untuk meraihnya terdapat jalan yang harus ditapaki. Jalan itu tidak lain adalah dengan beribadah kepada Alloh . Diantara ayat yang menunjukkan kepada kita bentuk-bentuk ibadah pokok yang menjadi kunci kebaikan, keberuntungan, dan kebahagiaan adalah surat al-’Ashr. Alloh berfirman,
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang beriman, beramal sholih, saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran”. (QS. al-’Ashr [103]: 1-3)
Imam asy-Syafi’i mengatakan, “Seandainya umat manusia mau memikirkan kandungan surat ini niscaya hal itu cukup -sebagai pelajaran- bagi mereka.” Hal itu dikarenakan, di dalam surat ini Alloh memberikan empat hal yang menjadi kunci kebaikan seorang hamba, yaitu:
Pertama, al-Iman (beriman)
Ibnu Abi Zaid al-Qairawani mengatakan, “Iman adalah ucapan dengan lisan, keikhlasan dengan hati, dan amal dengan anggota badan. Ia bertambah dengan bertambahnya amalan dan berkurang dengan berkurangnya amalan. Sehingga amal-amal bisa mengalami pengurangan dan ia juga merupakan penyebab pertambahan iman. Tidak sempurna ucapan iman apabila tidak disertai dengan amal. Ucapan dan amal juga tidak sempurna apabila tidak dilandasi oleh niat yang benar. Sementara ucapan, amal, dan niat pun tidak sempurna kecuali apabila sesuai dengan as-Sunnah/tuntunan.” (lihat: Qathfu al-Jana ad-Dani, hal. 47)
Kedua, Amal sholih. Alloh berfirman,
“Barangsiapa yang beramal sholih dari kalangan laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka Kami akan karuniakan kepadanya kehidupan yang baik. Dan Kami akan membalas mereka dengan balasan yang lebih baik daripada apa-apa yang telah mereka kerjakan” (QS. An-Nahl: 97).
Imam Ibnu Katsir berkata, “Ini adalah janji dari Alloh bagi orang-orang yang melakukan amal sholih yaitu amalan yang mengikuti Kitabulloh dan Sunnah Rosul-Nya, baik dia lelaki atau perempuan dari umat manusia, sedangkan hatinya beriman kepada Alloh dan Rasul-Nya, dan amal yang diperintahkan di sini adalah sesuatu yang memang disyariatkan dari sisi Alloh , bahwa Alloh akan memberikan kepadanya kehidupan yang baik di dunia dan akan membalasnya di akhirat dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah dilakukannya.” (lihat: Tafsir al-Qur’an al-’Azhim [4/601])
Ketiga, Saling menasihati dalam kebenaran (berdakwah).
Telah jelas kewajiban setiap muslim yaitu berdakwah. Apapun profesinya, dimanapun keberadaanya, kapanpun waktunya selama bisa disampaikan hal-hal yang ma’ruf (kebaikan) dan mencegah perkara dosa (kemungkaran) maka wajib baginya untuk berdakwah. Alloh berfirman,
“Katakanlah: Inilah jalanku; aku berdakwah/mengajak (kalian) kepada Alloh di atas bashiroh/ilmu. Inilah jalanku dan jalan orang-orang yang mengikutiku…” (QS. Yusuf: 108)
Dari Abu Sa’id Al Khudri dia berkata, “Aku mendengar Rosululloh bersabda, ‘Barangsiapa diantara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.’.” (HR. Muslim)
Ibnu ‘Abbas berkata, “Sesungguhnya orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada umat manusia akan dimintakan ampunan oleh setiap binatang melata, bahkan oleh ikan yang berada di dalam lautan sekalipun.” (lihat: Mukhtashar Minhaj al-Qashidin, hal. 14)
Keempat, Saling menasihati dalam kesabaran. Alloh berfirman,
“Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga begitu saja sementara Alloh belum mengetahui (menunjukkan) siapakah orang-orang yang bersungguh-sungguh diantara kalian, dan juga siapakah orang-orang yang bersabar” (QS. Ali ‘Imran: 142)
Syaikh as-Sa’di berkata, “Artinya, janganlah kalian mengira dan jangan pernah terbetik dalam benak kalian bahwa kalian akan masuk surga begitu saja tanpa menghadapi kesulitan dan menanggung berbagai hal yang tidak menyenangkan tatkala menapaki jalan Alloh dan berjalan mencari keridhoan-Nya. Sesungguhnya surga itu adalah cita-cita tertinggi dan tujuan paling agung yang membuat orang-orang saling berlomba dalam kebaikan. Semakin besar cita-cita maka semakin besar pula sarana untuk meraihnya begitu pula upaya yang mengantarkan ke sana. Tidak mungkin sampai pada kenyamanan kecuali dengan meninggalkan sikap santai-santai. Tidak akan digapai kenikmatan yang hakiki/surga kecuali dengan meninggalkan (tidak memuja) kenikmatan yang semu/dunia. Hanya saja perkara-perkara yang tidak menyenangkan di dunia yang dialami seorang hamba di jalan Alloh ,, tatkala nafsunya telah dilatih dan digembleng untuk menghadapinya serta dia sangat memahami akibat baik yang akan diperoleh sesudahnya niscaya itu semua akan berubah menjadi karunia yang menggembirakan bagi orang-orang yang memiliki bashiroh/ilmu, mereka tidak peduli dengan kesusahan itu semua. Itulah keutamaan dari Alloh yang diberikan-Nya kepada siapa pun yang Dia kehendaki.” (lihat: Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 150)
Sabar dengan makna yang luas terbagi menjadi 3; yaitu sabar dalam melakukan ketaatan, sabar dalam menjauhi maksiat, dan sabar menghadapi musibah. Termasuk sabar dalam ketaatan adalah sabar dalam menuntut ilmu, beramal, dan berdakwah. Semoga Alloh mengaruniakan kepada kita kesabaran dan istiqomah dalam iman, amal soleh dan berdakwah.
Artikel:
www.inilahfikih.com