Multi Level Pahala Dakwah

Multi Level Pahala Dakwah

Oleh: Arifin, SHI.

Tugas dakwah merupakan amalan yang paling mulia. Tugas yang diemban oleh orang-orang termulia di dunia, yaitu para nabi dan rosul. Siapa saja yang meniti dan meneladani mereka dalam mengemban tugas dakwah ini, sungguh mereka pun orang yang mulia.

Diantara motivasi setiap Muslim untuk berdakwah dan memberikan hidayah kepada manusia adalah Alloh dan Rosul-Nya mengangkat kedudukan para da’i dan lebih khusus lagi, Alloh memberikan balasan baginya banyak kebaikan dan meninggikan  derajat.

Alloh  berfirman:

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Alloh, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” [QS. Fushilat (41) : 33).

Alloh membuka firman-Nya dengan kata tanya bermakna peniadaan (siapakah), maksudnya adalah tak ada seorang pun yang bagus ucapan, perbuatan, metedologi dan hal-ihwalnya dari pada orang yang menyeru jalan Alloh.

Nabi Muhammad  bersabda:

 مَنْ دَعَا إِلىَ هُدَى كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِمِثْلُ أُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ، لاَ يَنْقُصُ ذٰلِكَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئاً

“Barangsiapa menyeru kepada kebaikan baginya mendapatkan pahala orang yang mengikutinya, tidak sedikitpun mengurangi pahala mereka.” (HR. Muslim).

Seorang Muslim saat mendengar pahala besar dan kehormatan agung yang diperoleh bagi siapa saja yang menyeru jalan Alloh, niscaya ia bangkit untuk melaksanakan perbaikan manusia, mengarahkan mereka kepada kebaikan dan memperingati mereka dari segala keburukan, bahkan seharusnya ia memiliki motivasi besar untuk mencurahkan segala kemampuan dan waktunya secara optimal hingga ia meraih dan menggapai kemulian dakwah.

Renungkanlah wahai saudaraku…satu objek dakwah yang engkau seru kepada jalan Alloh, lalu ia mendapat petunjuk dan istiqomah melaksanakan ketaaatan atas perantara engkau niscaya engkau memperoleh pahala seperti pahalanya.

Perhatikanlah! Jika ia bangun di kegelapan malam untuk melaksanakan shalat sedangkan engkau tertidur lelap, ia berpuasa sedang engkau tidak, ia safar untuk menunaikan ibadah haji sedang engkau tetap mukim, ia  berjihad di jalan Alloh sedang engkau duduk tak memanggul senjata, akan tetapi engkau mendapatkan pahala seperti pahalanya, tidak mengurangi pahalanya sedikit pun.

Bagaimana jika ada lima orang yang mendapatkan petunjuk melalui perantara engkau? Bagaimana jika dari masing-masing lima orang menjadi perantara hidayah sepuluh orang ? Bagaimana jika dari masing-masing sepuluh menjadi perantara hidayah dua puluh orang?

Engkau yang bekedudukan sebagai up line memperoleh pahala 255 orang. Dengan asumsi 5 orang yang memperoleh hidayah secara langsung melalui perantara enngkau ditambah dengan 50 orang dari hasil rekrutmen 5 orang kemudian ditambah 200 orang dari hasil rekrutmen 10 orang. Jika 255 ini melaksanakan shalat berjama’ah niscaya engkau memperoleh pahala mereka. Bahkan segala amal sholih yang dikerjakan oleh 255 orang tersebut, niscaya engkau memperoleh pahala mereka.

Beginilah berlipat gandanya jumlah objek dakwah! Berlipat pula pahalanya! Bahkan sepeninggal pelaku dakwah, jika ilmu yang ia telah sampaikan dimanfaatkan oleh objek dakwah, niscaya pahalanya tetap mengalir. Begitu beruntung dan kaya pahala dia.

Dari Anas  , beliau mengatakan, Rosululloh  bersabda:

سبع يجري للعبد أجرهن من بعد موته وهو في قبره : من علم علما ، أو كرى نهرا ، أو حفر بئرا ، أو غرس نخلا ، أو بنى مسجدا ، أو ورث مصحفا ، أو ترك ولدا يستغفر له بعد موته

 “Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetapi mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu): Orang yang mengajarkan suatu ilmu, mengalirkan sungai, mengalirkan sumur, menanamkan kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf atau meninggalkan anak yang memohon ampun buatnya setelah dia meninggal.” (HR. al-Bazzar) 

 Artikel:

www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *