Yakinlah!…Hartamu Tak Berkurang

Yakinlah!…Hartamu Tak Berkurang

Oleh: Arifin, SHI.

Ketahuilah bahwa harta yang seorang punyai itu ada tiga, hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh Rosululloh ;

يَقُولُ الْعَبْدُ مَالِي مَالِي إِنَّمَا لَهُ مِنْ مَالِهِ ثَلاَثٌ مَا أَكَلَ فَأَفْنَى أَوْ لَبِسَ فَأَبْلَى أَوْ أَعْطَى فَاقْتَنَى وَمَا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ ذَاهِبٌ وَتَارِكُهُ لِلنَّاسِ

“Seorang hamba berkata, ‘Hartaku, hartaku.’ Sesungguhnya harta yang ia punya hanya tiga, yaitu  apa yang ia makan kemudian habis, apa yang ia pakai kemudian usang, dan apa yang ia infakkan kemudian ia mendapatkan pahala. Sedangkan apa yang selain itu akan hilang dan ia tinggalkan untuk ahli warisnya. (HR. Muslim)

Sungguh sangatlah merugi di akhirat kelak, jika seorang hamba sewaktu di dunia menumpuk segudang kekayaan dengan bekerja keras di waktu siang dan malam, namun ia tidak mau menginfakkan harta bendanya pada sarana kebaikan. Keadaan dirinya  lalai, terbuai, terpikat, dan terpedaya dengan keindahan dan manisnya harta benda.  Sungguh, ia akan menemui penyesalan tiada tara pada hari Kiamat.

Alloh  berfirman:

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepada kalian sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kalian; lalu ia berkata: “Ya Robb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang sholih?” (QS. Munafiqun [63] : 9-10)

Maukah kita bernasib demikian?

Saudaraku kaum Muslimin…

Harta dan kekayaan yang bernar-benar kita miliki dan nikmati ialah yang telah diinfakkan di jalan Alloh. Betapapun harta yang kita donasikan, niscaya pundi-pundi pahala akan kita raih, bahkan satu dari delapan pintu surga dibukakan bagi kita yang gemar berinfak.

Harta yang akan ditinggalkan kita setelah kematiaan pada hakikatnya menjadi milik ahli waris. Rumah megah yang kita usahakan dengan bercucuran keringat, gedung bertingkat yang kita dapatkan dengan penuh kelelahan, mobil mewah yang kita peroleh dengan jerih payah, perhiasan yang kita usahakan dengan keletihan dan tanah melimpah ruah yang kita dapatkan dengan penuh pengorbanan,  seluruhnya menjadi milik ahli waris. Mereka menikmati harta dan kekayaan kita dengan suka cita dan penuh kegembiraan, namun apakah mereka bisa menyelamatkan kita dari pedihnya api neraka yang menyala-nyala? Apakah mereka ingat untuk mendoakan kepada kita agar dosa-dosa kita dihapus oleh Alloh ?

Rosululloh   bersabda:

أَيُّكُمْ مَالُ وَارِثِهِ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ مَالِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا مِنَّا أَحَدٌ إِلاَّ مَالُهُ أَحَبُّ إِلَيْهِ قَالَ فَإِنَّ مَالَهُ مَا قَدَّمَ وَمَالُ وَارِثِهِ مَا أَخَّرَ

“Adakah di antara kalian yang lebih mencintai harta untuk ahli warisnya daripada hartanya sendiri?” Mereka (para sahabat menjawab), ‘Wahai Rosululloh, tidak ada seorangpun di antara kami kecuali lebih mencintai hartanya sendiri.’ Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya hartanya yang sebenarnya adalah yang ia infakkan. Sedangkan harta untuk ahli warisnya adalah yang ia tinggalkan (belum ia infakkan).” (HR. Bukhori)

Saudaraku kaum Muslimin…

Berinfaklah wahai anak Adam, niscaya Alloh akan memberimu ganti. Tidakkah engkau tahu tentang kisah seseorang yang datang kepada Rosululloh dengan membawa seekor unta yang terikat dengan tali kekangnya, kemudian ia berkata, “Ini saya infakkan di jalan Alloh. Maka Beliau bersabda, “Karenanya, kelak engkau akan mendapatkan ganti di hari Kiamat dengan tujuh ratus ekor unta, seluruhnya terikat dengan tali kekangnya.” (HR. Muslim)

     Tidakkah engkau tahu bahwa malaikat akan mendoakan ganti bagimu taatkala engkau berinfak.

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

“Tiadalah hari yang dilewati oleh semua hamba kecuali pada pagi harinya ada dua malaikat turun. Kemudian salah satu dari malaikat tersebut berkata, ‘Ya Alloh, berilah ganti kepada orang yang berinfak.’ Sedangkan malaikat yang satunya lagi berucap, ‘Ya Alloh, hilangkanlah harta yang tidak mau berinfak.” (HR. Bukhori)

Janganlah engkau takut meninginfakkan hartamu karena kemiskinan akan menimpamu. Janganlah engkau khawatir mendermakan hartamu karena kefakiran akan menyelimuti kehidupanmu. Sungguh, harta yang engkau infakkan, niscaya tidak akan berkurang. Sungguh, harta yang engkau sedekahkan, niscaya penuh dengan keberkahan.

Rosululloh  bersabda;

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

“Harta itu tidak akan berkurang karena disedekahkan.” (HR. Muslim)

Tidakkah engkau tahu bahwa Alloh  berjanji kepadamu akan mengganti barang apa saja yang nafkahkan.

“Dan barang apa saja yang kalian nafkahkan, niscaya Alloh akan mnggantinya dan Dialah pemberi Rezeki yang sebaik-baiknya..” (QS. Saba’ [34] :39)

    Ingatlah dan renungkanlah kisah Aisyah .  Suatu sore Aisyah  berpuasa. Ia hanya memiliki dua buah roti untuk berbuka. Kemudian datanglah seorang pengemis, lalu ia memerintahkan pembantunya untuk memberikan pengemis itu satu buah roti. Kemudian datanglah pengemis lainnya, lalu ia memerintahkan pembantunya untuk memeberikan satu roti lagi, akan tetapi pembantu itu enggan. Akhirnya, ia sendiri yang memberikannya. Pada waktu sore harinya, tiba-tiba ada seorang budak utusan keluarga fulan yang membawa kambing bakar yang di atasnya ada roti. (al-Birru wash-shilah, karya Ibnul Jauzi)

Saudaraku kaum Muslimin…

Rosululloh   bersabda;

“Siapa yang membantu menyiapkan persiapan orang untuk berperang di jalan Alloh, maka samalah halnya ia ikut berperang dan siapa saja yang menjaga atau memperhatikan keluarga yang ditinggalkannya dengan baik, berarti dia juga telah ikut berperang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Syaikh Muhammad Sholih Utsaimin  berkata, “Dari sini dapat diambil pelajaran bahwa setiap orang yang membantu seseorang dalam menaati Alloh, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahalanya. Jika kamu membantu orang yang menuntut ilmu untuk membelikan buku atau mengamankan tempat tinggal atau menafkahi dan sebagainya, maka kamu mendapatkan pahala atau seperti pahalanya tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun. Begitu juga jika kamu membantu seseorang yang hendak mengerjakan shalat, seperti: menyiapkan peralatan shalat berupa tempat, pakaian, peralatan wudhu, dan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam shalat, maka kamu akan mendapatkan pahala shalatnya, tanpa dikurangi sedikitpun.” (Syarh Riyadhus Sholihin)

Dari penjelasan Syaikh Sholih Utsaimin  di atas dapat diambil faidah bahwa  siapa saja selaku donator yang mendermakan hartanya untuk proyek-proyek dakwah. Kemudian dana itu dimanfaatkan untuk satu aktivitas dakwah lantas Alloh memberikan hidayah sepuluh orang, niscaya ia akan memperoleh pahala seperti amal sholih sepuluh orang itu. Subhanalloh…sungguh ajaib hal itu?

Marilah kita donasikan sebagian harta kita untuk proyek-proyek dakwah. Jangan ragu dan bimbang bahwa mendonasikan sebagian harta merupakan salah satu pintu-pintu rezeki.

Artikel:

www.inilahfikih.com

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *