BERKERUDUNG, MEMAKAI CELANA PENSIL DAN KAOS KETAT MENURUT SANTRI DAN KYAI NU

BERKERUDUNG, MEMAKAI CELANA PENSIL DAN KAOS KETAT MENURUT SANTRI DAN KYAI NU

Kita banyak mendapati wanita muslimah khususnya di Indonesia berpakaian yang belum memenuhi kriteria syariat.

Sudah mengenakan kerudung akan tetapi kita dapati pakaian dan celananya masih begitu ketat sehingga lekuk-lekuk tubuhnya terlihat jelas.

Ini terjadi bukan hanya pada orang awam akan tetapi terkadang menimpa wanita muslimah yang bisa dibilang pernah mondok atau menjadi santriwati, tentunya banyak faktor yang melatarbelakanginya.

Lalu apa pandangan santri dan kyai NU mengenai wanita muslimah yang memakai celana dan kaos ketat? Maksud di sini ketika dipakai saat keluar rumah sehingga menjadi bahan tontonan para lelaki yang bukan mahram.

Dalam buku “NGAJI FIQIH UNTUK BEKAL KEHIDUPAN DUNIA AKHERAT”, buku kedua (maksudnya jilid ke-2) yang dikeluarkan oleh Tim Kreatif Kajian Tanya Jawab (TIRAKAT) 2014, penerbit Purna Siswa 3 Aliyah 2014 dan Madrasah Hidayatul Mubtadiin (MHM) Lirboyo Jatim, Cetakan Mei 2014 dan diberikan pengantar oleh KH. Ahmad Idris Marzuqi (Lirboyo Jatim) dan KH. Maimun Zubair (Sarang Rembang Jateng) disebutkan secara teks lengkap sebagai berikut;

10. BERKERUDUNG, MEMAKAI CELANA PENSIL DAN KAOS KETAT

Baimanakah hukumnya seorang cewek berjilbab, namun untuk pakaian yang dipakai adalah kaos ketat dan celana panjang yang ketat seperti celana pensil sehingga lekuk-lekuk tubuhnya dapat terlihat dengan jelas?

Jawaban: Untuk pemakaian kaos dan celana pensil tidak diperbolehkan dan hukumnya haram. [Lihat Buku Ngaji Fiqih Untuk Bekal Kehidupan Dunia-Akherat Jilid Ke-2 Halaman 151].

Kesimpulannya, haram bagi wanita muslimah memakai celana dan kaos atau pakaian ketat. Bagi orang berakal tentu paham tentang alasan keharaman ini. Diantara alasannya adalah menjadi bahan tontonan para lelaki yang ini merupakan sumber syahwat liar dan fitnah.

Karena sikap seseorang seharusnya sebagaimana dalam firman Allah;

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur : 30).

Wallahu A’lam.

✍Abul Fata Murod, Lc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *