PACARAN MENURUT KYAI DAN SANTRI NU

PACARAN MENURUT KYAI DAN SANTRI NU

Budaya pacaran saat ini di kalangan muda dan mudi dari hari ke hari semakin menjamur, melanda anak desa maupun kota, anak berpendidikan maupun tidak berpendidikan, anak kaya maupun miskin. Bahkan terkadang melanda para santri dan santriwati. Pertanyaannya, apa pandangan kyai dan santri NU terhadap budaya pacaran?

Dalam buku “NGAJI FIQIH UNTUK BEKAL KEHIDUPAN DUNIA AKHERAT”, buku kedua (maksudnya jilid ke-2) yang dikeluarkan oleh Tim Kreatif Kajian Tanya Jawab (TIRAKAT) 2014, penerbit Purna Siswa 3 Aliyah 2014 dan Madrasah Hidayatul Mubtadiin (MHM) Lirboyo Jatim, Cetakan Mei 2014 dan diberikan pengantar oleh KH. Ahmad Idris Marzuqi (Lirboyo Jatim) dan KH. Maimun Zubair (Sarang Rembang Jateng) disebutkan secara teks lengkap sebagai berikut;

PACARAN DALAM ISLAM

Dengan alasan ingin mengenal lebih jauh terhadap calon pasangan hidupnya, banyak pemuda-pemudi yang mengambil jalan pacaran.
Padahal faktanya, banyak yang kebablasan sampai mengabaikan norma adat, agama dan budaya. Apakah dalam Islam ada istilah pacaran Islami?

Jawaban: Islam tidak membenarkan adanya pacaran. Sedangkan konsep Islam dalam mengatur hubungan antara sepasang remaja yang sedang jatuh cinta dan benar-benar berkeinginan untuk menikahinya adalah:

-Mengirim seorang delegasi untuk menyelidiki masing-masing pasangannya, dengan syarat delegasi tersebut harus satu mahram atau satu jenis dengan calon yang diselidiki.

-Berbincang-bincang, duduk bersama namun harus disertai dengan mahramnya perempuan terscbut.

-Sebatas melihat wajah dan telapak tangan saja (menurut madzhab Syafi’iyyah)

-Tidak ada dugaan akan ditolak lamarannya.

Demikianlah pandangan kyai dan santri NU tentang budaya pacaran. Oleh karena itu sebagai santri atau jamaah kajian dari para kyai hendaknya mendengarkan dan mengamalkan apa yang diajarkan oleh alim ulama serta mendidik anak-anak kita dengan baik. Semoga generasi kita dilindungi dari budaya pacaran.

@Abul Fata Murod, Lc

Artikel: www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *