NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM BERBICARA TENTANG PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN

NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM BERBICARA TENTANG PEMIMPIN

Dalam Islam, bab pemimpin dan kepemimpinan merupakan perkara yang sangat besar. Oleh karena itu, banyak kita jumpai dari hadits-hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam yang membicarakan soal pemimpin dan kepemimpinan, di antaranya adalah sebagai berikut:

■ Pemimpin Yang Adil Akan Mendapatkan Naungan Allah Pada Hari Kiamat

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: Pemimpin yang adil……, (al-Hadits)(HR. Bukhari dan Muslim)

“Penguasa yang adil, bukanlah yang menghukumi orang-orang terdekatnya dan yang lainnya dengan porsi yang sama, ini hanya bagian dari makna keadilan. Akan tetapi penguasa yang adil adalah yang menerapkan syariat Allah dalam setiap lini, dalam menerapkan hukum di tengah-tengah manusia, dalam menghukumi di antara sesama manusia, inilah yang disebut penguasa adil. Kalaulah ada penguasa mengadili sesama manusia dengan sikap yang adil akan tetapi tidak menerapkan syariat Allah maka tidak dinamakan penguasa adil. Penguaasa adil adalah yang menghukumi diantara manusia dan di tengah-tengah manusia dengan hukum Allah (Al-Quran dan As-Sunnah). [Lihat syarah Riyadhus Shalihin Pustaka Ibn Hazm Juz 1]

■Pemimpin Akan Dimintai Pertanggung Jawaban Tentang Rakyatnya Kelak Pada Hari Kiamat

Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma ia berkata: “Saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Semua kalian adalah pemimpin dan setiap seorang dari engkau semua itupun akan ditanya perihal kepemimpinannya. Penguasa adalah pemimpin dan akan ditanya perihal kepemimpinannya. Seorang lelaki adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan ditanya perihal kepemimpinannya. Seorang wanita adalah pemimpin dalam rumah suaminya dan akan ditanya perihal kepemimpinannya. Buruh adalah pemimpin dalam harta majikannya dan akan ditanya perihal kepemimpinannya. Jadi setiap seorang dari engkau semua itu adalah pemimpin dan tentu akan ditanya perihal penggembalaannya.” (Muttafaq alaih)

■Allah Mengharamkan Surga Bagi Pemimpin Yang Menipu Rakyatnya

Dari Abu Ya’la yaitu Ma’qil bin Yasar radhiyallahu anhu, ia berkata: “Saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Tiada seorang hamba pun yang diserahi oleh Allah untuk memimpin suatu wilayah -memimpin sesuatu ummat atau bangsa-, lalu ia mati pada hari kematiannya, sedang di kala itu ia dalam keadaan menipu rakyatnya, melainkan Allah mengharamkan padanya untuk masuk surga.” (Muttafaq alaih)

■Allah Mengharamkan Surga Bagi Pemimpin Yang Tidak Mampu Mendatangkan Maslahat Dan Tidak Mampu Menghilangkan Segala Marabahaya Yang Mengancam Rakyatnya

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Tiada seorang amir -pemimpin- yang menguasai urusan kaum Muslimin, kemudian ia tidak bersungguh-sungguh memberikan kemanfaatan kepada mereka, juga tidak memberikan nasihat pada mereka -yakni mengusahakan mana-mana yang baik dan menolak mana-mana yang tidak baik, melainkan pemimpin itu tidak akan masuk surga beserta mereka yang di-pimpinnya itu.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan: “Lalu orang yang diserahi kepemimpinan itu tidak menjaga rakyatnya dengan nasihatnya -yakni mengusahakan apa-apa yang bermanfaat untuk rakyatnya dan menolak apa-apa yang akan membahayakan mereka, maka orang itu tidak akan dapat memperolehi bau surga.”

■Pemimpin Yang Membuat Rakyat Sengsara Maka Hidupnya Akan Sengsara

Dari Aisyah radhiyallahu anha, katanya: “Saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda dalam rumahku: “Ya Allah, barangsiapa yang menguasai sesuatu dari urusan pemerintahan ummatku, kemudian ia membuat kesengsaraan pada mereka, maka berilah kesengsaraan kepada orang itu sendiri, sedang barangsiapa yang menguasai sesuatu dari urusan pemerintahan ummatku, kemudian ia menunjukkan kasih sayang kepada mereka, baik ucapan atau pun perbuatannya, maka kasih-sayangilah orang itu.” (HR. Muslim)

■ Pemimpin Dan Rakyat Harus Saling Memberikan Hak-Haknya

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anha ia berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Kaum Bani Israil itu selalu dipimpin oleh para Nabi, yaitu setiap ada seorang Nabi yang meninggal dunia, maka digantilah oleh Nabi lainnya. Hanya saja sesungguhnya tidak ada Nabi lagi sepeninggalku nanti. Akan datanglah sesudahku beberapa khalifah -para pengganti-, maka banyaklah jumlah mereka itu.” Para sahabat berkata: “Apa yang Rasululllah perintahkan pada kita pada saat itu?” Beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Penuhilah dengan pembai’atan yang pertama -yakni patuh pada pemerintahan itu serta memerangi orang yang menentangnya, kemudian berilah kepada khalifah-khalifah itu akan hak mereka -yang wajib dipenuhi- dan mohonlah kepada Allah apa-apa yang semestinya menjadi hakmu semua -yaitu supaya dikasih sayangi oleh pemerintahan itu serta diusahakan mana-mana yang bermanfaat dan dihindarkan dari bencana, karena sesungguhnya Allah akan menanyakan kepada khalifah-khalifah itu perihal kepemimpinannya mereka kepada ummatnya.” (Muttafaq alaih)

■Seburuk-Buruknya Pemimpin Adalah Yang Keras Hati Pada Rakyatnya

Dari ‘Aidz bin ‘Amr radhiyallahu anhu bahawasanya ia masuk ke tempat ‘Ubaidullah bin Ziad, lalu ia berkata: “Hai anakku, sesungguhnya saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya seburuk-buruknya pemimpin adalah orang-orang yang keras hati -pada rakyatnya-.” Maka dari itu janganlah engkau termasuk golongan mereka itu.” (Muttafaq alaih)

■Pemimpin Yang Tidak Memperhatikan Kepentingan Rakyat Maka Allah Tidak Akan Memperhatikannya

Dari Abu Maryam al-Azdi radhiyallahu anhu bahawasanya ia berkata kepada Mu’awiyah radhiyallahu anhu: “Saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang diserahi oleh Allah akan sesuatu kekuasaan dari beberapa urusan pemerintahan kaum Muslimin, kemudian orang itu menutup diri-tidak memperhatikan- perihal hajat (kebutuhan), kepentingan atau kefakiran orang-orang yang di bawah kekuasannya, maka Allah juga akan menutup diri – yakni tidak memperhatikan -perihal hajat, kepentingan atau kefakirannya sendiri pada hari kiamat.” (HR. Muslim)

Sejak saat itu Mu’awiyah lalu mengangkat seseorang untuk mengurus segala macam keperluan orang banyak.”

■Pemimpin Ingkar Janji Akan Membawa Bendera Pada Hari Kiamat

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرْفَعُ لَهُ بِقَدْرِ غَدْرِهِ أَلَا وَلَا غَادِرَ أَعْظَمُ غَدْرًا مِنْ أَمِيرِ عَامَّةٍ

Dari Abu Sa’id dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Di hari Kiamat kelak setiap pengkhianat (tukang ingkar janji) akan membawa bendera yang dikibarkannya tinggi-tinggi sesuai dengan pengkhianatannya. Ketahuilah, tidak ada pengkhianatan yang lebih besar daripada pengkhianatan seorang penguasa terhadap rakyatnya. (HR. Muslim)

Imam An-Nawawi Asy-Syafii rahimahullah berkata:

اَلْغَادِرُ فهو الذي يواعد على أمر ولا يفي به

“Pengkhianat (الغادر) adalah seseorang yang menjanjikan sesuatu tetapi tidak menepatinya. ”
Selanjutnya beliau rahimahullah mengatakan: “Hadits ini menjelaskan larangan keras dan keharaman berbuat khianat atau ingkar janji terutama bagi para penguasa karena pengkhianatannya akan membahayakan banyak orang……dan yang masyhur bahwa hadits ini merupakan peringatan tentang buruknya penguasa ingkar janji. ”

■ Akan Datang Pemimpin Yang Lebih Buruk Dari Majusi (Penyembah Api)

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:”Niscaya akan ada para pemimpin (yang memimpin) kalian, mereka lebih jelek daripada orang Majusi.” [HR. Ath-Thabrani dalam Ash-Shagir dan Al-Ausath, perawinya adalah sahih selain Muhammad bin Hisyam, dia adalah tsiqah. (Majma’ Zawaid:V/235)]

■Pemimpin Itu Pelindung Bagi Rakyatnya, Jika Memerintahkan Ketakwaan Kepada Rakyatnya Ia Mendapat Pahala, Jika Memerintahkan Selainnya Maka Ia Mendapatkan Siksa

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ فَإِنْ أَمَرَ بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَدَلَ كَانَ لَهُ بِذَلِكَ أَجْرٌ وَإِنْ يَأْمُرْ بِغَيْرِهِ كَانَ عَلَيْهِ مِنْهُ

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: Seorang imam itu ibarat perisai, seseorang berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya. Jika seorang imam (pemimpin) memerintahkan supaya takwa kepada Allah azza wajalla dan berlaku adil, maka dia (imam) akan mendapatkan pahala karenanya, dan jika dia (imam) memerintahkan selain itu, maka ia akan mendapatkan siksa. [HR. Muslim]

■ Sebaik-Baik Pemimpin Dan Seburuk-Buruk Pemimpin

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خِيَارُ أَئِمَّتِكُمْ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمْ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا نُنَابِذُهُمْ بِالسَّيْفِ فَقَالَ لَا مَا أَقَامُوا فِيكُمْ الصَّلَاةَ وَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْ وُلَاتِكُمْ شَيْئًا تَكْرَهُونَهُ فَاكْرَهُوا عَمَلَهُ وَلَا تَنْزِعُوا يَدًا مِنْ طَاعَةٍ

Dari ‘Auf bin Malik dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: Sebaik-baik pemimpin kalian adalah mereka mencintai kalian dan kalian mencintai mereka, mereka mendoakan kalian dan kalian mendoakan mereka. Dan sejelek-jelek pemimpin kalian adalah mereka yang membenci kalian dan kalian membenci mereka, mereka mengutuk kalian dan kalian mengutuk mereka. Beliau ditanya, Wahai Rasulullah, tidakkah kita memerangi mereka? maka beliau bersabda: Tidak, selagi mereka mendirikan shalat bersama kalian. Jika kalian melihat dari pemimpin kalian sesuatu yang tidak baik maka bencilah tindakannya, dan janganlah kalian melepas dari ketaatan kepada mereka.

Inilah hadits-hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang membicarakan tentang pemimpin dan kepemimpinan. Semoga bermanfaat

✍ Abul Fata Murod, Lc

🌎www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *