KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
PERANG KHAIBAR
1. Khoibar adalah kota besar yang dikelilingi oleh benteng-benteng dan perkebunan. Berjarak 86 km dari utara Madinah. Di dalam benteng tersebut terdapat sekitar 10.000 prajurit terlatih dan dilengkapi persenjataan. Pasca perjanjian Hudaibiyah dengan pihak Quroisy, Rosululloh hanya tinggal berkonsentrasi untuk mengatasi kaum Yahudi Khoibar yang selama ini menjadi pusat makar dan provokasi yang selalu mengacaukan keamanan bagi kaum muslimin. Maka di akhir bulan Muharom tahun 7 Hijriah, sebelum berangkat, Rosululloh berpesan agar yang ikut serta hanya mereka yang benar-benar hendak berjihad. Maka tidak ada yang berangkat pada saat itu kecuali mereka yang ikut dalam Bai’aturridwan. Jumlah mereka 1.400 pasukan. Akan tetapi pemimpin kaum munafik -Abdulloh bin Ubay- segera memberitahu kaum Yahudi Khoibar tentang hal itu. Mengetahui hal tersebut, mereka meminta bantuan kepada suku Ghotofan, namun mereka tidak memberikan bantuannya.
2. Kaum muslimin tiba di sebuah tempat dekat Khoibar dan bermalam di sana untuk kemudian melakukan penyerbuan pada esok harinya. Setelah waktu pagi tiba, saat orang-orang Yahudi beraktifitas ke kebun-kebun mereka, sehingga tatkala mereka melihat kedatangan pasukan Rosululloh , mereka lari pontang-panting ke perkampungan mereka.
3. Khoibar memiliki benteng yang berlapis-lapis; yaitu 8 benteng terkuat ditambah benteng-benteng kecil lainnya. Namun benteng demi benteng dapat ditaklukkan oleh pasukan kaum muslimin, sampai orang-orang Yahudi berpindah ke satu benteng terkuat, sehingga mereka mengira kaum muslimin tidak bakal mampu menembusnya meskipun mereka berusaha sekuat tenaga. Karena benteng ini berada di atas bukit yag tinggi.
4. Melihat sulitnya benteng tersebut ditembus, Rosululloh memerintahkan menggunakan Manjaniq (pelempar batu yang besar) untuk menyerang mereka hingga pintu benteng mereka rusak dan akhirnya pasukan kaum muslimin berhasil menerobosnya sehingga terjadilah pertempuran sengit di dalam benteng. Akhirnya kaum Yahudi mengalami kekalahan yang pahit, mereka lari tunggang langgang meninggalkan wilayahnya.
5. Setelah itu benteng lainnya pun dapat ditaklukkan oleh Rosululloh namun tanpa pertempuran yang sengit, karena kaum Yahudi menyerah dan meminta damai. Mereka meminta untuk tidak membunuh mereka di dalam benteng dan membiarkan mereka dan keluarganya keluar. Kemudian mereka menyerahkan harta benda dan tanah-tanah mereka kepada Rosululloh . Beliau pun menerima perjanjian tersebut, maka dengan demikian Khoibar berhasil ditaklukkan. Korban dari kalangan kaum muslimin yang syahid berjumlah 16 orang, sedangkan dari kaum Yahudi yang mati berjumlah 93 orang. Kemudian Rosululloh kembali ke Madinah pada akhir bulan Safar tahun 7 Hijriah dengan membawa kemenangan yang gemilang.
www.inilahfikih.com