KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
APA ARTI ULAMA SU’ DAN ULAMA AHLI TAUHID?
Dari IBU ELIH. Assalamualaikum, pak ustadz, saya mau nanya apa sih arti ulama su’ dan arti ulama tauhid?
Jawaban: Jika kita teliti, ada beberapa karakter ulama su` diantaranya:
1. MENJUAL ILMU KEPADA PENGUASA.
Kebinasaan bagi umatku datang dari ulama su’, mereka menjadikan ilmu sebagai barang dagangan yang mereka jual kepada para penguasa, masa mereka untuk mendapatkan keuntungan bagi diri mereka sendiri. Allah tidak akan memberikan keuntungan dalam perniagaan mereka itu (HR al Hakim)
2. MENUKAR KEBODOHAN SEBAGAI ILMU
Ibnu Rajab al Hambali mengatakan bahwa Asy Sya’bi berkata “Tidak akan terjadi hari kiamat sampai ilmu menjadi suatu bentuk kejahilan dan kejahilan itu sebagai bentuk ilmu. Ini semua termasuk dari terbaliknya gambaran kebenaran [kenyataan] di akhir zaman dan terbaliknya semua urusan”.
3. MEMBURU HARTA DAN TAHTA
Mereka adalah ulama agama untuk membedakan antara mereka dan ulama dunia, mereka adalah ulama jahat yang dengan ilmunya bertujuan untuk kesenangan dunia, mendapatkan pangkat dan kedudukan pada manusia [Lihat Kitab Kifayatul Atqiya wa Minhajul Asyfiya, hal. 70]
4. SOMBONG DENGAN BANYAKNYA PENGIKUT
Penutut ilmu ketiga adalah orang yang kesetanan. Ia menjadikan ilmunya sebagai jalan untuk memperkaya diri, menyombongkan diri dengan kedudukan, dan membanggakan diri dengan banyaknya pengikut. Ia masuk terperosok ke banyak lubang tipu daya karena karena ilmunya itu dengan harapan hajat duniawinya terpenuhi. [lihat Kitab Bidayatul Hidayah, hal. 7-8]
5. BERGAYA DENGAN PAKAIAN ULAMA.
Ia di tengah kehinaan itu merasa dalam batinnya memiliki tempat mulia di sisi Allah karena ia bergaya dengan gaya ulama dan berpenampilan soal pakaian dan ucapan sebagaimana penampilan ulama di saat ia secara lahir dan batin menerkam dunia semata. [lihat Imam Al Ghazaly, Bidayatul Hidayah, hal. 7-8]
6. TIDAK MAU BERTOBAT
Orang ini termasuk mereka yang celaka dan dungu lagi terpedaya duniawi. Tidak ada harapan pertobatan, karena dirinya merasa sebagai orang baik atau muhsinin. [lihat Kiatab Bidayatul Hidayah, hal. 7-8]
7. SOMBONG DIPERMAINKAN NAFSUNYA
Sementara nafsunya saat demikian mempermainkan dirinya, menghadirkan impian, memberi harapan, mendorongnya untuk mengungkit-ungkit atas ilmunya di sisi Allah, dan memberinya ilusi bahwa ia lebih baik dari pada sekian banyaknya hamba Allah yang lain [lihat Kitab Bidayatul Hidayah, hal. 7-8]
8. MENYALAHGUNAKAN ILMU
Siapa yang makan dengan memperalat ilmu, Allah membutakan kedua matanya [atau wajahnya di dalam riwayat Ad Dailami], dan neraka lebih layak untuknya [HR Abu Nu’aim dan Ad Dailami]
9. DIPERBUDAK SETAN DAN HAWA NAFSU
Bencana bagi umatku (datang) dari ulama su’, yaitu ulama yang dengan ilmunya bertujuan untuk mencari kenikmatan dunia, meraih gengsi dan kedudukan. Setiap orang dari mereka adalah tawanan setan. Ia telah dibinasakan oleh hawa nafsunya dan dikuasai kesengsaraannya. Siapa saja yang kondisinya demikian, maka bahayanya terhadap umat datang dari beberapa sisi. Dari sisi umat : mereka mengikuti ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatannya. [lihat dalam Kiatab Faydh al Qadir VI/369]
10. MEMBELA PENGUASA ZOLIM.
Ia memperindah penguasa yang menzalimi manusia dan gampang mengeluarkan fatwa untuk penguasa. Pena dan lisannya mengeluarkan kebohongan dan kedustaan. Karena sombong, ia mengatakan sesuatu yang tidak ia ketahui. [lihat Kitab Faydh al Qadir Syarah Jami’ Shogir Imam Syuyuthi, VI/369]
11. MEMBUAT TIPU DAYA
Imam al Ghazali berkata: Hati-hatilah terhadap tipu daya ulama su’. Sungguh, keburukan mereka bagi agama lebih buruk dari pada setan. Sebab, melalui merekalah setan mampu menanggalkan agama dari hati kaum mukmin. Atas dasar itu, ketika Rasulullah ﷺ ditanya tentang sejahat-jahat makhluk . Beliau menjawab, Ya Allah berilah ampunan”. Beliau menyebut sebanyak tiga kali, lalu bersabda,”mereka adalah ulama su’”.
Adapun karakter ulama ahlu tauhid. Diantaranya;
1. Berilmu yang bersumber dari wahyu Allah serta mengamalkan ilmunya
2. Ikhlas kepada Allah . Yaitu bahwa ibadah yang dilakukan hanya untuk Allah semata, bukan karena riya dan bukan karena ingin disukai orang. Namun beribadah dengan ikhlas kepada Allah .
3. Jika diberi nikmat ia bersyukur dengan ucapan dan amal, sehingga ia terhindar dari sifat rakus dan kikir.
4. Jika ditimpa musibah ia bersabar, sehingga ia tidak mengeluh atas takdir yang menimpanya. Dan musibah yang menimpanya tidak membuat ia keluar dari ketaatan kepada Allah .
5. Jika berbuat dosa ia segera istighfar atau mohon ampunan Allah .
6. Tidak menggadaikan agamanya demi meraih harta, jabatan maupun wanita atau kesenangan dinia lainnya.
7. Gigih serta turut aktif dalam membela syariat Islam
8. Gigih mendakwahkan tauhid dan berusaha mencegah ummat agar tidak jatuh dalam kesyirikan
9. Pandai Bersyukur
Bukan hanya dituntut untuk rajin beribadah terhadap-Nya, seseorang yang benar-benar bertauhid juga harus pandai bersyukur. Bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah tidak hanya melalui ucapan, tetapi juga amal perbuatan. Allah berfiman, “Ingatlah kepada-Ku, maka Aku akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah ingkar.” (QS. Al Baqarah: 152)
Rasulullah bersabda,
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ؛ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mu’min sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya” (HR. Muslim no.7692).
Itulah beberapa karakter yang menunjukkan bahwa seseorang itu benar-benar ahli tauhid, dan tentunya masih banyak karakter lainnya yang intinya adalah ahli tauhid merekalah yang paling komitmen terhadap ajaran al-Quran dan al-Hadits dalam bab akidah, ibadah, akhlak maupun muamalah. Semoga kita termasuk dalam golongan ahlu tauhid. Aamiin.