MENGHADAPI ORANG YANG SELALU MENCARI KESALAHAN KITA

MENGHADAPI ORANG YANG SELALU MENCARI KESALAHAN KITA

Asalamualaikum, saya Uma Bilqiz, bagaimana ya menghadapi orang yang selalu mencari kesalahan saya, tetapi kejadiannya selalu di saat suami kerja. orangnya adalah mertua laki-laki.

Jawaban: Ada dua hal yang hendaknya anda lakukan dalam menghadapi permasalahan ini;
Pertama; Hendaknya anda bersabar atas perlakuan tersebut dan berusaha memaafkannya
Hal itu akan menyebabkan hati anda selamat dari berbagai kedengkian dan kebencian kepada saudara muslim terutama mertua anda, serta hati anda akan terbebas dari keinginan untuk melakukan balas dendam dan berbuat jahat kepadanya. Sehingga anda juga bisa memperoleh banyak manfaat dengan memaafkan saudara muslim, baik manfaat itu dirasakan sekarang atau nanti.

Manfaat di atas tentu tidak sebanding dengan apa yang anda rasakan ketika anda melakukan pembalasan atau dendam kepadanya. Oleh karenanya, dengan perbuatan di atas, anda mendapatkan apa yang tercakup dalam firman Allah ,

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: Orang bertakwa yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali-Imran: 134)

Dengan melaksanakan perbuatan di atas, anda pun menjadi pribadi yang bertakwa dan dicintai oleh Allah.

Kedua; Apabila anda mendapati perbuatan buruk dari saudara anda dan itu termasuk perkara yang melanggar syariat Islam, maka hendaknya anda menasehatinya.
Diantara hak seorang muslim adalah mendapatkan nasehat dari saudaranya apabila ia melakukan pelanggaran syariat. Juga sudah menjadi tugas seorang muslim apabila ia mendapati kemungkaran maka berusaha mencegahnya atau merubahnya. Hal ini sebagaimana dalam hadits-hadits Nabi , diantaranya;

عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الدِّينُ النَّصِيحَةُ قُلْنَا لِمَنْ قَالَ لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ

Artinya: Dari Tamim ad-dari bahwa Nabi bersabda:” Agama adalah nasihat”. Kami berkata, untuk siapa? Rasulullah menjawab:” Untuk Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, untuk pemimpin Islam dan umat Islam secara umum” (HR. Muslim, Abu Dawud dan an-Nasai’i)

Juga dalam hadits dari Abu Sa’id Al-Khudri dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.’.” (HR. Muslim). Wallahu a`lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *