MERUKYAH DIRI SENDIRI TERUS MENERUS, BOLEHKAH?

MERUKYAH DIRI SENDIRI TERUS MENERUS, BOLEHKAH?

IBU RISMA. Asalamuallaikum ustad, saya mau tanya boleh nggak kalau kita sering meruqiyah diri sendiri?

Jawaban: Suatu hal yang baik jika seseorang meruqyah dirinya sendiri, dan tidak mengapa sesering mungkin jika dirasa itu perlu. Misalkan di dalam dirinya didapati suatu penyakit atau gangguan jin maka ia merukyah dirinya sendiri dengan rutin.
Nabi apabila merasakan sakit, meludah sedikit di tangannya tiga kali dengan membaca Qulhuwallahu Ahad dan Mu’awwidzatain yaitu An Nas dan Al Falaq, beliau mengusap dengan kedua tangannya pada setiap apa yang bisa disentuh dari bagian tubuhnya ketika beliau akan tidur, dimulai dengan kepala, wajah dan dadanya.

Sebagaimana yang diberitakan Aisyah dalam hadis yang shahih. Jibril merquyah beliau di air ketika sakit dengan ucapannya, “Dengan nama Allah aku meruqyahmu, dari setiap penyakit yang menyakitimu, dari kejahatan setiap jiwa atau ‘ain orang yang dengki, Allah akan menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku meruqyahmu.” tiga kali dan ruqyah ini disyariatkan dan bermanfaat.
Nabi membaca di air untuk Tsabit Qais dan memerintahkan menyiramkan air tersebut untuknya, sebagaimana Abu Daud meriwayatkan hal itu dalam Ath-Thib dengan isnad yang hasan, dan berbagai macam ruqyah lainnya selain ruqyah ini yang terjadi di masanya. Di antaranya bahwa beliau meruqyah sebagaian orang yang sakit dengan doa beliau, “Ya Allah, Rab manusia, hilangkanlah penyakit dan sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan selain kesembuhan yang berasal dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit yang lain.

Ibnul Qayyim berkata: “Maka Al Qur`an-lah yang menjadi obat sempurna bagi semua penyakit hati, penyakit badan, maupun penyakit dunia dan akhirat. Tidak seorang pun yang bisa menyembuhkannya kecuali Dia. Apabila seseorang sudah memperbaiki caranya berobat dengan menggunakan Al Qur`an, kemudian sudah dia tempatkan pada anggota badan yang sakit dengan penuh keyakinan dan keimanannya, menerima dengan lapang dada, dan dengan keyakinan yang mantap serta semua syarat-syaratnya sudah terpenuhi, maka penyakit itu tidak akan pernah menghalanginya untuk mendapat kesembuhan. Sebab bagaimana mungkin penyakit dapat menghalangi ataupun melawan kalam Allah , Rabbnya segala apa yang ada di langit dan di bumi; apabila Al Qur`an itu diturunkan di atas gunung, maka gunung itu akan hancur; atau kalau diturunkan di atas bumi, maka bumi itu sendiri akan terpotong dan terbelah”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *