SUAMI MENJELEK-JELEKKAN ISTRI DI HADAPAN ORANG LAIN

SUAMI MENJELEK-JELEKKAN ISTRI DI HADAPAN ORANG LAIN

Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh. Pak ustadz, bagaimana cara menghadapi suami yang suka menghina, bahkan menjelek-jelekan saya di hadapan orang banyak. Apa yang harus saya lakukan.
(Elis Pusvitasari)

Jawaban: Waalaikumussalamu warahmatullahi wabarakatuh.

Sikap menjelek-jelekan pasangan hidup, meskipun dalam perkara yang sederhana, sama artinya menyamai benih pertikaian dalam rumah tangga. Perlahan namun pasti, ia menjadi boomerang baginya dan dapat berubah menjadi pertikaian besar. Jika sudah demikian adanya, maka jangan harapkan keharmonisan keluarga akan terwujud indah.

Rasulullah mengingatkan bahwa orang yang beriman adalah yang senantiasa menjaga perkataannya dari mengucapkan sesuatu yang sia-sia, yaitu dengan selalu memilih antara berkata baik atau diam. Rasulullah bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا، أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah berkata baik atau diam.” (HR. Muslim)

Adapun yang anda lakukan dalam menghadapi permasalahan ini adalah;
Pertama; Hendaknya anda bersabar atas perlakuan tersebut dan berusaha memaafkannya

Hal itu akan menyebabkan hati anda selamat dari berbagai kedengkian dan kebencian kepada saudara muslim terutama suami anda, serta hati anda akan terbebas dari keinginan untuk melakukan balas dendam dan berbuat jahat kepadanya. Sehingga anda juga bisa memperoleh banyak manfaat dengan memaafkan saudara muslim, baik manfaat itu dirasakan sekarang atau nanti.

Manfaat di atas tentu tidak sebanding dengan apa yang anda rasakan ketika anda melakukan pembalasan atau dendam kepadanya. Oleh karenanya, dengan perbuatan di atas, anda mendapatkan apa yang tercakup dalam firman Allah ,

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Arti: Orang bertakwa yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali-Imran: 134)

Dengan melaksanakan perbuatan di atas, anda pun menjadi pribadi yang bertakwa dan dicintai oleh Allah.

Kedua; Menasehati suami. Ingatkan kepada suami bahwa menjelek-jelekkan orang lain apalagi ini keluarga sendiri adalah perbuatan yang dilarang oleh syariat Islam.
Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) itu lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita yang lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olok) itu lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri (maksudnya, janganlah kamu mencela orang lain, pen.). Dan janganlah kamu saling memanggil dengan gelar (yang buruk). Seburuk-buruk panggilan ialah (penggilan) yang buruk (fasik) sesudah iman. Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim” (QS. Al-Hujurat: 11).

Dari Ibnu Mas’ud, telah bersabda Rosulullah ,

لَيْسَ اْلمـُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَ لَا اللَّعَّانِ وَ لَا اْلفَاحِشِ وَ لَا اْلبَذِيِّ

“Bukanlah seorang mukmin orang yang suka mencela, orang yang gemar melaknat, orang yang suka berbuat/ berkata-kata keji dan orang yang berkata-kata kotor/jorok”. (HR at-Tirmidzi). Wallahu a`lam

Dijawab oleh ustadz Abul Fata Miftah, Lc (Pengasuh www.inilahfikih.com)

2 Replies to “SUAMI MENJELEK-JELEKKAN ISTRI DI HADAPAN ORANG LAIN”

  1. Assslamu alaikum wrwb..tp bagaimana kl si istri sendiri yg sdh keterlaluan trhdp suami sdh bertahun2 dinasehati secara baik2 tp tdk pernah didengar : disuruh menutup aurat tdk mau,meladeni suami sbg kewajibannya tdk pernah lakukan(kecuali suami habis marah baru diladeni) itupun hanya sehari dua hari sj sesudahnya kembali pd karakter aslinya.
    Sampai istri diancam akan ditinggalkan(tp tdk mengeluarkan kata2 cerai) mksdnya sbg peringatan keras agar si istri mau merubah sikapnya menjadi baik dan hormat trhdp suami,krn selama bertahun2 istri diijinkan bebas oleh suami keluar rumah seandainya suami tdk dirumah(trnyata disalah gunakan untk berbuat selingkuh).
    Dari bbrp kejadian diatas…hal itu sdh bertahun saya tetap bersabar bhkn depan anak2 saya tetap bercanda seolah2 tdk ada kejadian yg serius antara saya dan ibunya.
    Dosakah apabila saumi menikah lg secara diam2(tanpa sepengetahuan istri)? krn mengingat anak yg tdk berdosa jangn sampai jd korbannya (down mentalnya)akibat perceraian bpk ibunya..Naudhu Billah Min Dhalik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *