RINDU ULAMA YANG TIDAK MUDAH DIBELI

RINDU ULAMA YANG TIDAK MUDAH DIBELI

Pada dasarnya Allah telah menghiasi dunia ini untuk manusia dengan berbagai macam perhiasan berupa wanita, harta, tahta, anak, emas, perak, binatang ternak dan beragam perhiasan yang menggoda dan menyenangkan. Tidak ada salahnya manusia mengambil perhiasan-perhiasan ini selama mengambilnya dengan cara baik dan halal.

Namun, tidak sedikit dari manusia untuk mendapatkan perhiasan ini ia rela menjual agamanya. Hal ini terkadang menimpa seseorang yang bergelar ulama, karena tabiatnya seorang ulama adalah rujukan umat dalam berfatwa dan dalam bersikap. Jika fatwa dan sikapnya sesuai kebenaran dan wahyu Allah, inilah yang memang seharusnya ada pada dirinya. Ironisnya apabila fatwa dan sikapnya bertentangan dengan kebenaran dan wahyu Allah, tentu hal ini akan menyesatkan dan menyengsarakan umat.

Hal ini ia lakukan biasanya karena menyesuaikan pesanan atau terkadang disebabkan oleh tekanan ditambah dengan iming-iming perhiasan dunia, entah harta, wanita atau tahta. Atau kadangkala ia lakukan karena takut kehilangan perhiasan dunia yang lama telah ia dapatkan. Akhirnya, mau tidak mau ia harus menjual agamanya dengan harga yang murah. Ia campakkan aturan Islam dan ia abaikan kemaslahatan umat. Na’dzubillah min dzalik.

Sesungguhnya di akhir zaman seperti ini, tentunya umat Islam sangat merindukan sosok-sosok ulama yang tidak mudah dibeli. Ia tetap konsisten menyampaikan kebenaran dengan segala resikonya. Semua gangguan dan rintangan yang datang dari siapa saja tidak akan membuat luntur dalam menyampaikan kebenaran.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ، لا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ وَلَا مَنْ خالفهم إلى يوم الْقِيَامَةِ

“Pasti senantiasa ada segolongan umatku yang memperjuang­kan kebenaran, tiada membahayakan mereka orang-orang yang menghina mereka dan tiada pula orang-orang yang menentang mereka sampai hari kiamat. ” (HR. Muslim)

Sosok inilah yang akan mengembalikan kejayaan umat Islam. Seorang sosok yang akan terus membawa panji-panji kebenaran walaupun ia berada di tengah-tengah badai fitnah yang sangat kencang.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ اللهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ اْلأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِيْنَهَا

“Allah senantiasa akan memunculkan untuk umat ini pada setiap kurun waktu seratus tahun, pembaharu (pejuang kemurnian) yang akan memperbaharui agama mereka (memperbaiki segala bentuk keterpurukan dan kesesatan).” (HR. Abu Daud)

Yang bergelar ulama di muka bumi ini sangatlah banyak, namun tidak semua dari mereka mampu mempertahankan kebenaran yang ia bawa, ada di antara mereka yang terjatuh dan gugur dalam pertempuran ini, bahkan sampai-sampai ia menjual agamanya demi mendapatkan perhiasan dan kenikmatan dunia yang sementara dan semu.

Renungkan hadits yang mulia ini, dimana Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda;

ﺑَﺎﺩِﺭُﻭﺍ ﺑِﺎﻷَﻋْﻤَﺎﻝِ ﻓِﺘَﻨًﺎ ﻛَﻘِﻄَﻊِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﺍﻟْﻤُﻈْﻠِﻢِ ﻳُﺼْﺒِﺢُ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﻣُﺆْﻣِﻨًﺎ ﻭَﻳُﻤْﺴِﻰ ﻛَﺎﻓِﺮًﺍ ﺃَﻭْ ﻳُﻤْﺴِﻰ ﻣُﺆْﻣِﻨًﺎ ﻭَﻳُﺼْﺒِﺢُ ﻛَﺎﻓِﺮًﺍ ﻳَﺒِﻴﻊُ ﺩِﻳﻨَﻪُ ﺑِﻌَﺮَﺽٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ

“Bersegeralah melakukan amalan sholih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia” (HR. Muslim no. 118)

Semoga Allah menjaga dan mengistiqamahkan para ulama, dai dan tokoh Islam yang betul-betul berjuang untuk Islam dan umat Islam.

@Abul Fata Murod, Lc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *