HUKUM KARMA

HUKUM KARMA

Sesungguhnya istilah hukum karma tidak dikenal dalam agama Islam, sebab istilah tersebut adalah istilah dalam sebuah keyakinan agama di luar Islam. Karena itulah, sudah selayaknya bagi seorang muslim tidak ikut-ikutan menyebarkan istilah tersebut di tengah-tengah kaum muslimin.

Dalam agama Islam diajarkan bahwa apabila seseorang berbuat baik maka akan mendapatkan balasan yang baik pula, sedangkan seseorang yang berbuat buruk maka akan mendapatkan balasan yang buruk pula. Allah berfirman:

فَمَنۡ يَّعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ خَيۡرًا يَّرَهٗ وَمَنۡ يَّعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

“Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah atau atom, niscaya dia akan melihat balasannya, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah atau atom, niscaya dia akan melihat balasannya.” (QS. Zalzalah:7-8)

Namun balasan tersebut tidak semua dirasakan di dunianya, akan tetapi bisa dirasakan setelah kematiannya yaitu ketika di akherat. Sehingga kita mendapati banyak orang yang di dunianya melakukan keburukan namun hidupnya merasa tenang dan bahagia.
Di dalam Islam juga mengajarkan barang siapa yang berbuat keburukan kemudian ia bertobat dan beramal shaleh, maka dengan taubat dan amal shaleh tersebut Allah menghapus keburukannya dan ia terbebas dari balasan atau azab dari Allah . Sehingga, ajaran Islam jelas berbeda dengan ajaran hukum karma, yaitu dianggap aturan yang berlaku bagi semua makhluk, semua harus tunduk pada aturan ini. Bisa mengatur takdir dan memberikan balasan terhadap semua amal. Padahal ini adalah keyakinan yang menyimpang dari akidah yang benar. Karena hanya Allah-lah sebagai al-Muhaimin atau Maha Yang Mutlak Mengatur, Allah-lah yang mengatur segala urusan dan Allah-lah yang menghisab perbuatan manusia.
Dalam ajaran Islam juga tidak mengenal ajaran reinkarnasi. Manusia apabila telah meninggal, maka ia tidak akan kembali ke kehidupan dunia lagi, akan tetapi akan mempertanggung jawabkannya di akhirat dan kemudian hidup selamanya di kehidupan akhirat. Wallahu a’lam

www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *