ULAMA MADZHAB SYAFII BERBICARA TENTANG CADAR

ULAMA MADZHAB SYAFII BERBICARA TENTANG CADAR

Imam Taqiyuddin Al-Hishni Asy-Syafii rahimahullah yaitu seorang ulama besar madzhab syafii, saking hati-hatinya dan perhatiannya dalam masalah hukum wanita menampakkan wajahnya, beliau rahimahullah tetap mewajibkan seorang muslimah menutup wajahnya walaupun dalam keadaan shalat, yaitu ketika shalat di tempat umum yang di sana banyak lelaki bukan mahram dan dikhawatirkan terjadinya kerusakan dan fitnah. Hal ini telah dirasakan di zaman beliau rahimahullah bagaimana dengan kondisi di zaman sekarang?

Hukum asal wanita ketika shalat harus membuka wajahnya namun ketika itu justru menimbulkan kerusakan dan fitnah maka wajahnya harus ditutup walaupun dalam kedaan shalat.

Imam Taqiyuddin al-Hishni asy-Syafii rahimahullah berkata: “Dimakruhkan bagi seorang laki-laki shalat menggunakan pakaian yang bergambar, menutup mulutnya (dengan kain). (Dimakruhkan) bagi wanita memakai cadar (menutup wajah) kecuali dia shalat di masjid dan di sana ada laki-laki bukan mahrom yang tidak bisa menghindari dari melihat wajah wanita tersebut, apabila laki-laki itu dengan melihat wajah wanita tersebut kemudian menimbulkan kerusakan atau fitnah maka HARAM BAGI WANITA TERSEBUT NENAMPAKKAN WAJAHNYA dan ini banyak terjadi di tempat-tempat yang biasa dikunjungi seperti di Baitul Maqdis- semoga Allah menambahkan kemuliaannya- maka hendaknya meninggalkan perbuatan tersebut (yaitu membuka wajah). ” [Lihat Kitab Kifayatul Akhyar].

Hal serupa juga disampaikan oleh Imam Al-Khathib Asy Syarbini Asy-Syafii Rahimahullah, beliau mengatakan:

ﻳُﻜْﺮَﻩُ ﺃﻥْ ﻳﺼﻠﻲ ﻓﻲ ﺛﻮﺏ ﻓﻴﻪ ﺻﻮﺭﺓ، ﻭﺃﻥ ﻳﺼﻠﻲ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻣُﺘﻠﺜِّﻤًﺎ ﻭﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻣﻨﺘﻘﺒﺔ : ﺇﻻ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥَ ﻓﻲ ﻣﻜﺎﻥٍ ﻭﻫﻨﺎﻙ ﺃﺟﺎﻧﺐُ ﻻ ﻳﺤﺘَﺮِﺯُﻭﻥَ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﻈﺮ ﺇﻟﻴﻬﺎ، ﻓﻼ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻬﺎ ﺭﻓﻊُ ﺍﻟﻨﻘﺎﺏ

“Dimakruhkan seseorang shalat menggunakan pakaian yang bergambar, juga makruh shalat laki-laki yang memakai masker atau penutup mulut dan wanita yang memakai cadar, kecuali jika wanita tersebut berada di tempat yang tidak bisa dihindari bahwa laki-laki pasti melihatnya maka TIDAK BOLEH BAGINYA MELEPAS CADARNYA. (Kitab Al-Iqna’, 1/124)

Imam Ibnu Hajar Al-Haitami Asy-Syafii Rahimahullah mengatakan:

ووجهه الإمام باتفاق المسلمين على منع النساء أن يخرجن سافرات الوجوه

“Hendaknya seorang pemimpin mengarahkan berdasarkan kesepakatan kaum muslimin bahwa kaum wanita terlarang keluar rumah dengan memamerkan wajahnya. (Kitab Tuhfatul Muhtaj, 7/193)

Jadi, sudah sangat gamblang dan jelas tentang cadar. Seorang muslim yang betul-betul beriman pasti akan mendahulukan Al-Quran, Al-Hadits, ucapan sahabat Rasulullah, ucapan tabiin dan ucapan ulama yang hidup di zaman penuh ilmu dan keberkahan serta jauh dari fitnah syahwat dan syubhat daripada ucapan orang, tokoh akademik, tokoh politikus apalagi ucapan orang-orang jahil tentang syariat dan hukum Islam yang hidup di zaman ini yang penuh fitnah, syahwat dan syubhat, keharaman dan kepentingan dunia serta kekuasaan. Semoga Allah selalu menjaga syariat Islam yang mulia ini dan memudahkan umat Islam dalam mengamalkannya.

@Abul Fata Murod, Lc

inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *