CINGKRANG MENURUT HADITS DAN ULAMA MADZHAB SYAFII

CINGKRANG MENURUT HADITS DAN ULAMA MADZHAB SYAFII

Isbal adalah menjulurkan pakaian baik celana, sarung, gamis dan sejenisnya hingga menutupi atau melebihi mata kaki. Orang yang tidak isbal biasa disebut cingkrang.

Imam An-Nawawi Asy-syafii rahimahullah menerangkan tentang bagaimana pakaian lelaki yang dianjurkan. Beliau membuat bab khusus dalam kitabnya syarah shahih muslim “Bab Haramnya Menjulurkan Pakaian Karena Sombong, Penjelasan Batasan Menjulurkan Yang Diperbolehkan Dan Yang Dianjurkan”.

Beliau rahimahullah berkata: “Pendapat yang benar bahwa isbal itu berlaku pada sarung, gamis, dan sorban. Tidak diperbolehkan menjulurkannya hingga menutupi mata kaki karena sombong, jika bukan kerena sombong hukumnya makruh (tidak disukai)”.

Beliau rahimahullah juga berkata: “Adapun batasan atau kadar yang sesuai ketika menjulurkan gamis dan sarung adalah hingga PERTENGAHAN BETIS (CINGKRANG)”.

Dan beliau rahimahullah juga berkata: Dalam hadis Abi Said Al-Hudhri radhiyallahu anhu yang berbunyi “Pakaian orang mukmin ketika dijulurkan hanya sampai pertengahan betis, tidak mengapa sampai antara pertengahan betis dan mata kaki (sekitar setengah jengkal ke atas dari mata kaki), dan yang melebihi mata kaki ada di neraka” sehingga dianjurkan ketika dalam berpakain (bagi laki-laki) adalah sampai PERTENGAN BETIS dan boleh juga kebawah lagi hingga pas mengenai mata kaki (tanpa menutupi atau melebihinya)”.

Intinya, sudah gamblang sekali Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam menyampaikan bahwa pakaian mukmin yang tepat itu sampai setengah betis atau tidak mengapa kebawah hingga mata kaki (tanpa menutupi atau melebihinya). Adapun isbal (menutupi atau melebihi) mata kaki hukumnya haram apabila karena sombong dan makruh (tidak disukai) jika bukan karena sombong. Sehingga salah besar atau bahkan bisa dibilang jahil jika mengatakan cingkrang bukanlah bagian dari agama Islam.

@Abu Fata Murod, Lc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *