MEMBELI TANAH UNTUK KUBURAN

MEMBELI TANAH UNTUK KUBURAN

Dalam fatwa ulama Timur Tengah sebagaimana tertera dalam situs Islam “islamweb. net” disebutkan;

فإذا مات الميت في مكان لا توجد فيه مقابر عامة، ولا يمكن الدفن إلا بشراء أرض لذلك فإن ثمن ذلك يكون في مال الميت وكذلك تجهيزه كله، فإذا لم يترك الميت مالاً يكون ذلك في بيت مال المسلمين، فإذا لم يكن لهم بيت مال وجب ذلك على جماعة المسلمين.

“Apabila seseorang meninggal di wilayah yang tidak ditemukan pemakaman umum, dan tidaklah mayit bisa dikuburkan kecuali dengan membeli tanah maka biaya pembelian diambil dari harta mayit begitu pula segala kebutuhan untuk mengurusnya. Apabila mayit tidak memilik harta maka diambilkan dari kas kaum muslimin, apabila tidak ada kas kaum muslimin maka dibebankan pada jamaah kaum muslimin.”

قال الإمام أحمد رحمه الله : ” لا بأس أن يشتري الرجل موضع قبره ، ويوصي أن يدفن فيه ، فعل ذلك عثمان بن عفان ، وعائشة ، وعمر بن عبد العزيز ، رضي الله عنهم ” .[ المغني]

“Imam Ahmad rahimahullah berkata: Tidak mengapa seseorang membeli tanah untuk mengubur dirinya saat wafat dan mewasiatkan pada keluarganya untuk dikubur ditempat tersebut, hal ini pernah dilakukan Usman bin Affan, Aisyah dan Umar bin Abdul Aziz radhiyallahu anhum”. [Kitab Al-Mughni]

Namun jika disuatu wilayah ada pemakaman umum para ulama menganjurkan agar tidak membeli tanah khusus di tempat tertentu lalu saat ia wafat di kubur di tempat tersebut, sehingga lebih baik dimakamkan di pemakaman umum karena dengan dikubur di pemakaman umum berharap mendapatkan doa dari orang-orang yang berziarah. Wallahu a’lam

Oleh: Abul Fata Murod, Lc

✅Inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *