KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
Kesabaran Para Sahabiyah Menghadapi Syuhada Uhud
Oleh: Arifin, SHI.
Kemarahan penduduk Makkah meluap terhadap kaum Muslimin karena kekalahan mereka dalam perang Badar dan tewasnya para pemimpin mereka dalam perang tersebut. Sehingga mereka bertekad untuk melakukan tindakan pembalasan. Karena pengaruh perang Badar, orang-orang musyrikin bersepakat melakukan peperangan besar terhadap kaum Muslimin, untuk menyembuhkan luka mereka. Perang ini dinamakan dengan perang Uhud.
Perang Uhud merupakan peperangan yang sangat dahsyat antara kubu kaum Muslimin dengan kaum musyrikin. Peperangan yang sengit dan tak terlupakan dalam sepanjang sejarah. Riwayat-riwayat yang shohih menyebutkan bahwa jumlah yang gugur dari pihak kaum Muslimin adalah tujuh puluh orang, mayoritas dari kalangan Anshor. Adapun jumlah yang gugur dari kaum musyrikin sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Ishaq adalah dua puluh orang.
Sikap Para Sahabat Wanita
Biasanya kaum Hawa dalam menghadapi musibah apalagi musibah kematian kerabat dekat kurang bersabar. Akan tetapi jika seorang wanita itu berpakaian iman dan takwa yang tinggi maka seberat apapun musibah akan menjadi ringan baginya. Dia akan bersabar serta mengharap pahala dengan musibahnya tersebut.
Sejarah Islam mencatat kisah-kisah menakjubkan tentang kekuatan iman dan kesabaran wanita-wanita sahabat dalam menerima musibah kematian saudara, bapak, kerabat, bahkan suami mereka yang terbunuh mati syahid di Perang Uhud.
Berikut ini beberapa sikap kesabaran para sahabat wanita dalam menghadapi kematian anggota keluarga mereka yang dikutip dari kitab ar-Rohiquq al-Makhtum karya Syaikh Shafiyyur-Rahman al-Mubarakfury.
Dikisahkan, saat itu Rosululloh bersama para sahabat melewati sekelompok wanita dari bani Najjar. Di antara wanita tersebut ada yang bapaknya terbunuh, saudaranya dan suaminya. Tatkala salah seorang wanita mendengar berita kematian saudara, bapak, suami yang dicintainya dia malah menanyakan tentang keadaan Rosululloh seraya mengatakan, “Bagaimana dengan kabar Rosululloh.” Maka mereka menjawab, “Rosululloh dalam keadaan baik.” Maka tatkala wanita tersebut melihat Rosululloh dia mengatakan, “Semua musibah yang menimpa adalah ringan selain musibah yang menimpamu wahai Rosululloh.”
Diriwayatkan ketika melihat apa yng terjadi pada Hamzah, Rosululloh sangat bersedih. Datanglah Shofiyyah, bibi beliau, ingin melihat saudaranya (Hamzah), kemudian Rosululloh memerintahkan anak Shofiyyah, Zubbair untuk memalingkannya agar tidak melihat apa yang terjadi pada suaminya. Shofiyyah kemudian berkata, ‘Mengapa?’ Kami telah mendengar bahwa saudaraku telah dicincang. Hal itu di jalan Alloh. Hal itu tidak menyenangkan kami. Akan tetapi, sungguh aku akan bersabar.’ Ia kemudian mendatangi Hamzah dan melihatnya. Lalu ia berdo’a untuk Hamzah dengan mengucapkan kalimat istirja’ (Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun ) dan memohonkan ampun untuknya.
Diriwayatkan bahwa Beliau didatangi oleh Ibu Sa’d bin Mu’adz sambil lari, sementara Sa’d memegang kendali kudanya seraya berkata, ‘Wahai Rosululloh, ibuku. Rosululloh kemudian menyambut dan menghormatinya. Setelah mendekat, beliau menghiburnya atas kematian anaknya, Amru bin Mu’adz. Namun, ia berkata, ‘Ketika aku melihat anda selamat, musibah ini terasa ringan.’ Beliau kemudian mendo’akan untuk keluarga orang-orang yang terbunuh di Uhud, lalu berkata, ‘Wahai ibu Sa’d, berikanlah kabar gembira kepada mereka bahwa mereka yang gugur itu semuanya berteman di dalam surga, dan seluruhnya member syafa’at kepada keluarga mereka. Lalu ibu Sa’d berkata, ‘Kami ridha, wahai Rosululloh.’ Selanjutnya ia berkata, ‘Wahai Rosululloh do’akan untuk orang-orang yang ditinggalkan oleh mereka. Beliau lalu berdo’a:
‘Ya Alloh, hilangkanlah kesedihan yang ada di dalam hati mereka, berilah pahala pada musibah mereka, dan berilah ganti yang lebih baik bagi orang-orang yang ditinggalkan.
Pelajaran yang Dapat Diambil
Dari beberapa kisah ketegaran dan kesabaran para sahabat wanita di atas maka kita dapat mengambil beberapa pelajaran yang berharga sebagai berikut;
Dari Abu Hurairah diriwayatkan bahwa Rosululloh bersabda;
“Cobaan itu akan selalu menimpa seorang mukmin dan mukminah, baik pada dirinya, pada diri anaknya ataupun pada hartanya, sehingga bertemu dengan Alloh tanpa dosa. “ (HR. at-Tirmidzi)
Alloh berfirman:
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Ddan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. al-Baqarah : 155-157)
Rosululloh bersabda: “Bagi orang yang mati syahid disisi Alloh mendapatkan enam keutamaan: diampuni dosanya saat pertama kali darahnya mengalir, ditunjukkan tempatnya di surga, diselamatkan dari siksa kubur, diamankan dari guncangan dahsyat (tiupan sangka kala kedua), dan dipakaikan kepadanya mahkota kehormatan dari yakut yang lebih baik dari dunia dan seisinya, dan dinikahkan dengan 72 bidadari yang cantik jelita, dan dapat mensyafaati tujuh puluh orang keluarganya”. (HR. at-Tirmidzi)
Artikel:
www.inilahfikih.com