KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
PERANG BANI NADHIR
1. Bani Nadhir adalah perkampungan Yahudi yang berdekatan dengan kota Madinah. Mereka bersekutu dengan suku Khozroj. Sebenarnya antara Bani Nadhir dan kaum Muslimin telah terjalin perjanjian damai dan kerja sama, namun karena karakter jahat dan pengkhianat yang berakar dalam diri bangsa Yahudi, mengkibatkan mereka enggan dan terdorong untuk merusak perjanjian tersebut.
2. Ketika Rosululloh dan beberapa orang sahabat berada di Bani Nadhir, Beliau bersandar di pagar rumah mereka. Tiba-tiba mereka berkumpul untuk membunuh Beliau dengan cara menjatuhkan batu besar dari atas rumah. Rosul mengetahui hal itu lantas segera pergi menuju Madinah dan bertemu para sahabat.
3. Tidak berselang lama Rosululloh mengutus Muhammad bin Maslamah ke Bani Nadhir dengan membawa pesan, agar mereka keluar dari negeri Madinah. Karena peringatan ini, Bani Nadhir bersiap-siap meninggalkan Madinah. Akan tetapi, Abdulloh bin Ubay, pemimpin kaum Munafik, mengutus duta yang melarang mereka pergi, dan bersedia mengirim 2.000 orang prajurit yang siap membela.
4. Mereka mengubah rencana semula dan berlindung di benteng pertahanan. Bani Nadhir kemudian mengirim pesan tantangan kepada Rosululloh yang berisi, “Kami tidak akan pergi dari tempat tinggal kami. Lakukanlah apa yang telah kau rencanakan!”
5. Rosululloh bersama para sahabat keluar menemui Bani Nadhir. Panji kaum muslimin dibawa oleh Ali bin Abi Tholib. Ketika orang-orang Yahudi melihat kedatangan prajurit Muslim, mereka langsung menyerang dengan panah dan batu, padahal bantuan yang dijanjikan pimpinan kaum munafik belum datang.
6. Mereka dikepung, tapi tetap bertahan. Nabi terpaksa menebang pohon kurma mereka. Saat itulah mereka berkata, “Kami akan keluar dari negerimu.” Rosululloh memperkenankan mereka pergi dengan syarat, keluar tanpa mengenakan senjata dan boleh membawa harta benda seberat beban yang dipikul unta.
7. Keselamatan jiwa mereka dijamin Nabi tidak akan ada darah setetes pun yang mengalir. Saat bergegas pergi, mereka membawa apa saja yang bisa diambil dan merobohkan bangunan rumah mereka, agar tidak bisa ditempati kaum Muslimin. Mereka berjalan, sebagian ada yang menuju Khaibar, 100 mil jauhnya dari Madinah. Sebagian lainnya pergi ke arah Jirsy di sebelah selatan Syam, tetapi, hanya dua orang yang selamat.
8. Sementara itu, Abdulloh bin Ubay dan Bani Quraizoh yang menjanjikan bantuannya ternyata hanya janji kosong belaka. Hal ini membuat Yahudi Bani Nadhir dihinggapi ketakutan.
www.inilahfikih.com