KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
PERJANJIAN HUDAIBIYAH
1. Hudaibiyah adalah nama sumur yang terletak di arah barat daya dari kota Mekkah dengan jarak sekitar 22 km. Kemudian Hudaibiyyah dikenal sebagai nama sebuah perjanjian antara kaum Muslimin dan kafir Quroisy.
2. Peristiwa Perjanjian Hudaibiyah terjadi pada bulan Dzulqo’dah 6 Hijriyah. Dimana Nabi dan para sahabat bersiap-siap untuk melakukan perjalanan Umroh ke Mekkah dan bukan bertujuan untuk menyerang atau berperang melawan kaum Quroisy. Kaum Muhajirin dan Anshor merasakan rindu melihat Baitulloh Al-Harom setelah enam tahun mereka tidak bisa berangkat ke Baitulloh.
3. Nabi melakukan ihrom Umroh di sebuah tempat yang bernama Dzul Hulaifah, agar orang-orang terutama suku Quroisy tahu bahwa tujuan Beliau bukan untuk menyerang. Jumlah orang yang ikut berangkat bersama Nabi berjumlah sekitar 1.500 orang. Mereka tidak bersenjata selain peralatan yang biasa digunakan untuk bepergian pada masa itu, yaitu pedang yang terselip dalam sarungnya. Ketika sampai di Asafan, ada seseorang yang datang dan menginformasikan bahwa orang-orang Quroisy telah mendengar perjalanan mereka dan mengumpulkan pasukannya untuk menghalangi kaum muslimin masuk ke Mekkah.
4. Kaum musyrikin Quroisy lantas keluar untuk menghalangi kaum muslimin masuk ke Mekkah, bahkan mereka bersumpah demi Alloh untuk tidak memperkenankan kaum muslimin masuk ke dalam Baitulloh selama-lamanya.
5. Ketika sampai di Hudaibiyah, beberapa orang Khuza’ah datang menemui Nabi untuk menanyakan tujuan kedatangan Beliau. Rosululloh menjelaskan bahwa maksud kedatangannya hanya untuk berziarah dan Umroh ke Baitulloh. Kemudian mereka kembali dan menjelaskan kepada kaum Quroisy perihal tujuan yang sebenarnya dari kedatangan Rosululloh dan para sahabatnya ke Mekkah.
6. Rosululloh didatangi utusan dari kafir Quroisy lagi untuk bermusyawarah, kemudian kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan perjanjian damai. Inilah yang disebut Perjanjian Hudaibiyah. Di antara inti isi perjanjian Hudaibiyah adalah sebagai berikut:
a. Gencatan senjata antara orang kafir Mekkah dengan kaum muslimin Madinah dilakukan selama 10 tahun.
b. Kaum muslimin Mekkah yang pergi ke Madinah tanpa izin walinya harus dikembalikan ke Mekkah.
c. Kaum muslimin Madinah yang pergi ke Mekkah tidak boleh kembali ke Madinah.
d. Nabi Muhammad dan pengikutnya harus meninggalkan Mekkah tanpa melakukan ibadah umroh, namun diperbolehkan kembali lagi ke Mekah setahun setelah perjanjian itu dan tinggal 3 hari di Mekkah tanpa membawa senjata kecuali pedang bersarung.
7. Sekilas isi perjanjian tersebut sama sekali tidak menguntungkan bagi kaum Muslimin, dan hanya menguntungkan kaum Quroisy Mekkah. Tidak heran bila perjanjian ini sangat mengecewakan sebagian kaum Muslimin. Namun akhirnya terbukti, ternyata Nabi Muhammad mempunyai visi politik yang sangat hebat, yang orang lain tidak mampu menangkapnya.
8. Paling tidak ada dua hal penting yang dihasilkan Perjanjian Hudaibiyah tersebut:
a. Dengan penandatanganan perjanjian ini, maka Madinah diakui sebagai suatu daerah yang mempunyai otoritas sendiri.
b. Dengan perjanjian ini, kaum Muslimin Madinah yang tadinya dianggap remeh, sejak perjanjian itu berada dalam posisi terhormat setara dengan suku Quroisy yang merupakan pimpinan suku Arab.
www.inilahfikih.com