ULAMA YANG PERNAH DIPENJARA

ULAMA YANG PERNAH DIPENJARA

Dalam sejarah kehidupan para ulama, kita mendapati beberapa ulama yang ditimpa ujian tatkala mendakwahkan kebenaran dan melawan kezaliman para penguasa di masanya, di antara ujian tersebut adalah dimasukkannya ke dalam penjara, bahkan di antara mereka ada yang wafat di dalam penjara. Di antara ulama yang pernah dipenjara oleh penguasa adalah;

1. Sa’id bin al- Musayyab Rahimahullah

Sai’d bin al-Musayyab bin Hazn bin Abi Wahb al-Makhzumi al-Quraisy adalah salah seorang ulama ahli hadits dan ahli fiqih dari Madinah. Ia termasuk golongan tabi’in, dan merupakan salah seorang dari Tujuh Fuqaha Madinah.

Beliau pernah mengalami kriminalisasi saat menolak baiat kepada putra Abdul Malik (al-Walid dan Sulaiman) sebagai ganti dari Abdul Aziz bin Marwan, akhirnya Hisyam bin Ismail [selaku Gubernur Madinah] memberi sanksi 60 cambukan kepadanya, dan dipenjara. [Siyaru A`lam An-Nubala, 5/130]

2. Imam Abu Hanifah Rahimahullah

Beliau menolak tawaran menjadi hakim atau qadhi dari khalifah Al-Manshur sehingga beliau harus dipenjara, dipukuli dan wafat di penjara di kota Baghdad. [Buku 400 Kisah Hidup Imam Empat Madzhab Karya Syaikh Muhammad Shiddiq Al-Minsyawi Pustaka Zam-zam]

3. Imam As-Syafii Rahimahullah

Beliau pernah dipenjara oleh penguasa Yaman yang zalim saat itu, sebab beliau melakukan kritikan terhadap penguasa zalim tersebut. Beliau melakukan kritikan karena khawatir kezaliman-kezaliman yang dilakukan penguasa tersebut mengenai orang-orang yang di bawah kekuasaannya. Singkat cerita Imam Asy-Syafii dituduh sebagai pendukung Syiah sehingga Imam Asy-Syafii ditangkap dan beliau dirantai tangannya. [Buku biografi empat imam madzhab karya Syaikh Abdul Aziz Asy-Syinawi pustaka beirut publishing halaman 457-458]

4. Imam Ahmad Bin Hambal Rahimahullah

Imam Ahmad mengalami masa empat khalifah, di antara mereka ada yang memberikan ancaman, ada yang memukul dan
menahan, ada yang mengasingkan dan ekstradisi yaitu ditahan negara lain yang kemudian diserahkan kepada negara asal untuk di sidang sesuai perjanjian yang bersangkutan. Ada pula yang
menawarkan jabatan. Hal itu tidak menambah kepada Sang Imam
kecuali kepercayaan, keimanan, dan keyakinan. [Buku Biografi 60 ulama ahlus sunnah karya Syaikh Ahmad Farid penerbit darul haq halaman 508]

5. Imam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah

Ceritanya tentu sangat panjang, pastinya beliau pernah ditahan di menara selama beberapa hari. Setelah itu, pada malam Idul Fitri, beliau dipindahkan ke penjara yang
dikenal dengan penjara al-Jubb, dan dipenjara bersama dua saudaranya, Syarafuddin dan Zainuddin. Beliau mendekam
dalam penjara sekitar 18 bulan. Hingga ketika pada bulan Rabi’ul
Awwal 707 H., Hisamuddin Muhanna bin Isa, Amir Arab, datang
ke Mesir, dan masuk ke dalam penjara, lalu mengeluarkan Imam Ibnu Taimiyyah rahimahullah setelah meminta izin terlebih dulu untuk mengeluarkannya. Beliau pun keluar, lalu bermukim di Kairo untuk mengajarkan kebaikan dan menyebarkan ilmu. [Buku Biografi 60 ulama ahlus sunnah karya Syaikh Ahmad Farid penerbit darul haq halaman 900]

6. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah

Beliau dipenjara, bahkan sebelum dipenjara beliau dihinakan, diarak di atas unta sembari dicambuk dengan cemeti. [Buku Biografi 60 ulama ahlus sunnah karya Syaikh Ahmad Farid penerbit darul haq halaman 927]

Semoga Alloh senantiasa menjaga para dai Islam

@Abul Fata Murod, Lc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *