KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…

Jual Beli Sesuatu yang Najis dan Sesuatu yang Haram
Sesuatu yang najis pasti haram untuk dikonsumsi dan sesuatu yang haram tidak boleh diperjualbelikan.
Jual beli sesuatu yang najis dan sesuatu yang haram hukumnya tidak sah.
Allah mengharamkan transaksi riba sekaligus mengharamkan memakan uang hasil transaksi riba.
Allah megharamkan meminum khamr, memakan babi dan memakan bangkai sekaligus megharamkan menjualnya.
Allah berfirman: “Allah menghalalkan perdagangan dan mengharamkan riba.” (Al-Baqarah: 275)
“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melaknat pemakan riba.” (HR. Muslim)
“Sesungguhnya Allah apabila mengharamkan sesuatu, maka Dia mengharamkan pula harganya.” (HR. Ahmad)
Allah berfirman: “Diharamkan bagimu (memakan bangkai. ” (Al-Maidah:3)
Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” (Ali Imran:130)
“Sesungguhnya Allah dan rasul-Nya mengharamkan jual beli khamr, bangkai, babi dan patung” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Al-Qadhi Abu Syuja’ Asy-Syafii rahimahullah berkata:
ويصح بيع كل طاهر منتفع به مملوك، ولا يصح بيع عين نجسة، ولا ما لا منفعة فيه
“Jual beli segala sesuatu yang suci, bermanfaat dan bisa dimiliki hukumnya sah. Sebaliknya, jual beli sesuatu yang najis dan tidak ada manfaatnya, maka hukumnya tidak sah. ” (Lihat Kitab Matan Abu Syuja’ Bab Macam-Macam Jual Beli)
Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “Mayoritas ulama berkata bahwa alasan dilarangnya jual beli bangkai, khamr dan babi adalah karena najisnya, sehingga menyebabkan diharamkannya semua yang najis. ” (Lihat Kitab Sahih Fikih Sunnah Bab Jual Beli yang Diharamkan dengan Sendirinya)
Syaikh DR. Musthafa Dib Al-Bugha berkata: “Jual beli sesuatu yang najis dan tidak ada manfaatnya maka hukumnya tidak sah. Hal ini berdasarkan pandangan syariat, seperti khamr, babi, alat-alat musik dan lain sebagainya. (Lihat Kitab At-Tahdzib Fi Adillat Matan Al-Ghayat Wa At-Taqrib Al-Masyhur Bi Matan Abi Syuja’ Fi Al-Fiqh Asy-Syafii Bab Macam-Macam Jual Beli)
Semoga Bermanfaat. Wallahu A’lam
Oleh: Abul Fata Miftah Murod, Lc
Bogor, 11 Oktober 2017
Artikel:
www.inilahfikih.com