Hukum Hadiah yang diberikan Muqtaridh kepada Muqridh

Hukum Hadiah yang diberikan Muqtaridh kepada Muqridh

Jika si peminjam (muqtaridh) memberikan hadiah kepada orang yang memberikan pinjaman (muqridh) tanpa syarat, dalam masalah ini para ulama berpendapat bahwa jika hadiah itu diberikan setelah pinjaman dikembalikan, maka tidak mengapa.

Akan tetapi jika hadiah itu diberikan sebelum pinjaman dikembalikan, maka si pemberi pinjaman (muqridh) tidak boleh menerima hadiah itu, kecuali jika hadiah itu diterima dengan niat si penerima akan membalasnya dengan hadiah yang senilai dengannya, atau nilai hadiah itu dihitung sebagai pembayaran pinjaman, maka tidak ada larangan.

Misalnya jika seseorang meminjam seratus reyal, sebelum pinjaman itu dikembalikan, si peminjam memberikan hadiah satu naskah kitab seharga sepuluh reyal kepada si pemberi pinjaman, maka si pemberi pinjaman tidak boleh mengambil kitab itu, kecuali jika ia berniat akan membalas hadiah itu, misalnya dengan memberikan kitab yang harganya juga sepuluh reyal atau menganggapnya sebagai bagian dari pembayaran pinjaman, dengan demikian maka sisa yang perlu dibayar oleh si peminjam adalah sembilah puluh reyal lagi. Karena sepuluh reyal adalah harga kitab yang diberikan si penerima pinjaman tersebut.

Jika hadiah itu diberikan setelah peminjaman dilunasi, maka itu boleh dilakukan oleh si peminjam, ia boleh memberikan hadiah kepada si pemberi pinjaman. Karena ketika ia melunasi hutangnya, maka hubungan antara si peminjam dan si pemberi pinjaman pun terputus. Si peminjam hanya merasa perlu membalas kebaikan si pemberi pinjaman, kemudian ia memberikan hadiah tersebut berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Barang siapa yang berbuat baik kepadamu, maka balaslah (kebaikannya) itu’’

Jika sudah menjadi kebiasaan si peminjam memberikan hadiah kepada orang yang memberikan pinjaman, maka itu boleh dilakukan, meskipun sebelum hutang dilunasi.

Referensi:

Disalin dari Buku Shahih Fiqih Wanita Karya Syaikh Muhammad bin Sholih Al- Utsaimin Pustaka Akbar Media halaman 455-456

Artikel: www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *