BOLEHKAH MENDOAKAN KEBURUKAN UNTUK ORANG YANG DZALIM?

BOLEHKAH MENDOAKAN KEBURUKAN UNTUK ORANG YANG DZALIM?

Allah Ta’alla berfirman:

لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا

“Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ” (QS. An-Nisa: 148)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa Allah tidak menyukai bila seseorang mendoakan kecelakaan terhadap orang lain, kecuali jika ia dianiaya olehnya. Maka saat itu Allah memberikan rukhsah (keringanan) kepadanya untuk mendoakan kecelakaan terhadap orang yang berbuat aniaya terhadapnya. Hal ini disebutkan melalui firman-Nya:

إِلا مَنْ ظُلِمَ

“Kecuali oleh orang yang dianiaya. ” (An-Nisa: 148)

Apabila Ia bersabar, Itu Lebih Baik Baginya

Imam Ibnu Katsir rahimahullah melanjutkan perkataannya: Akan tetapi, jika si teraniaya bersikap sabar dan tidak mendoakan kecelakaan terhadap orang yang berbuat aniaya kepadanya, maka hal ini lebih baik baginya.

قَالَ أَبُو دَاوُدَ: حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ حَبِيبٍ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: سُرق لَهَا شَيْءٌ، فَجَعَلَتْ تَدْعُو عَلَيْهِ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “لَا تُسَبّخي عنه”

Abu Daud mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Mu’az, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Habib, dari Ata, dari Aisyah yang menceritakan bahwa pernah ada yang mencuri barang miliknya, lalu ia mendoakan kecelakaan terhadap pelakunya. Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: Janganlah kamu mendoakan kecelakaan terhadapnya.

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah mengatakan, “Janganlah seseorang mendoakan kecelakaan terhadap orang yang berbuat aniaya, tetapi hendaklah ia mengucapkan dalam doanya seperti ini: ‘Ya Allah, tolonglah aku terhadapnya dan kembalikanlah hak milikku darinya”.”

Menurut riwayat yang lain yang bersumber darinya (Al-Hasan Al-Basri), Allah memberikan keringanan (rukhsah) kepada seseorang yang mendoakan kecelakaan bagi orang yang telah berbuat aniaya kepadanya, tanpa membalasnya.

Kesimpulannya, apabila seseorang dianiaya boleh mendoakan keburukan bagi orang yang menganiaya. Akan tetapi apabila ia bersabar, hal itu lebih baik baginya.

Wallaahu a’lam.

Artikel:

www.inilahfikih.com

@Abul Fata Murod, Lc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *