MEMUKUL REBANA UNTUK PERNIKAHAN

MEMUKUL REBANA UNTUK PERNIKAHAN

Wanita dibolehkan memukul rebana (duf) sehingga pernikahan tersebut diketahui orang banyak, dan itu dilakukan hanya di tengah kaum wanita saja, dan tidak dilengkapi alat-alat musik, alat-alat permainan dan suara biduan. Namun dibolehkan dengan unsyudah (syair-syair) oleh wanita dalam pernikahan ini yang tidak diperdengarkan kepada laki-laki.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

فصل ما بين الحلال والحرام الدّف والصوت في النكاح

“Yang membedakan antara yang halal dan yang haram adalah rebana (duf) dan suara dalam pernikahan.” (HR. Tirmidzi)

Imam Asy-Syaukani rahimahullah berkata dalam kitab Nailul
Authar (VI/200): “Hadits tersebut menunjukkan bolehnya dalam pernikahan memukul rebana, dan memperdengarkan suara dengan kalimat seperti, atainakum, atainakum…., dan sebagainya, tapi bukan dengan lagu-lagu yang membangkitkan keburukan, mengandung pujian kecantikan dan perlakuan dosa, juga mensifati pelacuran dan khamr, karena hal se perti itu diharamkan dalam pernikahan sebagaimana diharamkan dalam keadaan lainnya. Demikian pula
semua hal berupa permainan yang diharamkan.”

Wahai wanita muslimah, janganlah berlebihan dalam membeli perhiasan dan pakaian berkenaan dengan perkawinan, karena hal seperti ini
merupakan sesuatu yang berlebihan yang dilarang oleh Allah , dan Allah menerangkan bahwa Dia tidak menyukainya.

Allah Ta’ala berfirman: “Dan janganlah kamu berlebih-lebihan, sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-An’aam: 141)

Hendaknya kalian selalu berada dalam batas kewajaran, dan hindari membanggakan diri.

Sumber:

Tuntunan Praktis Fikih Wanita Karya Syaikh DR. Shalih Fauzan Al-Fauzan Penerbit Ibnu Umar Halaman 184-186

Artikel: www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *