PENGUASA YANG ADIL DAN TUGASNYA

PENGUASA YANG ADIL DAN TUGASNYA

Siapakah Penguasa Yang Adil?

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin rahimahullah berkata:

إمام عادل: وليس المقصود بالإمام العادل أنه يحكم لأقاربه وغيرهم على حد سواء، فهذا
من معنى العدل، لكن الإمام العادل الذي يطبق شريعة الله في كل شيء، في الحكم في الناس،
وفي الحكم بين الناس، هذا هو الإمام العادل. ولو فرضنا إماما عادلا يعدل بين الناس في
الحكم لكن لا يطبق فيهم شرع الله فليس بعادل، العادل الذي يحكم بين الناس وفي الناس
بحكم الله

شرح رياض الصالحين لمحمد بن صالح العثيمين دار ابن حزم جزء الأول

“Penguasa adil: Penguasa yang adil, bukanlah yang menghukumi orang-orang terdekatnya dan yang lainnya dengan porsi yang sama, ini hanya bagian dari makna keadilan. Akan tetapi penguasa yang adil adalah yang menerapkan syariat Allah dalam setiap lini, dalam menerapkan hukum di tengah-tengah manusia, dalam menghukumi di antara sesama manusia, inilah yang disebut penguasa adil. Kalaulah ada penguasa mengadili sesama manusia dengan sikap yang adil akan tetapi tidak menerapkan syariat Allah maka tidak dinamakan penguasa adil. Penguaasa adil adalah yang menghukumi diantara manusia dan di tengah-tengah manusia dengan hukum Allah (Al-Quran dan As-Sunnah). [Lihat syarah Riyadus Shalihin Pustaka Ibn Hazm Juz 1]

Beliau rahimahullah juga berkata: Penguasa harus merujuk kepada ulama dengan meminta agar menjelaskan syariat Allah. Ulama juga harus menasehati penguasa, mengajaknya untuk senantiasa takut kepada Allah, dan memberikan arahan sehingga syariat (hukum) Allah diterapkan oleh para hamba-Nya.” [Lihat syarah Riyadus Shalihin Pustaka Ibn Hazm Juz 1]

Apa Tugas Penguasa Yang Adil?

Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan tugas-tugas ulil amri atau imam dalam kitab Syarah Al-Akidah As-Sifariniyah sebagai berikut:

1. Imam mencegah orang-orang kafir agar tidak berkuasa di negeri kaum muslimin. Mencegah agar tidak menimbulkan kekacauan di negeri kaum muslimin

2. Imam memperhatikan urusan jihad. Jihad dalam arti bertahan dan dalam arti menyerang.

3. Imam memperhatikan urusan hudud atau hukum pidana yaitu hukuman yang telah ditentukan Allah dan Rasul-Nya bagi pelaku dosa seperti potong tangan bagi pencuri

4. Imam melakukan perkara yang baik dan memerintahkan orang lain untuk berbuat baik

5. Imam meninggalkan perkara mungkar dan memerintahkan orang lain agar meninggalkan kemungkaran

6. Imam menolong orang-orang yang terdzolimi

7. Imam mencegah tersebarnya kekufuran dan berkuasanya orang kafir

8. Imam mengambil harta rampasan perang dan hasil bumi serta menyalurkannya dijalan yang benar

Wallahu A’lam. Semoga Bermanfaat

@Abul Fata Murod, Lc

Artikel: www.inilahfikih.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *