ISRO’ MI’RAJ

ISRO’ MI’RAJ

1. Di tengah kesedihan mendalam karena ditinggal orang-orang terdekat, sementara tekanan dari pihak orang kafir Quroisy kian bertambah. Terjadilah sebuah peristiwa besar yang selalu disebut dalam sejarah, yaitu peristiwa Isro’ Mi’raj Rosululloh . Secara pasti peristiwa ini terjadi pada akhir masa keberadaan Rosululloh di Mekkah sebelum hijrah ke Madinah.
2. Rincian Peristiwanya: Rosululloh di Isro’kan (diperjalankan) dengan jasadnya dari Masjidil Harom ke Baitul Maqdis dengan mengendarai Buroq, dan ditemani oleh Malaikat Jibril . Kemudian di sana Rosululloh singgah dan menjadi imam sholat bagi para nabi. Sementara Buroq diikat di lingkaran pintu Masjidil Aqsho.
3. Pada malam itu juga, Nabi dengan buroqnya Mi’raj (naik) dari Baitul Maqdis ke langit dunia. Satu demi satu lapis langit Beliau lewati, dan setiap kali Beliau melewati sebuah lapis langit, Beliau menemui beberapa nabi, mulai dari Nabi Adam di langit pertama hingga Nabi Ibrohim di langit ketujuh. Beliau memberikan salam kepada mereka, dan mereka menyambutnya dengan menjawab salam Beliau seraya mengakui kenabian Beliau .
4. Kemudian Nabi naik lagi ke Sidrotul Muntaha, lalu naik lagi ke Baitul Ma’mur. Kemudian Beliau naik lagi menemui Alloh , Beliau mendekat kepada-Nya, lalu Alloh memberikan wahyu-Nya yaitu tentang perintah sholat sebanyak lima puluh waktu dalam sehari. Setelah itu Beliau kembali, lalu menemui Nabi Musa , ia bertanya: “Apa yang diperintahkan Alloh kepadamu?, Beliau menjawab: “Lima puluh sholat”, Nabi Musa berkata lagi: “Umatmu tidak akan kuat dengan perintah itu, kembalilah menemui Alloh, mintalah keringanan untuk umatmu!” Kemudian Rosululloh bersama Jibril kembali menemui Alloh .Begitu seterusnya Beliau bolak-balik antara menemui Alloh dan Nabi Musa untuk meminta keringanan kewajiban sholat bagi umatnya. Hingga akhirnya Alloh memberikan kewajiban kepada Rosululloh dan umatnya untuk sholat lima waktu dalam sehari. Sebenarnya Nabi Musa masih memerintahkan Rosululloh untuk kembali, namun kali ini Rosululloh menolaknya karena merasa malu sudah sekian kali minta keringanan dari Alloh .
5. Pada peristiwa Isro’ Mi’raj, Rosululloh diperlihatkan beberapa hal, di antaranya: Rosululloh ditawarkan khomer dan susu, Beliau memilih susu. Maka dikatakan kepadanya: “Engkau telah diberi petunjuk atas fitroh, seandai-nya engkau mengambil khomer, maka umatmu akan tersesat.”
6. Sekembalinya dari Isro’ Mi’raj, keesokan harinya Rosululloh menyampaikan kebesaran Alloh tersebut kepada kaumnya, namun mereka mengingkarinya dengan keras. Mereka meminta agar Rosululloh menjelaskan ciri Masjidil Aqsho. Maka Alloh memperlihatlkan baginya masjid tersebut sehingga Rosululloh dapat melihatnya dengan jelas. Lalu Rosululloh terangkan ciri-cirinya sehingga mereka tak dapat membantahnya. Selanjutnya Rosululloh mengabarkan rombongan yang dilihatnya ketika pulang dari Isro’ Mi’raj, maka Rosululloh sampaikan tentang waktu kedatangannya bahwa disampaikan pula onta yang berada di depan rombongan tersebut, ternyata semuanya persis seperti apa yang Rosululloh sampaikan. Namun dengan semua itu orang-orang kafir Quraisy justru semakin mengingkari Nabi dan semakin bertambah kekafirannya.
7. Diriwayatkan bahwa julukan Ash-Shiddiq (Yang Membenarkan) bagi Abu Bakar ash-Shiddiq berawal dari pembenaran Beliau terhadap peristiwa Isro’ Mi’raj yang Rosululloh lakukan di saat orang-orang kafir Quraisy mendustakannya.

www.inilahfikih.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *