KHOMER (MINUMAN KERAS) DAN HUKUMANNYA

KHOMER (MINUMAN KERAS) DAN HUKUMANNYA

Definisi Khomer (Minuman Keras)
Khomer Secara Bahasa
Minuman keras atau miras dalam bahasa arab adalah khomer. Khomer secara bahasa artinya jenis minuman yang memabukan yang terbuat dari perasan anggur. Lafadz khomer dari khomaro yang artinya menutup, disebut khomer karena menutup fungsi akal untuk berfikir. Menurut Fairuz Abadi: khomer adalah sesuatu yang memabukkan yang berasal dari perasan anggur ataupun dari perasan sesuatu yang lain, yaitu dengan pengertian yang lebih umum. (pent. Seperti perasan nabidz dari kurma, atau buah-buahan).
Khomer secara Istilah
Secara istilah para ulama berbeda pendapat. Menurut pendapat jumhur yaitu; Ahlul Madinah, seluruh penduduk Hijaz (Makkah dan Madinah), Ahlul Hadits, Madzhab Hambali, dan sebagian Madzhab Syafi’i menyatakan bahwa khomer dimutlakkan kepada segala sesuatu yang memabukkan baik sedikit atau banyak, baik berasal dari anggur, kurma, gandum dan yang lainnya. Mereka mengartikan khomer pada pengertian yang lebih luas. Tidak membatasi pada pegertian bahasa yaitu perasan anggur saja.
Sedangkan menurut Abu Hanifah dan sebagian Syafiiyyah bahwa khomer adalah sesuatu yang memabukkan yang berasal dari perasan anggur yang memiliki rasa kuat dan kadang berbusa. Artinya menurut pendapat ini bahwa khomer hanya terbatas pada perasan anggur yaitu kembali kepada pengertian bahasa. Padahal kalau dilihat dari dalil pengharaman khomer, maka ayat-ayat tersebut turun di Madinah. Dan kondisi Madinah saat itu tidak terdapat kebun anggur, dan mereka meminum khomer dari perasan kurma (nabidz). Tapi walaupun sebagian Syafiiyyah menganggap bahwa khomer itu hanya berasal dari anggur, tetapi mereka mengatakan bahwa setiap dzat yang memabukkan tetap haram.
Pendapat jumhur lebih kuat, berdalil dengan sabda Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam :
Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ

“Setiap yang memabukkan adalah khomr dan setiap yang memabukkan pastilah haram.” (HR. Muslim)
Hadits ini menjadi kaidah besar dalam masalah khomer, bahwasannya illah (sebab) pengharaman khomer yaitu karena memabukkan. Artinya segala sesuatu yang memabukkan baik dari perasan anggur, kurma, gandum, jagung atau jenis narkotika yang memabukkan baik yang sintetis atau semi sintetis apabila memabukkan maka haram hukumnya. Mabuk di sini jelas karena zat tertentu bukan maksudnya mabuk kendaraan atau yang lainnya.

Hukum Khomer:

Dalam Islam khomer (minuman keras) hukumnya haram berdasarkan Qur’an , Sunnah dan Ijma’ kaum muslimin. Barangsiapa yang menghalalkanya maka telah kafir. Dan barang siapa yang meminumnya karena maksiat maka dia telah terjatuh dalam dosa besar dan pelakunya mendapatkan ancaman had di dunia atau ancaman adzab yang pedih di dunia dan akhirat.
Dalil Pengharaman Khomer
Pengharaman khomer tsabit berdasarkan al-Qur’an, pengharamannya secara bertahap melalui 4 fase; pertama informasi bahwa dalam buah-buahan ada yang djadikan khomer lihat (QS. An-Nahl : 67). Kedua, penjelasan bahwa di dalam khomer terdapat manfaat dan mafsadat (kerusakan), tapi mafsadatnya lebih besar dari manfaatnya, lihat (QS. Al-Baqarah : 219). Ketiga, larangan meminum khomer ketika sholat dan boleh di luar sholat, lihat Q.S. An-Nisa : 43. Keempat, pengharaman khomer secara mutlak dan keseluruhan sebagaimana firman Alloh ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, judi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syetan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (Q.S. Al-Maidah : 90)
Adapun hadits sebagaimana di atas, dan ijma’ kaum muslimin sejak dahulu sampai sekarang mengatakan bahwa khomer haram.

Hukuman Peminum Khomer:

Sesungguhnya orang yang meminum khomer telah terjatuh pada dosa besar, dan bagi mereka terdapat ancaman hukuman di dunia dan akhirat, diantaranya:
Pertama, Peminum khomer diancam dengan hukuman had di dunia. Para ulama berselisih pendapat mengenai jumlah hadnya. Jumhur ulama berpendapat bahwa hadnya adalah dipukul atau dicambuk dengan 80 kali. Sebagaian lagi berpendapat bahwa hadnya dipukul 40 kali. Ini adalah pendapat Syafi’i. Sebab perbedaannya adalah pemahaman hadits Dalam riwayat disebutkan bahwa Ali berkata,

جَلَّدَ رَسُوْلُ اللهِ أَرْبَعِيْنَ وَأَبُو بَكْر أَرْبَعِيْنَ وَعُمَرَ ثَمَانِيْنَ وَكُلٌ سُنّةٌ وَهَذَا أَحَبُّ إِلَيَّ

Rasulullah  mencambuk peminum khamar sebanyak 40 kali. Abu bakar juga 40 kali. Sedangkan Umar 80 kali. Kesemuanya adalah sunnah. Tapi yang ini (80 kali) lebih aku sukai. (HR. Muslim).

Maka apabila tersebarnya peminum khomer dan orang-orang bermudah-mudahan dalam minum khomer, maka boleh dinaikkan had dari 40 kali cambukan kepada 80 kali cambukan agar menimbulkan efek jera. Sebagaimana ijtihad Umar dan Ali.
Kedua, khomer adalalah biang atau induk kejahatan dan kerusakan (ummul khobaits).
Dan dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اَلْخَمْرُ أُمُّ الْخَبَائِثِ، فَمَنْ شَرِبَهَا لَمْ تُقْبَلْ صَلاَتُهُ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا، فَإِنْ مَاتَ وَهِيَ فِيْ بَطْنِهِ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً

“Khamr adalah induk dari segala kejahatan, barangsiapa meminumnya, maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari, apabila ia mati sementara ada khamr di dalam perutnya (belum bertaubat), maka ia mati sebagaimana matinya orang Jahiliyyah.” (HR. At-Tabrani)
Ketiga, diancam diakhirat dengan diminumkan Thinul khobal (nanah dan kotoran ahli neraka) sebagaiaman Hadits An-Nasa’i.
Keempat, orang yang kecanduan khomer laksana penyembah berhala. (HR. Ahmad)
Kelima, peminu khomer bukanlah orang yang beriman ketika meminumnya. (HR. Bukhori)
Keenam, dilaknat (dijauhkan dari rahmat Alloh). Sabda Rosululloh saw:
‘Khamr dilaknat pada sepuluh hal; (1) pada zatnya, (2) pemerasnya, (3) orang yang memerasnya untuk diminum sendiri, (4) penjualnya, (5) pembelinya, (6) pembawanya, (7) orang yang meminta orang lain untuk membawanya, (8) orang yang memakan hasil penjualannya, (9) peminumnya, dan (10) orang yang menuangkannya.’” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Ketujuh, Khomer akan merusak kesehatan dan menimbulkan berbagai penyakit pada tubuh dan penyakit sosial. Seperti; kerusakan otak, penyakit jantung, kangker, masalah paru, gangguan hati, masalah perut dan pencernaan, keracunan sampai kematian.

Referensi :
1. Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, Kementrian Wakaf dan Urusan Islam Kuwait
2. Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq
3. Minhatul ‘Allam Syarh fi Syarh Bulughul Marom, Abdulloh bin Sholeh Al-Fauzan
4. Bidayatul Mujathid wa Nihayatul Muqtashid, Ibnu Rusyd Al-Qurthubi
5. Al-kabair, adz-Dzahabi
6. Fiqh Islami, H. Sulaiman Rasjid
7. At-Tadzhib fii Adillat Matan Ghoyah wa Taqrib, Dr. Mustofa Dieb Al-Bugho

8. https://hellosehat.com /hidup-sehat/tips-sehat/pesta-miras-bahaya-mengonsumsi-banyak-alkohol/

Disusun : Salman Yudi Aris D., S.Ud.,Lc

Editor: Abul Fata Miftah, Lc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *