PENAKLUKAN KOTA MEKKAH

PENAKLUKAN KOTA MEKKAH
1. Penaklukan Mekkah merupakan kemenangan terbesar yang dengannya Alloh muliakan agama-Nya, Rosul dan kaum Muslimin. Negeri yang suci dan rumah Alloh yang mulia diselamatkan dari tangan-tangan orang-orang kafir dan musyrik.
2. Sebagaimana telah disebutkan dalam peristiwa Hudaibiyah, bahwa salah satu isi perjanjiannya adalah: suku-suku yang ingin bergabung dengan salah satu dari kedua belah pihak maka dia termasuk bagian dari salah satu pihak tersebut. Tindakan permusuhan kepada suku-suku tersebut berarti permusuhan kepada pihak yang melakukan perjanjian. Saat itu, Bani Bakr yang dibantu suku Quroisy menyerang dengan tiba-tiba suku Khuza’ah, padahal suku Khuza’ah adalah yang ikut bergabung bersama Rosululloh .
3. Ketika berita penyerangan itu sampai ke telinga Rosululloh , Beliau sangat marah dan segera mempersiapkan diri untuk menyerang kaum kafir Quroisy, tetapi Beliau tidak memberi tahu maksud dan tujuannya pada orang banyak, agar pasukan kafir Quroisy tidak bersiap siaga. Namun, orang-orang Quroisy pun akhirnya tahu dan merasa khawatir akibat dari perbuatan mereka, lantas mereka mengutus Abu Sufyan untuk memperbaharui perjanjian. Namun Rosululloh tidak menjawab permintaan Abu Sufyan tersebut.
4. Rosululloh berangkat ke Mekkah pada tanggal 10 Romadhon. Jumlah pasukan yang dibawa Rosululloh sebanyak 10.000 orang, kemudian di tengah perjalanan sejumlah kabilah Arab bergabung bersama mereka. Di Marr Al-Dhahran, pengawal Rosululloh menangkap Abu Sufyan dan dua orang yang bersamanya. Mereka menawan dan membawa Abu Sufyan ke hadapan Nabi . Akhirnya Abu Sufyan masuk Islam. Karena Abu Sufyan seorang tokoh penduduk Mekkah, maka sebagai penghormatan kepadanya, Rosululloh menjadikan rumahnya salah satu tempat yang aman bagi penduduk Mekkah yang mencari tempat perlindungan.
5. Pada tanggal 17 Romadhon tahun 8 Hijriyah, Rosululloh masuk ke Mekkah dengan menunggang unta. Posisi Beliau duduk membungkuk ke kantung pelana, hingga keningnya hampir menyentuh punuk unta, sebagai wujud syukur kepada Alloh atas kemenangan yang agung ini. Nabi kemudian towaf di Baitulloh dan menyingkirkan berhala-berhala yang ada di sekitar Ka’bah, berjumlah 360 an, lalu masuk ke Ka’bah dan sholat dua rokaat di dalamnya. Beliau berhenti di pintu Ka’bah, sedang orang-orang Quroisy menanti apa yang akan Beliau lakukan terhadap mereka. Dalam keadaan ini Beliau bersabda, “Hai orang-orang Quroisy, apa kalian menyangka aku akan melakukan sesuatu pada kalian?” “Suatu kebaikan wahai saudara yang mulia dan putra dari saudara yang mulia”, jawab kaum Quroisy.
6. Orang-orang kemudian berkumpul di sekitar Shofa untuk berbaiat masuk Islam kepada Rosululloh . Beliau duduk di hadapan mereka serta menerima baiat mereka untuk patuh dan taat kepada Alloh dan Rosul-Nya semampunya. Kaum laki-laki yang berbaiat terlebih dahulu, kemudian disusul kaum perempuan. Beliau tidak bersalaman dengan seorang perempuan pun. Di antara perempuan yang berbaiat adalah Hindun, istri Abu Sufyan, perempuan yang dibebaskan oleh Rosululloh .
7. Pada hari itu, Rosululloh meminta Bilal bin Robah untuk mengumandangkan adzan sholat Zuhur di atas Ka’bah. Dan setelah peristiwa penaklukan Mekah, kabilah-kabilah di Jazirah Arab dari berbagai penjuru berbondong-bondong masuk Islam.

www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *