PERANG TABUK

PERANG TABUK

1. Perang ini juga dinamai perang Usroh, terjadi pada bulan Rojab tahun 9 Hijriyah. Tabuk adalah daerah yang berada di antara Wadi Al-Quro di negeri Hijaz dan Syiria.
2. Sebab terjadinya perang ini dikarenakan berhasilnya Rosululloh menguasai jazirah Arab setelah penaklukan Mekkah. Maka sebelum terlambat dan men-jalarnya kekuasaan Rosululloh hingga ke daratan Romawi, kaisar Romawi telah menggalang pasukan yang sangat besar di Syiria, ditambah dengan kekuatan beberapa kabilah untuk menyerbu kaum muslimin.
3. Rosululloh menganjurkan orang-orang untuk berangkat ke medan perang. Saat itu, keadaannya sangat sulit dan sangat terik. Orang yang sungguh-sungguh beriman memenuhi seruan Nabi itu dengan kerelaan hati. Namun, ada tiga orang yang tidak berangkat, padahal mereka termasuk orang yang benar-benar beriman. Rosululloh menganjurkan orang-orang yang kaya untuk menyumbang perbekalan bagi pasukan Usroh. Mereka datang membawa harta berlimpah. Abu Bakar datang menyerahkan seluruh harta kekayaannya, sebanyak 4.000 dirham. Umar datang membawa setengah hartanya. Hari itu, Usman menyediakan harta yang banyak dan membekali sepertiga pasukan, hingga Rosululloh memanggilnya dan berkata, “Tidak akan membahayakan Usman apa yang dia kerjakan setelah hari ini.” Pada saat itu tidak ada yang menahan hartanya dan bakhil kecuali orang-orang munafik.
4. Beberapa sahabat fakir yang tidak memiliki kendaraan mendatangi Rosululloh . Beliau lantas berkata kepada mereka, “Aku tidak melihat kendaraan yang akan membawamu.” Mereka berbalik, kelopak mata mereka mengalirkan air mata karena sedih tidak mendapat apa yang akan mereka nafkahkan. Lebih dari 80 laki-laki munafik tidak mengikuti perang dan sejumlah orang-orang Badui mengajukan izin tidak ikut berperang kepada Nabi dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal. Meski demikian, Beliau menerima permintaan izin mereka.
5. Rosululloh mengadakan perjalanan bersama rombongan orang banyak. Ikut bersama Nabi 30.000 prajurit dan 10.000 kuda. Jumlah ini terhitung sangat besar sejauh yang pernah dilihat oleh orang Arab hingga saat ini. Perjalanan Rosululloh akhirnya sampai ke Tabuk. Di sana Beliau bermukim selama 20 malam. Selama bermukim itu, Beliau tidak melakukan tindakan yang merugikan dan tidak pula melakukan serangan.
6. Ketika bangsa Romawi dan sekutu-sekutunya mendengar kedatangan Rosululloh dan pasukannya, timbul rasa gentar pada mereka. Mereka pun tak berani maju menghadapainya, justru mereka tercerai berai kembali ke negeri masing-masing. Hal tersebut tentu saja semakin menguatkan posisi kaum muslimin di jazirah Arab, baik secara politik maupun militer. Bahkan beberapa suku di perbatasan Romawi yang sebelumnya bersekutu dengan mereka, datang menghampiri Rosululloh dan menyatakan keberpihakannya kepada Rosululloh .
7. Perang Tabuk adalah perang terakhir yang dijalani oleh Rosululloh . Berkaitan dengan perang ini, banyak ayat turun yang berbicara tentang sikap orang-orang munafik dan orang-orang Badui yang meminta izin. Ayat-ayat ini banyak dijumpai dalam surat At-Taubah.

www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *