WAFATNYA ROSULULLOH

WAFATNYA ROSULULLOH

1. Ketika dakwah sudah semakin sempurna, dan Islam sudah mengendalikan keadaan, mulailah tampak tanda-tanda perpisahan Rosululloh dengan kehidupan. Rosululloh adalah hamba dan utusan Alloh . Beliau adalah manusia biasa yang juga mengalami kematian sebagaimana para nabi dan rosul terdahulu.
2. Pada saat haji wada’, Alloh menurunkan firman-Nya kepada Rosululloh , yaitu surat an-Nasr ayat 1-3 yang menjelaskan tentang kemenangan Islam dan dekatnya ajal Rosululloh .
3. Setelah itu, Rosululloh mulai mengucapkan kalimat dan melakukan sesuatu yang menyiratkan perpisahan. Beliau bersabda pada haji wada’, “Pelajarilah dariku tata cara haji kalian, bisa jadi aku tidak berjumpa lagi dengan kalian setelah tahun ini.”
4. Kemudian di Madinah, beliau berziarah ke makam baqi’, mendoakan keluarganya. Juga menziarahi dan mendoakan syuhada Perang Uhud. Beliau juga berkhotbah di hadapan para sahabatnya, berucap pesan seorang yang hendak wafat kepada yang hidup.
5. Pada akhir bulan Shofar tahun 11 Hijriyah, Nabi mulai mengeluhkan sakit kepala. Beliau merasakan sakit yang berat. Sepanjang hari-hari sakitnya beliau banyak berwasiat, di antaranya: Beliau mewasiatkan agar orang-orang musyrik dikeluarkan dari Jazirah Arab. Berpesan untuk berpegang teguh dengan Al-Qur’an. Pasukan Usamah bin Zaid hendaknya tetap diberangkatkan memerangi Romawi. Berwasiat agar berbuat baik kepada orang-orang Anshor. Berwasiat agar menjaga sholat dan berbuat baik kepada para budak. Dan Beliau mengecam dan melaknat orang-orang Yahudi yang menjadikan kuburan para nabi sebagai masjid. Lalu beliau melarang kubur beliau dijadikan berhala yang disembah.
6. Dalam keadaan sakit berat, beliau tetap menjaga adab terhadap istri-istrinya, dan adil terhadap mereka. Nabi meminta izin pada istri-istrinya untuk dirawat di rumah Aisyah. Mereka pun mengizinkannya.
7. Karena sakit yang kian terasa berat, Nabi memerintahkan Abu Bakar untuk mengimami sholat berjamaah. Abu Bakar pun menjadi imam sholat selama beberapa hari di masa hidup Rosululloh .
8. Sehari sebelum wafat, beliau bersedekah beberapa dinar. Lalu bersabda, “Kami para nabi tidak mewariskan. Apa yang kami tinggalkan maka menjadi sedekah.”
9. Pada hari senin, bulan Rabiul Awal tahun 11 Hijriyah, Nabi wafat. Hari itu adalah waktu dhuha yang penuh kesedihan, karena wahyu dan kenabian telah terputus selamanya. Bumi kehilangan orang yang paling mulia yang pernah menginjakkan kaki di atasnya. Beliau wafat setelah menyempurnakan risalah dan menyampaikan amanah.

www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *