KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
BOLEHKAH SEORANG MUSLIM MENERIMA HADIAH DARI NON MUSLIM DI HARI RAYANYA DAN BOLEHKAH SEORANG MUSLIM MENJUAL SESUATU UNTUK KEMASLAHATAN PERAYAAN HARI RAYA NON MUSLIM?
Jawabannya sebagaimana yang dikatakan oleh seorang ulama besar dalam madzhab syafii, yaitu Imam Ibnu Hajar Al-Haitami Asy-Syafii rahimahullah dalam Al-Fatawa Al-Fiqhiyah:
ثم رأيت بعض أئمتنا المتأخرين ذكر مايوافق ما ذكرته فقال: ومن أقبح البدع موافقة المسلمين النصارى في أعيادهم بالتشبه بأكلهم والهدية لهم وقبول هديتهم فيه وأكثر الناس اعتناء بذلك المصريون وقد قال صلى الله عليه وسلم، من تشبه بقوم فهو منهم. بل قال ابن الحاج لا يحل لمسلم أن يبيع نصرانيا شيئا من مصلحة عيده لا لحما ولا أدما ولا ثوبا ولا يعارون شيئا ولو دابة إذ هو معاونة لهم على كفرهم وعلى ولاة الأمر منع المسلمين من ذلك ومنها اهتمامهم في النيروز. ويجب منعهم من التظاهر بأعيادهم
“Aku melihat sebagian ulama muta’akhirin menuturkan pendapat yang sama denganku, lalu ia berkata: Termasuk dari bid’ah terburuk adalah persetujuan muslim pada Nasrani pada hari raya mereka dengan menyerupai dengan makanan dan hadiah dan MENERIMA HADIAH pada hari itu. Kebanyakan orang yang melakukan itu adalah kalangan orang Mesir. Padahal Nabi bersabda: “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka iabagian dari mereka”. Bahkan Imam Ibnu Al-Haj (ulama madzhab Maliki) berkata: Tidak halal bagi muslim MENJUAL SESUATU pada orang Nasrani untuk kemasalahan hari rayanya baik berupa daging, kulit atau baju. Hendaknya tidak MEMINJAMKAN sesuatu walaupun berupa kendaraan karena itu menolong kekufuran mereka. Dan bagi pemerintah hendaknya mencegah umat Islam atas hal itu. Salah satunya adalah perayaan Nairuz (Hari Baru), dan wajib melarang umat Islam menampakkan diri pada hari raya non-muslim. ”
Sebagaimana dikatakan pula dalam kitab Al-Iqna’ fi fiqhi Imami Ahmad bin Hambal, “Diharamkan menyaksikan hari raya orang Yahudi dan Nashrani serta BERJUALAN kepada mereka pada hari tesebut atau memberi HADIAH karena hari raya mereka”. Wallahu a’lam
Semoga kita diberikan taufiq oleh Allah untuk mengikuti ulama-ulama salaf atau terdahulu yang lurus akidahnya dan jauh dari fitnah syahwat dan syubhat.
@Abul Fata Murod