Apa Kafarat (Tebusan) Suami Yang Menyetubuhi Istrinya Dalam Kondisi Haid?

Apa Kafarat (Tebusan) Suami Yang Menyetubuhi Istrinya Dalam Kondisi Haid?

Dalam masalah ini ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama, yaitu;

Pertama: Cukup meminta ampun kepada Allah dan tidak ada kafarat baginya. Ini adalah pendapat Imam Malik, Imam Asy-Syafii, dan Imam Abu Hanifah.

Kedua: Kafaratnya adalah sedekah dengan 1 dinar atau setengah dinar. Ini adalah pendapat Imam Ahmad.

Ketiga: Jika menyetubuhinya saat ada darahnya maka kafaratnya 1 dinar, adapun jika menyetubuhinya saat darahnya berhenti maka kafaratnya setengah dinar. Ini adalah pendapat sekelompok ahlul hadits.

Keempat: Kafaratnya dengan sedekah 5 dinar. Ini pendapat Imam Al-Auza’i

Perbedaan ini disebabkan adanya perbedaan penilaian terhadap hadits, apakah haditsnya shahih atau tidak, jika yang menyatakan shahih maka mengamalkannya alias menjadikannya sebagai hujjah dan adapun yang menganggapnya dhaif maka tidak mengamalkannya.

Dalam hal ini terdapat riwayat Ibnu Abbas dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa siapa saja yang menyetubuhi istrinya pada kondisi haid maka kafaratnya 1 dinar dan dalam riwayat lain disebutkan setengah dinar. Ada pula riwayat yang menyatakan bahwa apabila menyetubuhinya saat ada darahnya maka kafaratnya 1 dinar adapun jika menyetubuhinya saat darahnya berhenti maka kafaratnya setengah dinar. Ada pula riwayat yang menyatakan sedekah 5 dinar.

Wallahu A’lam

Sumber: Kitab Bidayatul Mujtahid Wa Nihayatul Muqtashid Karya Imam Ibnu Rusyd Rahimahullah

@inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *